Komnas HAM Sebut Kerusuhan Wamena Dipicu Disinformasi Media Sosial

Nhico
Nhico

Kamis, 06 April 2023 23:05

Komnas HAM Sebut Kerusuhan Wamena Dipicu Disinformasi Media Sosial

Pedomanrakyat.com, Wamena – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyebut disinformasi yang beredar di media sosial menjadi pemicu utama kerusuhan yang terjadi di Kampung Sinakma Atas, Distrik Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan pada 23 Februari 2023 lalu.

Ini merupakan temuan Komnas HAM setelah melakukan serangkaian pemantauan dan pemeriksaan terhadap pihak yang terlibat.

Wakil Ketua Eksternal Komnas HAM Abdul Haris Semendawai menyampaikan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap 71 orang yang terlibat dalam peristiwa tersebut, terdiri dari 35 warga sipil, 21 anggota polisi, sembilan anggota TNI, dan enam anggota pemerintah daerah.

Dari pemeriksaan tersebut ditemukan bahwa kekerasan dipicu oleh disinformasi terkait penculikan anak di Wamena.

“Dugaan terkait adanya kasus penculikan anak di Wamena pada 23 Februari 2023 adalah tidak benar terjadi,” tegas Dawai dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Kamis (6/4/2023).

Dawai menambahkan, disinformasi yang beredar menyebut bahwa penculikan anak dilakukan oleh warga pendatang.

Hal tersebut memantik kemarahan masyarakat asli Papua. Menurut Dawai, kemarahan tersebut juga dipicu oleh sentimen sosial dan ekonomi antara masyarakat asli Papua dengan masyarakat pendatang.

Sentimen tersebut membakar amarah masyarakat hingga peristiwa kerusuhan terjadi.

“Kemarahan secara meluas karena tidak terpenuhinya tuntutan massa untuk menghakimi terduga pelaku penculikan anak secara massal,” kata Dawai.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dan pemantauan, Komnas HAM menyimpulkan terdapat sejumlah pelanggaran HAM atas kasus kerusuhan Wamena, yaitu hak hidup, hak atas rasa aman, hak memperoleh keadilan, hak atas kesejahteraan, dan hak anak.

Komnas HAM juga menemukan adanya penggunaan kekuatan yang berlebihan dari aparat untuk mengendalikan massa.

Aparat disebut menggunakan senjata api dan peluru tajam. Indikasi penggunaan kekuatan berlebihan tersebut terlihat dari dampak yang ditimbulkan yaitu sembilan orang meninggal dunia dengan luka tembak, 58 orang luka-luka, serta adanya bekas tembakan peluru tajam di dinding beberapa bangunan.

Kerusuhan di Distrik Wamena sendiri telah menyebabkan 11 korban meninggal dunia, 58 orang luka-luka, dan 920 orang terpaksa mengungsi.

 Komentar

Berita Terbaru
Otomotif31 Agustus 2026 08:48
Tasming Hamid Dukung Bhayangkara Off-Road Merdeka Seri V, 500 Offroader Ramaikan Rute Menuju Parepare
Pedomanrakyat.com, Perapare- Sebanyak 500 peserta mengikuti Bhayangkara Off-Road Merdeka Seri V Tahun 2026 yang digelar selama tiga hari, 28-30 Agus...
Politik31 Agustus 2026 08:46
Pangkep Sukses Jadi Tuan Rumah MTQ KORPRI Nasional VIII, Ketua DPRD Haris Gani Beri Apresiasi
Pedomanrakyat.com, Pangkep – Ketua DPRD Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Haris Gani mengapresiasi suksesnya pelaksanaan MTQ KORPRI N...
Ekonomi31 Agustus 2026 07:37
Sukses Gelar Penutupan MTQ KORPRI Nasional, Pemkab Pangkep Perkenalkan Potensi Daerah
Pedomanrakyat.com, Pangkep – Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) menunjukkan komitmennya memberikan pelayanan terbaik dalam ...
Metro31 Agustus 2026 07:30
Kembali ke Kampung Halaman, Heriwawan Jalan Sehat Bareng 1.000 Warga Tellulimpoe Sinjai
Pedomanrakyat.com, Sinjai – Anggota DPRD Sulawesi Selatan, Heriwawan, kembali ke kampung halamannya di Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sinjai, ...