Pedomanrakyat.com, Makassar – Pembinaan atlet Kota Makassar mulai diarahkan lebih terukur dan berbasis data. Bidang Sport Science KONI Kota Makassar meluncurkan aplikasi sederhana untuk membantu pelatih menyusun sekaligus memantau program latihan atlet menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVIII 2026 di Bone-Wajo.
Aplikasi berbasis Microsoft Excel tersebut menjadi salah satu luaran Workshop Peran Pelatih dalam Menyusun Program Latihan Atlet yang digelar Bidang Sport Science KONI Makassar.
Aplikasi yang dikembangkan Ketua Bidang Sport Science KONI Makassar, Khairil Anwar, S.Or., M.Pd., dirancang untuk memudahkan pelatih dalam menyusun, mengaktualisasikan, dan memonitoring program latihan secara sistematis dan terukur.
Baca Juga :
Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan program latihan tidak hanya disusun berdasarkan pengalaman, tetapi juga dapat dipantau dan disesuaikan dengan kondisi aktual atlet.
Khairil mengatakan aplikasi tersebut sengaja dibuat sederhana agar mudah digunakan oleh para pelatih dari berbagai cabang olahraga.
“Aplikasi ini sederhana dan dibuat agar mudah digunakan oleh pelatih. Harapannya, program latihan dapat direncanakan dengan lebih baik, pelaksanaannya dapat dipantau, dan respons atlet terhadap latihan juga dapat diketahui sehingga pelatih dapat mengambil keputusan secara lebih tepat,” ujar Khairil, Minggu (16/8/2025).
Tidak hanya mencatat program latihan, aplikasi tersebut juga dilengkapi fitur wellness monitoring. Fitur ini memungkinkan pelatih memantau kondisi harian atlet berdasarkan laporan yang diberikan atlet.
Beberapa aspek yang dapat dipantau meliputi kualitas tidur, tingkat kelelahan, nyeri otot, stres, hingga kesiapan atlet mengikuti latihan.
Data tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi pelatih untuk menentukan dan menyesuaikan beban latihan sesuai kondisi fisik maupun respons atlet.
Dengan demikian, pelatih dapat menghindari pemberian beban latihan yang tidak sesuai dengan kondisi atlet dan sekaligus menjaga proses latihan tetap optimal.
KONI Makassar berharap penerapan teknologi sederhana tersebut dapat memperkuat kualitas pembinaan atlet menjelang Porprov XVIII 2026.
Workshop tersebut juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi pelatih agar mampu merancang program latihan yang terarah, terukur, serta sesuai dengan kebutuhan masing-masing atlet.
Melalui pendekatan sport science berbasis data, KONI Makassar mendorong agar pembinaan tidak berhenti pada pelaksanaan latihan, tetapi juga mencakup proses perencanaan, pemantauan, evaluasi, dan pengambilan keputusan secara berkelanjutan.
Inovasi tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kualitas pembinaan sekaligus mendukung target prestasi kontingen Kota Makassar pada Porprov XVIII 2026 Bone-Wajo.

Komentar