Kunjungi UNHAS, Deputi Dalduk BKKBN RI Bahas Penanganan Stunting

Muh Saddam
Muh Saddam

Kamis, 03 November 2022 14:20

Kunjungan Deputi Dalduk BKKBN RI ke Kampus Unhas Makassar.
Kunjungan Deputi Dalduk BKKBN RI ke Kampus Unhas Makassar.

Pedomanrakyat.com, Makassar – Deputi Pengendalian Penduduk (Dalduk) BKKBN RI, Dr. Eng. Bonivasius Prasetyo Ichtiarto, mengunjungi kampus Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, di Ruang Rektor Unhas, Lantai 8 Gedung Rektorat, Selasa (1/11/2022).

Dalam kujungan itu, Deputi Dalduk BKKBN RI diterima langsung Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc, membahas terkait program Percepatan Penurunan Stunting.

Turut hadir dalam kesempatan itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Dra. Hj. Andi Ritamariani, M.Pd dan Direktur Kerjasama Pendidikan Kependudukan BKKBN, Dr. Edi Setiawan, S.Si, M.Sc, MSE.

Deputi Dalduk BKKBN, Bonivasius mengatakan, selain membahas bersama upaya strategis pencegahan dan penanganan Stunting.

“Pertemuan ini sekaligus mendorong Universitas Hasanuddin menjadi Koordinator Konsorsium Perguruan Tinggi Peduli Kependudukan di Indonesia Timur,” jelas Bonivasius.

Bonivasius menyampaikan dalam penanganan Stunting dibutuhkan peran strategis perguruan tinggi untuk bersama sama menyelesaikan permasalahan stunting di Indonesia. Dirinya berharap, Unhas dan BKKBN bisa bersinergi dalam penanganan stunting.

Dalam kesempatan itu, Bonivasius menyampaikan ungkapan terima kasih atas keterlibatan aktif Unhas dalam mendorong pencegahan dan penanganan stunting.

Ditambahkan, saat ini ada dua isu kependudukan yang selalu diperbincangkan yaitu penanganan Stunting dan penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

“Kemiskinan ekstrem kemungkinan bisa dihapus jika penanganan stunting bisa dikendalikan” ujar Bonivasius.

Bonivasius menyebutkan sebagai koordinator Percepatan Penurunan Stunting, BKKBN telah melakukan berbagai upaya dan kerjasama dengan melibatkan berbagai pihak, salah satunya perguruan tinggi dengan meluncurkan program Mahasiswa Peduli Stunting atau disebut Mahasiswa Penting.

Ia menilai jika mahasiswa memiliki peran strategis dalam melakukan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat khususnya keluarga berisiko Stunting.

“Pencegahan Stunting dilakukan bahkan pada masa prakonsepsi, maka dari itu edukasi pada masyakat sangat penting dilakukan dengan melibatkan mahasiswa-mahasiswa yang ada di perguruan tinggi” terang Bonivasius.

Sementara itu, Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc, menyatakan siap berkolaborasi dengan BKKBN dalam mengawal generasi anti Stunting

Prof. Jamaluddin menyampaikan beberapa program strategis Unhas dalam mendorong pencegahan dan penanganan stunting.

Dirinya menjelaskan, seluruh fakultas utamanya Fakultas Kedokteran dan Kesehatan masyarakat banyak terlibat melakukan pendampingan pada ibu hamil hingga melahirkan pada 1000 hari pertama kehidupan.

“Unhas sudah bergerak melalui Gerakan Kampus Peduli Stunting dengan menggandeng pemerintah daerah melalui berbagai program yang melibatkan dosen serta mahasiswa untuk terjun langsung kepada masyarakat. Ini menjadi komitmen Unhas untuk terlibat dalam permasalahan stunting, dan tentunya kami siap berkolaborasi dengan BKKBN,” ungkap Rektor Unhas.

Lebih lanjut, ia mengatakan untuk mengoptimalkan pencegahan dan penanganan stunting, peran perguruan tinggi sangat dibutuhkan untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam penanganan stunting.

Menurutnya, perguruan tinggi mempunyai kontribusi dalam memberikan dukungan terhadap berbagai kebijakan pemerintah. Jika seluruh kampus bersinergi, maka akan lahir generasi Indonesia yang berkualitas dan penanganan stunting dapat terlaksana secara optimal.

“Mahasiswa sebagai agent of change diharapkan dapat menjadi tumpuan kita untuk melakukan edukasi pencegahan stunting” ungkapnya.

Disebutkan jika program 1000 Hari Pertama kehidupan merupakan salah satu program yang masih dijalankan Universitas Hasanuddin Sejak tahun 2015 dimana setiap mahasiswa mendampingi seorang ibu hamil.

Pendampingan tersebut dimulai sejak seorang wanita dinyatakan hamil hingga anak berumur 2 tahun. Kedua program ini bisa dikolaborasi sebagai gerakan moral mengawal generasi emas anti Stunting.

 Komentar

Berita Terbaru
Metro15 September 2026 18:27
DPRD Sulsel Beri Waktu 3 Bulan ke Pelni, Pelindo dan KSOP Benahi SOP Buruh Bagasi Pelabuhan
Pedomanrakyat.com, Makassar – Komisi E DPRD Sulawesi Selatan bersama Komisi D DPRD Sulsel memberi waktu tiga bulan kepada PT Pelni, Pelindo, dan...
Metro15 September 2026 17:26
BPBD Makassar Kembali Salurkan 3,04 Juta Liter Air untuk 92.931 Jiwa
Pedomanrakyat.com, Makassar – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, terus memperkuat penanganan Tanggap Darurat Bencana (TDB...
Metro15 September 2026 16:25
Appi Desak Pertamina Investigasi Total Pangkalan, Imbas Kelangkaan Gas Melon di Makassar
Pedomanrakyat.com, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, merespons persoalan kelangkaan LPG 3 kilogram (kg) yang mulai di...
Politik15 September 2026 14:57
Sidak Singkat Bupati Ibas, Beasiswa Hingga Bersihnya Ruangan Prokopim Jadi Sorotan
Pedomanrakyat.com, Lutim – Memanfaatkan waktu luang, Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam memilih turun langsung ke lapangan untuk memastikan ko...