Makassar Bersiap Punya Restoran dan Wisata Terapung

Nhico
Nhico

Sabtu, 13 September 2025 09:55

Makassar Bersiap Punya Restoran dan Wisata Terapung

Pedomanrakyat.com, Makassar – Perusahaan Bajau Indo melalui CEO PT Asa Kreasi Global, menawarkan inovasi wisata air sekaligus solusi ramah lingkungan di kawasan Pantai Losari dan juga untuk pesisir pulau menjadi destinasi wisata.

Gagasan ini, berupa perahu wisata pengganti perahu bebek di Losari, dengan kapasitas 15 orang, dilengkapi fasilitas modern, serta sistem pembersih laut yang mampu mengangkut sampah hingga dua ton.

Perusahaan Bajau Indo melalui CEO PT Asa Kreasi Global, Taufiqurrahman Ridwan mengatakan, inovasi ini bukan hanya untuk pariwisata, tetapi juga memberikan manfaat lingkungan.

“Perahu kami dilengkapi trash collector yang bisa menarik dan menampung sampah dalam jumlah besar. Dengan begitu, sambil berwisata, laut kita juga tetap terjaga kebersihannya,” jelas Taufiqurrahman saat menghadiri Rapat Teknis Bajau Indo terkait Trash Collector Conveyor bersama Pemkot Makassar, di Balai Kota, Jumat (12/9/2025).

Dari perusahaan Bajau Indo juga, memperkenalkan teknologi pontoon modular, yakni objek terapung yang dapat disesuaikan ukurannya sesuai kebutuhan.

Struktur perahu wisata ini terbuat dari plastik memiliki karakteristik khusus yang dijadikan penentu fungsi mereka. Plastik LLDPE (Linear Low-Density Polyethylene) merupakan salah satu yang paling terkenal.

Uniknya, desain permukaan dibuat bermotif batik dengan kunci pengikat terinspirasi dari Candi Borobudur, serta rangka berbahan aluminium anti karat.

Konsep modular ini fleksibel, bisa dipindahkan dengan mudah, stabil mengikuti pasang surut air, dan aman digunakan.

“Mulai dari dermaga, marina, hingga restoran terapung bisa diwujudkan tanpa harus membangun struktur permanen,” tambahnya.

Dengan konsep wisata dan lingkungan yang terintegrasi, Bajau Indo optimistis solusi pontoon modular dan perahu wisata dapat menjadi daya tarik baru Makassar sekaligus berkontribusi pada pengelolaan sampah laut secara modern.

Teknologi pontoon modular ini bahkan sudah diaplikasikan di berbagai lokasi, seperti Kebun Raya Bogor dan Bali, serta dimanfaatkan komunitas lingkungan Pandawara untuk membersihkan sungai.

Kapasitasnya mampu menampung sampah hingga dua ton dengan panjang 6 meter. Taufiqurrahman menyebut, konsep restoran terapung (floating restaurant) berpotensi menjadi daya tarik wisata baru.

“Restoran apung ini menawarkan pengalaman berbeda karena menggabungkan kuliner dengan suasana alam di atas air. Nilai estetiknya tinggi, cocok untuk meningkatkan kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara,” terangnya.

 Komentar

Berita Terbaru
Metro25 September 2026 22:30
Andi Sudirman Paparkan Capaian Digitalisasi Keuangan Sulsel di Forum Nasional FEKDI x IFSE 2026
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menjadi narasumber dalam Festival Ekonomi Keuangan Digital Indones...
Metro25 September 2026 22:24
Konsep RTH Sepanjang Pedestrian Jalan Kajaolalido-Thamrin, Pemkot Siapkan Pohon “Natif” Lokal Sulawesi
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pemerintah Kota Makassar, tak ingin revitalisasi pedestrian Kajaolalido-Thamrin hanya berorientasi pada pembanguna...
Metro25 September 2026 22:04
DPRD Sulsel Sudah 2 Tahun Bertugas, Cicu: Masih Ada 3 Tahun untuk Mengabdi
Pedomanrakyat.com, Makassar – Dua tahun menjalankan masa jabatan, DPRD Sulawesi Selatan menghadapi beragam dinamika dan aspirasi masyarakat yang dis...
Metro25 September 2026 21:23
Jalan Kajaolalido-Thamrin Jadi Proyek Percontohan Pedestrian Terintegrasi di Pusat Makassar
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pemerintah Kota Makassar, melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) mulai merevitalisasi kawasan pedestrian di Jalan Kajao...