Marak Kecelakaan Kereta Api, Komisi V DPR RI Minta Kemenhub Evaluasi SDM

Muh Saddam
Muh Saddam

Kamis, 18 Januari 2024 20:43

Anggota Komisi V DPR RI, Muhammad Fauzi
Anggota Komisi V DPR RI, Muhammad Fauzi

Pedomanrakyat.com, Jakarta – Maraknya kecelakaan kereta api belakangan ini dinilai tak lepas dari manajemen serta sumber daya manusia (SDM) yang menuntut untuk terus diperbarui.

Hal itu diungkapkan Anggota DPR RI Muhammad Fauzi usai rapat gabungan Menteri Perhubungan, PUPR, BMKG, Basarnas dan Kepolisian di Komisi V DPR RI, Kamis (18/1/2024).

“Kalau kita lihat pranata kereta api dari segi infrastruktur sudah memadai. Tetapi kemungkinan sumber daya manusia-nya yang mesti dilakukan upgrading agar mengurangi human error dalam pengoperasian perkeretaapian Indonesia,” kata Muhammad Fauzi.

Anggota DPR RI Dapil Sulsel III itu berharap, banyaknya kasus yang terjadi belakangan menjadi bahan evaluasi yang cukup untuk melakukan perbaikan di tubuh pengelolah kereta api.

“Mungkin juga perlu penyegaran, bagi tenaga kerja yang sudah sepuh untuk tidak lagi ditempatkan di posisi-posisi strategis dan rawan untuk terjadi kesalahan dan pelanggaran SOP,” tambahnya.

Menurut Fauzi, cukup ironis karena kecelakaan kereta api terjadi di daerah dengan pembiayaan sangat besar untuk sektor kereta api. Jika membandingkan dengan daerah lain sangat jauh dibandingkan alokasi untuk kereta di daerah Jawa.

“Ini juga mungkin sinyal untuk kita lakukan pemerataan layanan kereta api di daerah lain seperti Sulawesi misalnya,” jelasnya.

Suami Bupati Lutra Indah Putri Indriani ini juga menyampaikan duka mendalam terhadap korban baik meninggal maupun luka pada sejumlah kecelakaan kereta yang terjadi belakangan.

Kecelakaan tabrakan kereta api (KA) Turangga dengan KA Lokal Bandung Raya pada Jumat (5/1/2024). Disusul anjloknya KA Pandalungan pada Ahad (14/1/2024).

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, investigasi masih terus berlangsung dan belum ada hasil akhir. Namun berdasarkan investigasi awal penyebab kecelakaan tersebut karena faktor kesalahan manusia (human error).

“Jadi dari apa yang kita amati sementara ini memang KNKT belum memberikan suatu results (hasil), ada satu kemungkinan bahwa ada kesalahan teknis ya, pelanggaran SOP (standard operating procedure/standar operasional prosedur), berarti faktor manusia dan hal-hal lain yang sedang kita identifikasi,” ujarnya saat rapat kerja dengan Komisi V DPR RI.

 Komentar

Berita Terbaru
Metro31 Agustus 2026 12:22
Maulid DWP Makassar, Ketua Tim Penggerak PKK Makassar Ingatkan Pentingnya Doa dan Dukungan Istri
Pedomanrakyat.com, Makassar — Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, membuka kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang disel...
Metro31 Agustus 2026 11:50
DPRD Makassar Inisiasi Ranperda Jamsostek, Perkuat Perlindungan Pekerja
Pedomanrakyat.com, Makassar – DPRD Kota Makassar menginisiasi Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Sosi...
Metro31 Agustus 2026 09:06
Wali Kota Munafri Bawa Penguatan Pengelolaan Aset Daerah ke Rapat Paripurna DPRD Makassar
Pedomanrakyat.com, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengajukan perubahan regulasi pengelolaan barang milik daerah. Perubahan te...
Otomotif31 Agustus 2026 08:48
Tasming Hamid Dukung Bhayangkara Off-Road Merdeka Seri V, 500 Offroader Ramaikan Rute Menuju Parepare
Pedomanrakyat.com, Perapare- Sebanyak 500 peserta mengikuti Bhayangkara Off-Road Merdeka Seri V Tahun 2026 yang digelar selama tiga hari, 28-30 Agus...