Masyarakat Harus Tekuni Dunia Pertanian, Permintaan Wapres Maruf Amin

A. Zafran
A. Zafran

Rabu, 05 Mei 2021 00:04

Masyarakat Harus Tekuni Dunia Pertanian, Permintaan Wapres Maruf Amin

Pedoman Rakyat, Jakarta – Wakil Presiden RI, Maruf Amin mengajak masyarakat Indonesia untuk menekuni dunia pertanian, khususnya budidaya dan bercocok tanam.

Ajakan ini disampaikan Wapres dalam Seminar Ketahanan Pangan Nasional yang digelar di Hotel Gran Melia, Jakarta melalui virtual zoom, Senin, 3 April 2021.

“Marilah keluarga Indonesia berkegiatan tani atau cocok tanam. Ajak anggota keluarga menanam sayur, kacang-kacangan, atau buah-buahan, demi ketahanan pangan di rumah,” katanya.

Menurut Wapres, hanya dengan cara itu ketersediaan pangan dapat terjaga dengan baik, sehingga ke depan Indonesia mampu menghasilkan generasi sehat sebagai calon penerus bangsa.

“Dengan terjaminnya ketersediaan pangan, anak-anak akan mendapat asupan gizi yang sehat, nutrisi yang baik dan tubuh yang sehat pula sebagai calon penerus bangsa,” katanya.

Wapres mengatakan, ketahanan pangan merupakan sebuah keharusan seperti yang tertulis pada pasal 27 UUD 1945, dan dinilai sebagai hak asasi manusia.

“Hak untuk memperoleh pangan adalah hak asasi manusia, seperti tertulis di pasal 27 UUD 1945 dan deklarasi Roma,” katanya.

Wapres menambahkan, ke depan tantangan dalam mewujudkan ketahanan pangan semakin tinggi, mengingat dari tahun ke tahun, pertumbuhan jumlah penduduk Indonesia semakin banyak. Hal ini berbanding terbalik dengan luas lahan pertanian yang semakin menipis.

“Karena itu kewajiban pemerintah berhadapan dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk. Saat ini, populasi Indonesia mencapai 270,20 juta jiwa, dan di tahun 2045 diperkirakan menjadi 319 juta jiwa. Penduduk bertambah, lahan berkurang. Alih fungsi lahan jadi isu serius yang berimbas pada kesejahteraan petani dan semua ekologi,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Harvick Hasnul Qolbi menambahkan bahwa perlahan tapi pasti pertanian Indonesia terus menunjukkan perkembangan yang makin baik. Ini terlihat dari jumlah produksi yang kian hari kian surplus.

“Saya mau bilang kalau pertanian Indonesia saat ini semakin baik, bahkan jumlah dalam setiap panen selalu surplus. Insyaallah kita bisa menjaga ketersediaan pangan,” tutupnya.

Sejalan dengan hal ini, Jumlah petani di Indonesia disebut Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengalami penambahan hingga 8 juta orang. Penambahan sebanyak ini dikatakan Syahrul karena kondisi pandemi Covid-19.

Pandemi yang sudah berjalan lebih dari setahun ini disebut telah membuat banyak orang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Banyak dari mereka pulang kampung menjadi petani. Karena itu pertanian merupakan salah satu sektor yang dapat berkontribusi positif saat pandemi. Kebutuhan pangan yang terus meningkat membuat sektor pertanian menyediakan lapangan pekerjaan yang sangat luas.

 

 Komentar

Berita Terbaru
Nasional14 Mei 2021 17:05
Pesawat Rombongan WNA China Masuk Indonesia saat Lebaran Tak Terdaftar Jadwal Kedatangannya
Pedoman Rakyat, Jakarta – Sebanyak 114 warga negara asing (WNA) asal China masuk ke Indonesia, pada Kamis (13/5/2021) atau pada saat hari raya i...
Nasional14 Mei 2021 16:46
Muhammadiyah: KPK Tamat di Tangan Jokowi, Ali Ngabalin: Cocoknya Buat LSM
Pedoman Rakyat, Jakarta – Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin memposting berita pernyataan Muhammadiyah tentang komisi p...
Nasional14 Mei 2021 16:01
Lebaran Hari Kedua, Gempa 7,2 Magnitudo Guncang Nias Barat, Warga Berlarian Keluar Rumah
Lebaran Hari Kedua, Gempa Berkekuatan 7,2 Magnitudo Guncang Nias Barat, Warga Panik dan keluar Rumah...
Hiburan14 Mei 2021 15:01
Cegah Penyebaran COVID-19 saat Lebaran dengan Cara Ini
Cegah Penyebaran COVID-19 saat Lebaran dengan Cara Ini...