Mentan Paparkan Inovasi Kunci Hadapi Perubahan Iklim di Pertemuan D-8

Nhico
Nhico

Jumat, 14 Januari 2022 12:58

Mentan Syahrul Yasin Limpo Paparkan Inovasi Kunci Hadapi Perubahan Iklim di Pertemuan D-8.
Mentan Syahrul Yasin Limpo Paparkan Inovasi Kunci Hadapi Perubahan Iklim di Pertemuan D-8.

Pedoman Rakyat, Jakarta- Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan bahwa di masa pandemi Covid-19, sektor pertanian telah menunjukkan ketangguhannya sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia. Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan ke-7 Tingkat Menteri Pertanian dan Ketahanan Pangan negara-negara D-8 yang diselenggarakan secara virtual.

“Saat puncak pandemi pada tahun 2020, dibandingkan dengan kontribusi sektor lainnya, PDB sektor pertanian tercatat paling tinggi sebesar 16,24% meskipun PDB nasional mengalami kontraksi sebesar -4,19%. Para petani juga masih diuntungkan karena NTUP tahun 2020 yang meningkat 0,51% dari tahun sebelumnya”, jelas SYL.

Namun, ketergantungan sektor pertanian terhadap kondisi alam pun tidak dapat dipungkiri. Sektor pertanian sangat sensitif terhadap dampak perubahan iklim, karena bertumpu pada siklus air dan cuaca untuk menjaga produktivitasnya. Maka pemilihan tema terkait iklim dalam pertemuan negara D-8 kali ini merupakan hal yang tepat.

“Saya memandang pemilihan tema Pengembangan Climate Smart Agriculture (CSA) sangat tepat sebagai isu prioritas bagi negara D-8 di tengah situasi pertanian global yang menghadapi tekanan akibat perubahan iklim,” ungkap Mentan lebih lanjut.

Mentan mencatat terdapat setidaknya empat inovasi kunci dalam CSA, yakni pengelolaan dan pemanfaatan air secara lebih efisien dan berkelanjutan, perbaikan dalam pengelolaan hara dan pupuk, penerapan biofortifikasi pada tanaman pangan utama nasional, serta penerapan inovasi dan teknologi untuk menekan kehilangan hasil dan limbah pangan/Food Loss and Waste (FLW).

“Beberapa inovasi yang telah kami terapkan, diantaranya adalah mendorong implementasi Good Handling Practices (GHP); perbaikan kualitas ruang penyimpanan hasil panen; dan penerapan teknik pemanenan yang lebih baik melalui perbaikan desain mesin panen serta memberikan pelatihan bagi operator dan bimbingan teknis bagi petani”, jelas SYL lebih lanjut.

Terakhir, Mentan memastikan komitmen Indonesia yang siap berbagi pengalaman dengan seluruh anggota D-8. “Saya berharap melalui forum kerjasama ini kita dapat memperkuat sinergitas dalam mendorong adopsi inovasi dan teknologi CSA untuk adaptasi dan mitigasi perubahan iklim secara luas khususnya di negara-negara angota D-8 dan dunia internasional pada umumnya,” pungkasnya.

Negara D-8 atau Developing Eight sendiri merupakan kelompok delapan negara berkembang yang memiliki mayoritas penduduk Muslim yang awalnya dimaksudkan untuk menghimpun kekuatan negara-negara anggota OKI (Organisasi Kerjasama Islam). Dalam perkembangannya, negara D-8 kemudian bertransformasi menjadi kelompok negara yang ditujukan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat negara anggotanya melalui pembangunan ekonomi dan sosial serta justru tidak bersifat eksklusif keagamaan. Adapun anggota negara D-8 adalah Bangladesh, Mesir, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, Turki, serta Indonesia.

 Komentar

Berita Terbaru
Hukum/Kriminal16 Januari 2022 22:46
Kodong! 2 Bocah Hilang Terseret Ombak di Pantai Anging Mammiri Makassar Belum Ditemukan hingga Malam
Pedoman Rakyat, Makassar- Dua bocah yang hilang terseret ombak saat berwisata di Pantai Anging Mammiri, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, hingga saat...
Daerah16 Januari 2022 21:51
RSUD Bantaeng Sudah Terapkan Metode ERACS, Proses Persalinan ala Nagita Slavina
Pedoman Rakyat, Bantaeng – Artis papan atas, Nagita Slavina melahirkan putra keduanya dengan persalinan sesar. Dua jam setelah persalinan, Nagit...
Daerah16 Januari 2022 21:45
Pangkep Tuan Rumah Rakerwil Lazismu se Sulsel
Pedoman Rakyat, Pangkep – Pangkep menjadi tuan rumah pelaksanaan rapat kerja wilayah(Rakerwil) Lazismu se-Sulawesi Selatan. Rakerwil Lasizmu b...
Nasional16 Januari 2022 20:24
Akademisi Ubedillah Badrun Dilaporkan Balik Pendukung Jokowi, Netizen: Banyak Penjilat yang Ngaku Aktivis 98
Pedoman Rakyat, Makassar- Nama Akademisi Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun, kembali ramai diperbincangkan warganet yang ada di twiter....