Mentan SYL Lepas Ekspor Telur Senilai Rp 3 Miliar

Nhico
Nhico

Senin, 22 November 2021 17:44

Mentan SYL Lepas Ekspor Telur Senilai Rp 3 Miliar 

Pedoman Rakyat, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia menggalakkan ekspor pertanian dalam sejumlah program. Terbaru, Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) melepas ekspor telur tetas atau hatching egg (HE) Parent Stock Ayam Broiler PT CJ PIA sebanyak 58 ribu butir senilai Rp 3 miliar.

“Kami mengapresiasi kepada pelaku usaha yang terus semangat untuk memproduksi produk unggas, bahkan bisa untuk memenuhi pasar ekspor,” kata SYL di acara pelepasan Ekspor Hatching Egg (Telur Tetas) Parents Stock Ayam Broiler dari PT CJ PIA ke Myanmar, pada Jumat (19/11).

Sponsored by ADVERTNATIVE

Upaya ekspor yang dilakukan oleh PT CJ PIA menunjukkan kemampuan peternak dalam negeri untuk bersaing di pasar global. SYL menjelaskan ekspor dan investasi sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo merupakan kunci penting untuk kemajuan ekonomi Indonesia sehingga dapat menekan ketimpangan, kesenjangan, dan kemiskinan.

Berdasarkan data BPS, kinerja ekspor komoditas peternakan pada tahun 2021 periode bulan Januari-Oktober dibukukan mencapai 278.563 ton dengan nilai 986.378 dolar AS atau setara Rp 14.302 triliun. Dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2020, pada tahun 2021 volume ekspor meningkat sebesar 4,53 persen dan nilai ekspor meningkat sebesar 33,74 persen.

“Ekspor ini bukti nyata semangat peternak untuk berbuat sesuatu pada bangsa ini tanpa melihat besar kecilnya nilai transaksi,” katanya.

Selain itu, ekspor telur tetas juga menunjukan keberhasilan Indonesia dalam penerapan kompartemen bebas flu burung yang telah dipublikasi pada website Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE). SYL menerangkan, saat ini ekspor bukan hanya dapat dilakukan oleh perusahaan skala besar.

Peluang ekspor juga masih terbuka luas bagi pelaku usaha menengah bahkan usaha kecil dan mikro di bidang peternakan. Sektor kesehatan hewan sampai pada para peternak juga bisa melakukan ekspor asal dipersiapkan secara serius.

“Pemerintah wajib hadir mendampingi agar ekspor berjalan lancar,” katanya.

Berbagai komoditas peternakan Indonesia saat ini telah mampu menembus pasar internasional. Seperti daging ayam olahan, sarang burung walet, pakan ternak, obat hewan, produk susu olahan, ternak babi, kambing, domba, kelinci hidup hingga produk larva.

Total negara tujuan ekspor produk peternakan dan kesehatan hewan sampai saat ini telah ke 97 negara. Melalui program Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (GRATIEKS), ia menargetkan pertumbuhan volume ekspor peternakan pada tahun 2024 naik 300 persen menjadi 884.212 ton ke 100 negara tujuan.

Pemanfaatan peluang ekspor juga diperlukan adanya dukungan dari seluruh stakeholder terkait. Terutama dalam penerapan standar-standar internasional mulai dari hulu ke hilir. Penerapan standar internasional diperlukan untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk Indonesia.

“Selain itu, mampu mencari negara tujuan baru, dan mengidentifikasi permintaan produk yang dibutuhkan oleh negara lain,” katanya.

Hal terpenting, prinsip yang harus dipenuhi dalam mengisi peluang ekspor adalah adanya jaminan kualitas, kuantitas dan keberlanjutan. Manager Operasional PT CJ PIA, Nana Hadiatna mengatakan pihaknya berupaya keras dalam menjawab tantangan pemerintah yang mendorong pelaku usaha untuk ekspor produk.

“Hal ini menjadi pembuktian keseriusan kami dalam meningkatkan kuantitas dan kualitas produk sehingga dapat di ekspor ke negara lain,” katanya.

Nana menegaskan, langkah tersebut dapat tercapai atas kerja sama yang dilakukan oleh seluruh mitra kerja. Terutama dengan Kementerian Pertanian, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Ekspor dinilai sangat penting, terlebih pada masa pandemi Covid-19 disaat daya beli masyarakat domestik dinilai masih lemah. Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Nasrullah berharap ekspor yang dilakukan oleh PT CJ PIA bisa terus meningkat. Sekaligus memotivasi bagi pelaku usaha lain untuk tetap berupaya melakukan percepatan ekspor komoditas peternakan lainnya.

 Komentar

Berita Terbaru
Metro06 Desember 2021 18:26
Peringatan Dini BMKG: Semua Daerah di Sulsel Waspada Hujan Lebat-Angin Kencang dan Potensi Banjir
Pedoman Rakyat, Makassar – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Sulawesi Sel...
Hiburan06 Desember 2021 18:06
Celine Evangelista Ikut Merasa Bersalah Kematian Novia Widyasari, Tak Balas DM Curhatannya
Pedoman Rakyat, Jakarta – Penyesalan Celine Evangelista atas kematian Novia Widyasari baru terungkap. Celine Evangelista mengaku kaget setelah m...
Hukum/Kriminal06 Desember 2021 17:19
Security Asal Gowa Tewas Ditikam di Sebuah Kafe Makassar
Pedoman Rakyat, Makassar- Seorang pria berinisial AB (30) meregang nyawa usai nongkrong di kafe Noyu, Jalan Syarif Al Qadri, Kecamatan Makassar, Kota ...
Daerah06 Desember 2021 16:45
Sungai di Soppeng Sulsel Meluap, Dua Rumah Hanyut Terbawa Arus
Pedoman Rakyat, Soppeng- Dua unit rumah panggung di Kabupaten Soppeng, Sulsel hanyut terbawa arus sungai yang meluap. Senin (6/12/2021). Peristiwa yan...