MK Hapus Ambang Batas Parlemen 4 Persen

Nhico
Nhico

Jumat, 01 Maret 2024 07:40

MK Hapus Ambang Batas Parlemen 4 Persen

Pedomanrakyat.com, Jakarta – Pada sidang yang berlangsung Kamis, 29 Februari, MK mengabulkan sebagian gugatan uji materi Perludem mengenai ketentuan ambang batas parlemen sebesar 4 persen suara sah nasional yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

“Mengabulkan permohonan pemohon untuk sebagian,” kata Ketua MK Suhartoyo membacakan amar putusan dalam Sidang Pleno MK.

MK memutuskan norma Pasal 414 ayat (1) UU Pemilu adalah konstitusional sepanjang tetap berlaku untuk Pemilu DPR 2024 dan konstitusional bersyarat untuk diberlakukan pada Pemilu DPR 2029 dan pemilu berikutnya, sepanjang telah dilakukan perubahan ambang batas parlemen dengan berpedoman pada persyaratan yang telah ditentukan.

Dalam perkara ini, Perludem menggugat frasa “partai politik peserta pemilu harus memenuhi ambang batas perolehan suara paling sedikit empat persen dari jumlah suara sah secara nasional untuk diikutkan dalam penentuan perolehan kursi anggota DPR”.

Perludem ingin norma pada pasal tersebut diganti menjadi “partai politik peserta pemilu harus memenuhi ambang batas perolehan suara efektif secara nasional untuk diikutkan dalam penentuan perolehan kursi anggota DPR dengan ketentuan:

a. Bilangan 75 persen dibagi dengan rata-rata besaran daerah pemilihan, ditambah satu, dan dikali dengan akar jumlah daerah pemilihan;

b. Dalam hal hasil bagi besaran ambang parlemen sebagaimana dimaksud huruf a menghasilkan bilangan desimal, dilakukan pembulatan”.

Pertimbangan Hukum MK

Dalam pertimbangan hukum yang dibacakan oleh Wakil Ketua MK Saldi Isra, MK tidak menemukan dasar rasionalitas dalam penetapan besaran angka atau persentase paling sedikit empat persen dimaksud dalam pasal tersebut.

Saldi juga menyebut angka ambang batas parlemen tersebut juga berdampak terhadap konversi suara sah menjadi jumlah kursi DPR yang berkaitan dengan proporsionalitas hasil pemilu.

Sebagai contoh, MK memaparkan, pada Pemilu 2004, suara yang terbuang atau tidak dapat dikonversi menjadi kursi adalah sebanyak 19.047.481 suara sah atau sekitar 18 persen dari suara sah secara nasional.

Kebijakan ambang batas parlemen dinilai telah mereduksi hak rakyat sebagai pemilih. Hak rakyat untuk dipilih juga direduksi ketika mendapatkan suara lebih banyak tetapi tidak menjadi anggota DPR karena partainya tidak mencapai ambang batas parlemen.

“Hal demikian disadari atau tidak, baik langsung atau tidak telah mencederai kedaulatan rakyat, prinsip keadilan pemilu, dan kepastian hukum yang adil bagi semua kontestan pemilu, termasuk pemilih yang menggunakan hak pilih. Berdasarkan hal tersebut, dalil pemohon yang pada pokoknya menyatakan ambang batas parlemen dan/atau besaran angka atau persentase ambang batas parlemen yang tidak disusun sesuai dengan dasar metode dan argumen yang memadai pada dasarnya dapat dipahami oleh Mahkamah,” kata Saldi.

 Komentar

Berita Terbaru
Edukasi19 April 2024 22:32
Idrus Marham Sebut Capaian Akreditasi Unggul UIN Alauddin Tak Terlepas dari Kiprah-Jejak Alumni
Pedomanrakyat.com, Makassar – Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar bersama Badan Pengurus Pusat (BPP) Ikatan Alumni (IKA) UIN mengge...
Politik19 April 2024 21:09
NasDem Sulsel Tegaskan Yusran Lalogau Calon Tunggal di Pilkada Pangkep 2024
Pedomanrakyat.com, Makassar – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sulsel mengusung Muhammad Yusran Lalogau (MYL) sebagai calon tunggal me...
Metro19 April 2024 20:37
Bappeda Gelar Rapat Hasil Penulisan RPJPD Kota Makassar
Pedomanrakyat.com, Makassar – Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappedal Kota Makassar mengadakan Rapat Penyajian Hasil Penulisan Rancangan RPJ...
Politik19 April 2024 17:10
Jelang Putusan MK, Idrus Marham Berpandangan Gugatan Paslon 01-03 Ditolak
Pedomanrakyat.com, Makassar – Politisi senior Partai Golkar, Idrus Marham menyampaikan pandangannya terkait dengan sengketa Pilpres 2024 yang te...