Munafri Instruksikan Lurah Kawal Kebersihan, UMKM, Hiingga Kamtibmas

Muh Saddam
Muh Saddam

Minggu, 12 Oktober 2025 19:19

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin secara resmi menutup kegiatan Retret Lurah se-Kota Makassar yang digelar di Malino.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin secara resmi menutup kegiatan Retret Lurah se-Kota Makassar yang digelar di Malino.

Pedomanrakyat.com. Makassar – Setelah tiga hari menjalani pembinaan intensif, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin secara resmi menutup kegiatan Retret Lurah se-Kota Makassar yang digelar di Malino, Kabupaten Gowa, Sabtu malam (11/10/2025).

Acara penutupan berlangsung hangat dan penuh semangat, dihadiri Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa, Sekretaris Daerah Andi Zulkifli Nanda, para staf ahli, asisten, kepala SKPD, camat, serta 153 lurah dari seluruh wilayah Makassar.

Kegiatan retret ini telah berlangsung sejak 10 hingga 12 Oktober 2025, berisi agenda padat mulai dari pendalaman materi, penguatan kapasitas kepemimpinan, peningkatan kerja sama tim, hingga studi lapangan.

Program ini merupakan bagian dari rangkaian transformasi kapasitas aparatur kelurahan, yang sebelumnya telah diawali dengan pembukaan di Balai Kota, pelatihan teknis bersama LAN RI, hingga kunjungan studi layanan publik.

Dalam arahannya, Munafri menekankan bahwa posisi lurah memiliki peranan vital dalam menjalankan visi dan misi Pemkot Makassar.

“Lurah adalah garda terdepan. Merekalah yang langsung bersentuhan dengan masyarakat dan menjadi wajah pemerintah di lapangan,” tegasnya.

Politisi Golkar itu mengingatkan agar para lurah memahami secara utuh tujuh program unggulan Pemkot Makassar, sekaligus memperkuat sektor-sektor yang menjadi kebutuhan dasar warga, seperti pengelolaan sampah, kebersihan lingkungan, dan pertanian lahan sempit.

“Semua bermuara di kelurahan. Jadi tolong dijaga dan dikawal betul,” jelas Munafri dalam arahannya.

Lebih lanjut, penekanan khusus juga diberikan pada masalah kebersihan kota. Orang nomor satu kota Makassar itu menegaskan, lurah harus menjadi motor penggerak dalam menjaga lingkungan.

Terutama pada musim penghujan yang sering menyebabkan genangan akibat saluran tersumbat.

“Jangan ada lagi sebutan Makassar kota jorok,” ucapnya dengan nada tegas.

Ia meminta setiap lurah memastikan warganya menerapkan pemisahan sampah organik dan non-organik, serta mengedukasi pelaku UMKM agar turut menjaga kebersihan area usaha mereka.

“Modalnya cuma dua ember. Kalau bisa dikelola dengan benar, maka tidak ada lagi tumpukan sampah,” tambahnya.

Munafri juga menegaskan pentingnya pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular, yang menurutnya bukan hanya soal kebersihan, tapi juga peluang pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Saya mau di RT dan RW itu sistem pengelolaan sampahnya terintegrasi. Harus ada teba, biopori, maggot, dan eco-enzyme,” tuturnya.

Selain kebersihan, mantan Bos PSM itu menegaskan kondisi sejumlah UMKM kuliner yang masih beroperasi di atas got atau saluran air. Dia menginstruksikan seluruh lurah untuk menertibkan dan membina para pelaku usaha tersebut agar lebih tertib dan higienis.

“Semua pelaku UMKM kuliner harus punya Sertifikat Laik Higienis dan Sanitasi (SLHS). Jangan lagi berjualan di atas got. Bagaimana dagangannya mau laku kalau tempatnya saja tidak layak,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Munafri juga menekankan pentingnya inovasi di tingkat kelurahan. Menurutnya, lurah harus kreatif mencari solusi dan menghadirkan ide yang memberi dampak langsung bagi masyarakat.

” Bangun komunikasi yang solutif dengan warga. Pastikan kamtibmas di wilayah masing-masing tetap terkendali. Jangan sampai ada kejadian di lapangan yang Bapak-Ibu tahu belakangan dari kami,” ujarnya mengingatkan.

Menutup arahannya, Munafri berpesan agar seluruh lurah menjaga amanah jabatan yang diemban dengan penuh dedikasi dan rasa tanggung jawab.

“Jabatan ini bukan sekadar posisi, tapi amanah. Mari bekerja dengan hati, karena hasilnya akan kembali kepada masyarakat yang kita layani,” tutupnya disambut tepuk tangan seluruh peserta retret.

Diketahui, orang nomor satu kota Makassar itu hadir langsung di Malino menggunakan tunggangan kenderaan roda dua, menembus jalan berkelok di antara pepohonan pinus dan udara sejuk yang menyapa wajah, menjadi sensasi seperti ajang pecinta touring motor.

Apalagi Malino, kawasan wisata pegunungan di Kabupaten Gowa, memang selalu punya magnet kuat bagi siapa pun yang ingin melepas penat dari hiruk-pikuk kota.

 Komentar

Berita Terbaru
Nasional06 Oktober 2026 23:30
Disaksikan Presiden Prabowo, Menhut Raja Juli Antoni Terima Penyerahan 259 Ribu Hektare Kawasan Hutan
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyaksikan langsung penyerahan denda administratif penyelamatan keu...
Daerah06 Oktober 2026 22:25
Pemkab Pinrang Gandeng PT Pos, Bupati Irwan Ingin Layanan Publik Makin Efektif
Pedomanrakyat.com, Pinrang- Pemerintah Kabupaten Pinrang bersama PT Pos Indonesia resmi membangun kerja sama melalui penandatanganan Kesepakatan Bersa...
Nasional06 Oktober 2026 21:30
Kemenhut Perkuat Pembinaan Saka Wanabakti Kalbar melalui 11 UPT Kehutanan
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Kementerian Kehutanan terus mendorong 11 Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Kalimantan Barat menjadi simpul pembinaan s...
Artikel06 Oktober 2026 21:11
Guru SD Jeneponto Jadi Tersangka Penganiayaan Murid, Kuasa Hukum Desak Polisi Segera Menahan
Pedomanrakyat.com, Jeneponto – Kasus perseteruan antara guru UPT SDN 14 Tamalatea, Jeneponto, dengan orang tua siswa memasuki babak baru. Hj Nur...