Pedomanrakyat.com, Jakarta – Menko PMK Muhadjir Effendy mengungkapkan meskipun saat ini kemiskinan ekstrem di Indonesia sudah mencapai 9 persen, pengentasannya justru semakin sulit. Muhadjir menganalogikannya dengan kerak nasi liwet.
“Makin dikit yang miskin bukan semakin mudah, justru semakin sulit untuk dihilangkan. Ibarat nasi liwet, ini adalah keraknya yang harus didatangi satu-satu,” kata Muhadjir dalam keterangan tertulisnya Minggu (20/3/2022).
Pernyataan itu disampaikan Muhadjir saat mengunjungi salah satu wilayah yang merupakan kantong kemiskinan ekstrem di Kabupaten Malang, tepatnya di Desa Wajak, Kecamatan Wajak, Sabtu (19/3). Muhadjir didampingi Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto.
Baca Juga :
Dalam kunjungannya, Muhadjir menemukan beberapa masalah kemiskinan ekstrem yang terjadi di sana, seperti banyaknya kondisi rumah yang tidak layak huni dan masih ada beberapa warga yang belum mendapat bansos.
“Tadi kita sudah lihat contoh konkret dengan berbagai permasalahan. Ada yang satu rumah tidak sampai 3×3 meter diisi oleh 7 orang, ada juga yang belum daftar BPJS padahal pemerintah sudah menyediakan gratis untuk warga miskin,” ungkap Muhadjir.
Dia menginstruksikan kepala desa dan camat untuk lebih rajin mendatangi warganya yang miskin ekstrem untuk didata. “Hal ini bertujuan agar warga bisa mendapatkan bansos dan layanan kesehatan dari pemerintah,” tambahnya.

Komentar