Peringati Hari Lahan Basah Sedunia 2026, Menhut Tekankan Peran Mangrove bagi Ekologi dan Ekonomi Pesisir

Nhico
Nhico

Senin, 09 Februari 2026 09:20

Peringati Hari Lahan Basah Sedunia 2026, Menhut Tekankan Peran Mangrove bagi Ekologi dan Ekonomi Pesisir

Pedomanrakyat.com, Jakarta – Dalam rangka memperingati Hari Lahan Basah Sedunia 2026, Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni mengunjungi lokasi rehabilitasi mangrove program Mangrove for Coastal Resilience (M4CR) di Desa Liagu, Provinsi Kalimantan Utara. Mengusung Tema “Rawat Tradisi, Lahan Basah Lestari”, Kementerian Kehutanan berkomitmen untuk melestarikan rehabilitasi mangrove seiring dengan tradisi masyarakat setempat.

“Kerusakan hutan mangrove akibat aktivitas manusia telah banyak kita temui. Perambahan kayu mangrove, alih fungsi kawasan untuk penggunaan lahan budidaya, permukiman, perindustrian dan sebagainya harus diimbangi dengan penambahan tutupan hutan dan lahan mangrove melalui kegiatan Rehabilitasi Mangrove”, tegas Menhut.

Menhut menegaskan bahwa rehabilitasi mangrove merupakan investasi jangka panjang untuk perlindungan wilayah pesisir sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dalam pelaksanaan program M4CR, masyarakat terlibat aktif dalam rehabilitasi mangrove, mulai dari penanaman, pemeliharaan, hingga pengembangan usaha masyarakat. Di Desa Liagu, pola tanam silvofishery diterapkan, yaitu sistem budidaya perikanan pesisir berkelanjutan yang memadukan usaha budidaya tambak, seperti udang, ikan, kepiting dengan konservasi hutan mangrove.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan, Dyah Murtiningsih, menekankan pentingnya mangrove sebagai barrier dari suatu tambak. Dalam pengelolaan tambak, menjaga keseimbangan ekologi harus tetap diutamakan guna meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil tambak.

Hingga tahun 2025, capaian rehabilitasi mangrove M4CR di Provinsi Kalimantan Utara seluas 6.543 hektar. Secara nasional, Program M4CR dilaksanakan di empat provinsi prioritas, yaitu Riau, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara. Selanjutnya melalui upaya penguatan pelaksanaan padiatapa sebagai bentuk persetujuan masyarakat, program ini diharapkan dapat mencapai target rehabilitasi hingga 27.634 hektar sampai tahun 2027.

Peringatan Hari Lahan Basah Sedunia 2026 di Kalimantan Utara diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga ekosistem lahan basah, meningkatkan ketahanan pesisir, serta mendorong kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.(*)

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah18 September 2026 15:41
Wabup Puspawati Tegaskan Luwu Timur Siap Eksekusi Arahan Presiden Pacu Pertumbuhan Ekonomi
Pedomanrakyat.com, Lutim– ‎Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menyatakan kesiapannya untuk mengeksekusi arahan Presiden RI terkait pemetaan sektor po...
Daerah18 September 2026 14:28
BBM Kembali Normal, Pemkab Maros Kembalikan Pembelajaran Tatap Muka
Pedomanrakyat.com, Maros — Pembelajaran tatap muka (PTM) di Kabupaten Maros kembali diberlakukan setelah pasokan dan distribusi BBM dinyatakan norma...
Politik18 September 2026 14:08
DPRD Makassar Gelar Rapat Paripurna, Bahas Perubahan Ketiga Tata Tertib Dewan
Pedomanrakyat.com, Makassar — Rapat Paripurna Kedua Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026/2027 DPRD Kota Makassar digelar di Ruang Sipakatau La...
Nasional18 September 2026 13:44
Hotspot Nasional Turun, Riau Nihil, Pengendalian Sumsel Diperkuat
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Kementerian Kehutanan bersama tim gabungan terus memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pema...