Petepete, Nasibmu Kini (2): Tak Harap Kasihan, Hanya Keadilan

Jennaroka
Jennaroka

Selasa, 25 Mei 2021 00:02

Angkutan umum petepete di sudut Jalan AP Pettarani, Makassar, Senin (24/5/2021).
Angkutan umum petepete di sudut Jalan AP Pettarani, Makassar, Senin (24/5/2021).

Pedoman Rakyat, Makassar – Organisasi Angkutan Daerah (Organda) Sulsel mencatat, ada 4.113 unit petepete" href="https://pedomanrakyat.com/tag/angkutan-umum-petepete/">angkutan umum petepete yang terdaftar dalam database. Dari jumlah itu, hanya setengahnya saja, sekitar 2.500-an yang berani tetap beroperasi. Dengan resiko merugi, tak dapat penumpang. Sisanya, memilih diam. Tak mau bensin menguap sia-sia.

Eksistensi petepete sebagai angkutan umum, memang meredup. Tergerus zaman dan tak kuat bertahan menghadapi perubahan. “Hadirnya transportasi online memang menggerus petepete. Awal tahun 2017 itu mulai terasa. Pas mulai bermunculan yang online-online itu,” kata Ketua Organda Sulsel, Zainal Abidin, kepada Pedoman Rakyat, Senin (24/5/2021).

Untuk tarif petepete, lanjut Zainal, masih menggunakan harga lama. Rp5 ribu per penumpang sekali jalan. Lebih murah ketimbang transportasi online. Kecuali untuk trayek tertentu. Tarifnya lebih mahal, Rp1.000.

“Ada tarif khusus yang melewati wilayah tol. Kemudian Terminal Sentral Makassar Mal, Terminal Daya Sudiang. Karena ada tambahan biaya saat melewati jalur tol. Kemudian Sentral Daya juga ada penambahan tarif. Kalau tidak salah Rp6 ribu,” terangnya.

Organda Sulsel sebagai paguyuban dari transportasi non-online, jelas sudah berupaya mencari solusi. Supir petepete itu, tak butuh dikasihani. Sebagai warga negara, mereka butuh keadilan dengan hadirnya peran pemerintah. “Apalagi di tengah wabah Covid-19 ini. Ya memang, penting untuk berinovasi agar tetap bertahan. Ya disinilah pemerintah harusnya bisa berperan,” tukas Zainal.

Bagaimana respon pemerintah? Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Makassar, Mario Said, menjawab tantangan Organda. Diakui Mario, nasib petepete tetap dipikirkan Pemkot Makassar. Saat ini, kata Mario, ada program yang sementara dicanangkan.

“Ada program yang diluncurkan dari kementerian (Kementerian Perhubungan). Menyangkut masalah transportasi massal. Sekarang masih dalam tahap visibiliti study. Saya juga meminta untuk selalu melibakan Organda dalam kebijakan ini. Sehingga nanti ini bisa berkolaborasi agar nanti ini berjalan,” katanya.

Lesunya petepete di era kekinian, diakui Mario Said. Menurut penilaiannya, faktor utama adalah kenyamanan. Sehingga pelanggan lebih memilih angkutan online.

“Salah satu alternatif, karena angkutan online dianggap lebih nyaman. Makanya banyak yang beralih kesitu. Sedangkan kalau kita lihat petepete ini tidak ada peremajaan. Sehingga minat masyarakat jadi berkurang,” demikian Mario.

Penulis : Wawan

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah17 Juli 2026 14:04
Pemkab Luwu Timur Tingkatkan Budaya Siaga Bencana Lewat Sosialisasi KIE
Pedomanrakyat.com, Lutim – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus memperkuat upaya peningkatan kes...
Politik17 Juli 2026 13:12
Amirullah Nur Saenong Resmi Bergabung SOKSI, Andi Patarai: Sebuah Kehormatan bagi Kami
Pedomanrakyat.com, Makassar – Dinamika menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Selatan terus menghangat. Mantan Ketua DPC Partai ...
Nasional17 Juli 2026 08:55
KPK Nyatakan Laporan Amplop Menhut Raja Juli Selesai: Case Closed
Pedomanrakyat.com, Jakarta – KPK menyatakan persoalan amplop dari Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Amby yang dilaporkan Menteri Keh...
Daerah16 Juli 2026 23:20
Nurkanaah Hadir Menguatkan Korban Kebakaran di Baranti, Serahkan Santunan Penuh Kepedulian
Pedomanrakyat.com, Sidrap – Wakil Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Nurkanaah, mengunjungi sekaligus menyerahkan santunan kepada korban bencana...