Program Oplah 2026, Bupati Pangkep Yusran Dorong 1.622 Hektare Lahan Jadi Produktif

Nhico
Nhico

Selasa, 15 September 2026 12:20

Program Oplah 2026, Bupati Pangkep Yusran Dorong 1.622 Hektare Lahan Jadi Produktif

Pedomanrakyat.com, Pangkep — Bupati Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Muhammad Yusran Lalogau (MYL) mendorong optimalisasi lahan pertanian untuk meningkatkan produktivitas sekaligus pendapatan masyarakat. Melalui Program Optimasi Lahan (Oplah) 2026, sebanyak 1.622,01 hektare lahan pertanian di Pangkep akan dioptimalkan menjadi lahan yang lebih produktif.

Program tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi dan Konsolidasi Pelaksanaan Teknis Kegiatan Optimasi Lahan Wilayah Kabupaten Pangkep Tahun Anggaran 2026 di Ruang Pola Kantor Bupati Pangkep, Selasa (8/9/2026).

Rakor tersebut dihadiri Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau, Kepala BPLIP Kelas I Makassar Rustan Massinai, Kepala Kejaksaan Negeri Pangkep, perwakilan Dandim 1421 Pangkep, Wakapolres Pangkep, Kepala Dinas Pertanian, penyuluh pertanian serta kelompok tani penerima manfaat.

Penyaluran bantuan secara simbolis dilakukan Kepala BPLIP Kelas I Makassar Rustan Massinai kepada Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau.

Bupati MYL menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian atas dukungan Program Oplah yang dinilai menjadi peluang besar untuk mengubah lahan yang sebelumnya kurang produktif menjadi lahan pertanian yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Kementerian Pertanian. Dengan program ini, lahan tidur sekitar 1.600 hektare bisa dialihfungsikan menjadi sawah dan bisa digunakan masyarakat untuk mendapat tambahan peningkatan ekonomi,” kata Yusran.

Menurut Yusran, optimalisasi lahan harus benar-benar memberikan dampak terhadap kesejahteraan kelompok tani. Karena itu, ia meminta penerima manfaat mengelola bantuan sesuai ketentuan dan memanfaatkan lahan secara maksimal.

“Kita berharap dari lahan tidur ini ada tambahan pendapatan baru untuk masyarakat. Kami titipkan kepada kelompok tani agar dikerjakan sesuai ketentuan,” ujarnya.

Program Oplah mencakup penguatan infrastruktur pertanian, terutama jaringan irigasi dan penyediaan sumber air. Dengan dukungan tersebut, lahan yang sebelumnya hanya dapat ditanami sekali diharapkan bisa ditingkatkan menjadi dua hingga tiga kali tanam atau panen.

Kepala BPLIP Kelas I Makassar Rustan Massinai mengatakan sekitar 1.600 hektare lahan yang mendapat penanganan harus dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan intensitas tanam.

“Kami berharap sekitar 1.600 hektare ini bisa dimanfaatkan dengan baik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, bantuan disalurkan langsung ke rekening kelompok tani dan dikelola secara swakelola tipe 4 sesuai kebutuhan dan ketentuan program.

Rustan berharap pelaksanaan Oplah segera dilakukan sehingga persoalan keterbatasan air dapat dikurangi dan produktivitas pertanian meningkat.

“Dari Oplah ini, yang sebelumnya satu kali tanam bisa menjadi dua sampai tiga kali panen,” katanya.

Menurut Rustan, optimalisasi lahan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah mewujudkan swasembada pangan. Karena itu, pihaknya berharap Pemkab Pangkep kembali mengusulkan dukungan serupa pada tahun berikutnya, termasuk pengembangan irigasi dan pencetakan sawah baru.

Program Oplah 2026 di Kabupaten Pangkep melibatkan 80 kelompok tani. Bantuan disalurkan langsung ke rekening masing-masing kelompok sesuai jenis dan kebutuhan kegiatan.

Dengan optimalisasi 1.622,01 hektare lahan tersebut, Pemkab Pangkep berharap lahan yang sebelumnya belum produktif dapat memberikan manfaat ekonomi baru bagi masyarakat sekaligus memperkuat produksi pangan dan ketahanan pangan daerah.

 Komentar

Berita Terbaru
Politik06 Oktober 2026 15:23
Muhtadin Sambut Positif Appi Gabung Demokrat, Harap Partai Bangkit di Pemilu 2029
Pedomanrakyat.com, Makassar – Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Pinrang, Muhtadin, menyambut positif wacana Wali Kota Makassar Munafri Arifudd...
Ekonomi06 Oktober 2026 15:17
Gubernur Sulsel: Pelatihan Vokasi Harus Cetak Pekerja dan Wirausaha Baru
Pedomanrakyat.com, Makassar – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, mendorong pelatihan vokasi tidak sekadar menjadi program pening...
Metro06 Oktober 2026 14:58
Tak Perlu ke Makassar, Cinema XXI Kini Hadir di Maros dengan 4 Studio-Pemkab Bidik Dampak Ekonomi dan PAD
Pedomanrakyat.com, Maros — Cinema XXI resmi hadir di Grand Mall Maros, Kecamatan Mandai, menjadi bioskop pertama di Kabupaten Maros. Peresmian biosk...
Nasional06 Oktober 2026 13:40
Pengakuan MHA dan Penetapan Hutan Adat Tidak Cukup Berhenti pada Dokumen dan Kebijakan
Pedomanrakyat.com, Yogyakarta— percepatan pengakuan Masyarakat Hukum Adat (MHA) dan penetapan Hutan Adat membutuhkan lebih dari sekadar dokumen dan ...