Rugi Terus, Pabrik Mobil Nissan Bakal PHK 20.000 Karyawan

Nhico
Nhico

Selasa, 13 Mei 2025 11:53

ILustrasi Nissan.(F-IST)
ILustrasi Nissan.(F-IST)

Pedomanrakyat.com, Jakarta – Nissan tak kunjung bisa bangkit dari kondisi buruk yang mereka alami. Terus merugi, pabrikan asal Jepang itu dikabarkan akan melakukan PHK pada 20.000 karyawan.

Nissan sebenarnya sudah mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja secara besar-besaran pada November lalu. Langkah itu dilakukan setelah penjualan mereka mengalami penurunan penjualan drastis di Amerika Serikat dan China. Angkanya mencapai 94%.

Ketika itu Nissan mengatakan akan melakukan pemutusan hubungan kerja secara global di seluruh dunia terhadap 11.000 karyawan. Namun pada awal pekan ini angkanya bertambah menjadi total 20.000 orang.

Rencana PHK terhadap 20.000 karyawan di seluruh dunia itu dibocorkan oleh NHK. Disebutkan kalau angka tersebut merupakan 15% dari total karyawan Nissan secara global.

Nissan menolak berkomentar terhadap kabar ini. Demikian dikutip dari Japan Times,

Krisis yang dialami Nissan dikhawatirkan justru akan memburuk. Bulan lalu, Nissan mengumumkan pada pemegang sahamnya prediksi kerugian biaya restrukturisasi sebesar US$ 5 miliar untuk tahun fiskal yang berakhir pada Maret 2025. Angka itu setara dengan Rp 82,6 triliun.

Masih dikutip dari Japan Times, salah satu penyebab masalah yang dihadapi Nissan kini adalah makin ketatnya persaingan dari Amerika Serikat dan terutama China. Penetrasi luar biasa yang dilakukan China pada banyak negara memukul penjualan Nissan.

Ketika mengumumkan rencana awal akan melakukan PHK terhadap 11.000 orang pada November 2024, Nissan juga menyampaikan rencana pemangkasan kapasitas produksinya hingga 20%. Termasuk memotong perkiraan pemasukan.

Sebelum pergantian tahun, Nissan sebenarnya sempat dapat angin segar seiring rencana merger dengan Honda dan Mitsubishi. Namun hanya dalam hitungan hari, rencana tersebut menguap. Pada Februari 2025 rencana kerjasama mereka dipastikan gagal, dan di saat bersamaan Nissan terpuruk lebih dalam dan mengalami kondisi terburuk dalam 26 tahun terakhir.

Kebijakan kenaikan tarif yang terapkan Presiden AS Donal Trump menjadi pukulan telak buat banyak produsen otomotif Jepang. Namun buat Nissan, efeknya terasa lebih besar lagi.

Sementara itu, Bloomberg melaporkan kalau masalah yang dihadapi Nissan bukan sebatas penjualan. Nissan dihadapkan pada kewajiban bayar utang jatuh tempo sebesar US$ 1,6 miliar (sekitar Rp 26,4 T) pada tahun ini, dan meningkat menjadi US$ 5,6 miliar (sekitar Rp 92,5 T) pada 2026.

 Komentar

Berita Terbaru
Olahraga15 Oktober 2026 11:04
Atlet dan Pelatih Punya Keluhan? KONI Makassar Buka Saluran Pengaduan, Catat Nomornya!
Pedomanrakyat.com, Makassar – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Makassar membuka layanan pengaduan bagi atlet dan pelatih menjelang Pek...
Politik15 Oktober 2026 03:59
Tok! Mendagri Resmi Berhentikan Husniah Talenrang Tidak dengan Hormat sebagai Bupati Gowa
Pedomanrakyat.com, Gowa – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dikabarkan secara resmi mengeluarkan surat keputusan pemberhentian Husniah Talen...
Nasional14 Oktober 2026 23:23
Menhut Perkuat Operasi Darat-Udara di Tanjung Puting, Fokus Lindungi Zona Inti dari Karhutla
Pedomanrakyat.com, Kotawaringin Barat – Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni memperkuat langkah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutl...
Metro14 Oktober 2026 22:20
Wagub Sulsel Fatmawati Rusdi Lepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat ke Lima Pulau
Pedomanrakyat.com, Makassar – Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi melepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 yang akan menjangkau...