Saran Dekan FKIP Unismuh Erwin ke Mendikbud: Guru Honorer Puluhan Tahun Diprioritaskan, Pertimbangkan Masa Pengabdiannya

Zafran Alvaro
Zafran Alvaro

Minggu, 19 September 2021 16:24

Nadiem Makarim-Erwin Akib
Nadiem Makarim-Erwin Akib

Pedoman Rakyat, Makassar – Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar Erwin Akib PhD memberi saran agar Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud-Ristek) memberi kebijakan khusus bagi guru honorer di atas 35 tahun untuk diangkat sebagai Aparat Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Seleksi kompetensi P3K 2021 guru telah dilaksanakan 13 hingga 17 September 2021. Seleksi komptensi 1 P3k 2021 guru ini untuk mengisi posisi di guru SD, SMP, SMA, hingga SLB.

Erwin mendapatkan informasi dari banyak guru di daerah, bahwa cukup banyak honorer guru di daerah, khususnya daerah terpencil dinyatakan tidak memenuhi passing grade yang dipersyaratkan.

“Padahal ada di antara mereka yang telah mengabdi sekitar 30 tahun, mencerdaskan anak bangsa di daerah terpencil. Seharusnya passing grade bisa tersubstitusi dengan rekam jejak pengabdian mereka,” tandas Erwin, di Makassar, Minggu (19/09/2021).

Dekan FKIP Unismuh Makassar ini menyebut, ketulusan para guru honorer tersebut dalam mengabdi selama puluhan tahun, seharusnya diberi apresiasi oleh negara.

“Dari segi kecerdasan intelektual, mungkin mereka di bawah standar yang dipersyaratkan, tapi mereka memiliki kecerdasan emosional luar biasa, memiliki kepedulian mencerdaskan kehidupan generasi masa depan, di daerah-daerah yang masih kekurangan guru,” jelas Alumni Program Doktor Universiti Teknologi Malaysia (UTM) ini.

Erwin berharap Nadiem Makarim melihat Indonesia ini bukan hanya dalam kacamata Kota-kota besar.

“Saya tidak menampik pentingnya kualitas guru. Tapi saat ini yang seharusnya menjadi prioritas adalah pemerataan. Untuk kota-kota besar, silakan saja Kemdikbud fokus mengakselerasi kualitas, tapi untuk daerah tertinggal, terdepan dan terluar, perlu ada kebijakan khusus, apalagi bagi para guru honorer yang telah mengabdi puluhan tahun,” harap Erwin.

Ia juga berharap agar jeritan dari para guru honorer tersebut disuarakan oleh para wakil rakyat di Komisi X DPR RI.

“Kalangan Kampus, Ormas ataupun NGO yang peduli pendidikan hanya bisa bersuara dari luar, harapan kami para legislator di Senayan yang bisa mendorong kebijakan khusus bagi para guru honorer,” tutup Erwin.

 Komentar

Berita Terbaru
Nasional17 Juli 2026 08:55
KPK Nyatakan Laporan Amplop Menhut Raja Juli Selesai: Case Closed
Pedomanrakyat.com, Jakarta – KPK menyatakan persoalan amplop dari Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Amby yang dilaporkan Menteri Keh...
Daerah16 Juli 2026 23:20
Nurkanaah Hadir Menguatkan Korban Kebakaran di Baranti, Serahkan Santunan Penuh Kepedulian
Pedomanrakyat.com, Sidrap – Wakil Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Nurkanaah, mengunjungi sekaligus menyerahkan santunan kepada korban bencana...
Metro16 Juli 2026 22:20
Paket 2 MYP Sulsel Terus Dikebut, Ruas Panciro–Batas Makassar Hampir Rampung
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pekerjaan Paket 2 Program Multi Years Project (MYP) Sulawesi Selatan terus menunjukkan perkembangan. Hingga Juli...
Metro16 Juli 2026 21:21
Jelang TPA Residu Berlaku, DLH Makassar Genjot Edukasi, Data, dan Ekonomi Sirkular
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pemerintah Kota Makassar, melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus memperkuat edukasi dan sosialisasi kepada mas...