Pedoman Rakyat, Makassar- Petugas gabungan membongkar puluhan tenda milik para pengungsi imigran di depan kantor UNHCR, Jalan Jendral Sudirman, Kota Makassar, Senin (15/11/2021) malam.
Pembongkaran tenda-tenda itu dilakukan petugas gabungan dari Imigrasi, Rudenim, Satpol-PP, Dinas Sosial dan aparat kepolisian.
Saat pembongkaran berlangsung sempat terjadi ketegangan antara petugas dan pengungsi itu. Hingga sempat ada pengungsi jatuh pingsan dan terpaksa dibawa ke Rumah Sakit (RS).
Baca Juga :
Beberapa dari mereka bahkan sempat menolak, namun banyaknya jumlah petugas membuat para imigran harus pasrah.
Para imigran itu, menduduki halaman depan kantor UNHCR sudah selama dua pekan. Beralaskan tikar dan beratap tenda yang ditutupi terpal.
Hal itu mereka lakukan lantaran para pencari suaka tersebut menganggap belum ada kejelasan kapan diberangkatkan ke negara ke tiga atau negara tujuan.
Mereka beranggapan, hanya dijanji oleh pihak UNHCR tanpa ada kejelasan waktu pemberkatan.
Diketahui negara tujuan mencari suaka yang dituntut, yaitu Australia, Kanada dan Amerika. Namun, permintaan itu tidak kunjung dikabulkan pihak UNHCR.
Meski tenda mereka dibongkar, para imigran itu tetap bertahan di lokasi yang sama. Mereka bahkan terlibat adu mulut dengan petugas keamanan setempat.
Kepala Dinas Sosial Kota Makassar Muhyiddin Mustakim mengatakan, pembongkaran dilakukan lantaran aksi penyuaraan tuntutan para imigran sudah melewati batas waktu normal.
“Aturan dari kita, aksi mereka sudah menyalahi aturan kan dan sudah bermalam di sini sudah hampir sebulan,” ujar Muhyiddin Mustakim kepada wartawan.
Menurutnya waktu normal unjuk rasa atau menyuarakan aspirasi hanya batas pukul 16.00 Wita.
Pihaknya pun, mengaku sudah beberapa kali meminta agar para imigran bubar ke pondok mereka masing-masing.
“Kasihan juga mereka, padahal mereka kan sudah ada wadah tempat yang disediakan. Hanya saja mereka tidak mau bersabar,” tandasnya.

Komentar