Sholat Ghaib di DPRD Makassar, Doa Wali Kota Mengiringi Empat Korban Kebakaran

Muh Saddam
Muh Saddam

Jumat, 05 September 2025 17:31

Salat ghaib di pelataran Kantor DPRD Makassar.
Salat ghaib di pelataran Kantor DPRD Makassar.

Pedomanrakyat.com, Makassar – Langit Makassar siang ini seakan ikut berduka. Di pelataran Gedung DPRD Kota Makassar, doa dan haru menyatu dalam suasana hening penuh kesedihan.

Salat ghaib digelar sebagai bentuk penghormatan untuk para korban insiden kebakaran yang merenggut nyawa empat jiwa.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama jajaran SKPD, Forkopimda, Dandidm, Kejari, anggota DPRD, hingga mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa se-Kota Makassar, berdiri dalam satu saf, menyatukan doa dan harapan.

Tepat pukul 13.30 WITA, pelataran Gedung DPRD Kota Makassar dipenuhi ratusan jamaah yang menundukkan kepala penuh khusyuk.

Salat ghaib digelar untuk mendoakan empat korban insiden kebakaran pada 29 Agustus lalu.

Suasana hening bercampur haru menyelimuti seluruh area, sementara foto keempat korban terpampang di hadapan jamaah, menjadi pengingat betapa dalam duka yang dirasakan kota ini.

Foto-foto keempat korban terpampang di hadapan jamaah, menjadi saksi bisu betapa besar kehilangan yang dirasakan seluruh warga kota.

Salat ghaib bukan sekadar ritual, tetapi juga ungkapan cinta dan doa tulus dari mereka yang ditinggalkan, agar arwah para korban diterima di sisi Allah SWT dengan segala amal kebaikan mereka.

Dalam keterangannya, Munafri menegaskan bahwa momen ini bukan hanya sekadar doa, tetapi juga pengingat agar peristiwa tragis tersebut menjadi pelajaran besar bagi semua pihak.

“Hari ini kita berada di Gedung DPRD Kota Makassar, melaksanakan sholat doa bersama rekan-rekan dari BEM, Forkopimda, anggota DPRD, SKPD, dan masyarakat,” ujar Appi.

“Kita hadir untuk memberikan doa terbaik kepada para korban yang gugur dalam menjalankan tugas,” tambah Munafri.

Ia menyampaikan bahwa kondisi kota saat ini perlahan membaik berkat koordinasi lintas sektor antara pemerintah, kepolisian, TNI, dan masyarakat. Aktivitas warga juga sudah kembali berjalan lebih lancar.

Politisi Golkar itu menegaskan, tragedi di DPRD Makassar tidak boleh dianggap sebagai demonstrasi biasa, melainkan pergerakan anarkis yang jauh dari nilai kemanusiaan.

“Saya sangat meyakini ini bukan aksi mahasiswa, tetapi ulah pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Dari sini kita belajar bahwa menjaga kondusifitas adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah,” tegasnya.

Terkait pengamanan di sekitar DPRD, Munafri menyebut bahwa keputusan sepenuhnya akan diserahkan kepada TNI dan Polri. Pemerintah kota, kata dia, mendukung langkah terbaik yang diambil demi menjaga stabilitas dan keamanan.

“Apakah sistem penjagaan ini dilanjutkan, itu kita serahkan pada kajian aparat TNI-Polri. Yang jelas, kita semua harus memastikan kondisi Makassar tetap aman dan kondusif,” pungkasnya.

 Komentar

Berita Terbaru
Nasional06 Oktober 2026 23:30
Disaksikan Presiden Prabowo, Menhut Raja Juli Antoni Terima Penyerahan 259 Ribu Hektare Kawasan Hutan
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyaksikan langsung penyerahan denda administratif penyelamatan keu...
Daerah06 Oktober 2026 22:25
Pemkab Pinrang Gandeng PT Pos, Bupati Irwan Ingin Layanan Publik Makin Efektif
Pedomanrakyat.com, Pinrang- Pemerintah Kabupaten Pinrang bersama PT Pos Indonesia resmi membangun kerja sama melalui penandatanganan Kesepakatan Bersa...
Nasional06 Oktober 2026 21:30
Kemenhut Perkuat Pembinaan Saka Wanabakti Kalbar melalui 11 UPT Kehutanan
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Kementerian Kehutanan terus mendorong 11 Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Kalimantan Barat menjadi simpul pembinaan s...
Artikel06 Oktober 2026 21:11
Guru SD Jeneponto Jadi Tersangka Penganiayaan Murid, Kuasa Hukum Desak Polisi Segera Menahan
Pedomanrakyat.com, Jeneponto – Kasus perseteruan antara guru UPT SDN 14 Tamalatea, Jeneponto, dengan orang tua siswa memasuki babak baru. Hj Nur...