Soal Keterlibatan Kampus di Program MBG, Tamsil Linrung: Hadir untuk Riset dan Jadi Pilot Project

Muh Saddam
Muh Saddam

Minggu, 17 Mei 2026 16:36

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Tamsil Linrung.
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Tamsil Linrung.

Pedomanrakyat.com, Makassar – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Tamsil Linrung, meluruskan berbagai persepsi yang berkembang terkait keterlibatan perguruan tinggi dalam mendukung program prioritas nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut senator Sulawesi Selatan itu, banyak pihak keliru memahami peran kampus dalam program tersebut, khususnya setelah Universitas Hasanuddin (Unhas) disebut terlibat dalam pelaksanaan MBG.

“Saya melihat banyak yang salah dalam merespons program Makan Bergizi Gratis ini,” kata Tamsil, saat ditemui di Kantor Perwakilan DPD RI Sulsel, Jalan Sultan Alauddin, Makassar, Minggu (17/5/2026).

Tamsil Linrung menjelaskan, keterlibatan Unhas dalam program MBG bukan berarti kampus tersebut akan membangun layanan makan bergizi gratis di berbagai tempat, apalagi hanya untuk mahasiswa di lingkungan kampus.

Menurutnya, Unhas hanya didorong menjadi pilot project atau model percontohan yang bisa dijadikan rujukan nasional dalam pelaksanaan program MBG.

“Saya hadir di Unhas dan memang saya menyetujui adanya semacam pilot project. Tapi bukan berarti Unhas akan membangun MBG di setiap tempat. Unhas hanya perlu membuat satu role model supaya menjadi contoh bagi yang lain,” jelasnya.

Tamsil menuturkan, peran kampus dalam program ini justru lebih banyak pada aspek akademik dan teknis, mulai dari riset, tata kelola, hingga sistem pendukung seperti pengelolaan limbah atau Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Ia menyebut hasil riset yang dilakukan Unhas bahkan mendapat apresiasi dari Badan Gizi Nasional (BGN), sehingga mendorong lembaga tersebut menggandeng kampus-kampus lain yang dinilai memiliki tata kelola profesional, khususnya perguruan tinggi berbadan hukum.

“Ternyata riset-riset yang dilakukan Unhas mendapat penghargaan dari Badan Gizi Nasional. Karena itu, BGN mendorong kampus lain yang pengelolaannya sudah profesional untuk ikut berkontribusi,” ujar Tamsil.

Namun demikian, Tamsil menegaskan bahwa kehadiran kampus dalam program MBG tidak boleh disalahartikan sebagai pelayanan makan gratis bagi mahasiswa.

“Jangan disalahartikan seolah-olah Unhas memberikan pelayanan makan bergizi gratis kepada mahasiswa Unhas. Itu bukan. Ini untuk masyarakat di sekitar kampus,” tegasnya.

Bagi Tamsil, keterlibatan kampus justru menjadi langkah strategis untuk memastikan program nasional tersebut berjalan lebih terukur, berbasis riset, dan bisa direplikasi di berbagai daerah.

“Karena ini untuk menjadi pilot project, saya kira ini sah-sah saja dan justru bagus,” tutupnya.

 Komentar

Berita Terbaru
Nasional25 Agustus 2026 21:30
Tegas! Kemenhut Jatuhkan Sanksi Enam Perusahaan Terkait Karhutla, Ini Daftarnya
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Kementerian Kehutanan menjatuhkan sanksi administratif kepada enam perusahaan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan H...
Metro25 Agustus 2026 20:28
Kepala BKN-Wagub Sulsel dan Wali Kota Makassar Riding Vespa-Tanam Tebuya di CPI
Pedomanrakyat.com, Makassar – Kehadiran Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Zudan Arif Fakrulloh, di Kota Makassar turut dimanfaatkan untuk m...
Metro25 Agustus 2026 19:26
DLH Makassar Tambah 30 Motor dan 10 Armroll, Serta Siapkan Puluhan Mesin Pengolah Sampah
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pemerintah Kota Makassar, terus memperkuat fasilitas pengelolaan persampahan dengan memastikan dukungan sarana dan...
Metro25 Agustus 2026 18:33
Wali Kota Makassar Serukan Camat Dan Lurah Sepakati Waktu Buang dan Angkut Sampah
Pedomanrakyat.com, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengultimatum seluruh camat untuk memastikan validitas data penerima progra...