Stres WFH, Seorang Tante Aniaya Keponakan yang Tidak Mau Makan

Nhico
Nhico

Minggu, 22 Agustus 2021 18:53

Stres WFH,  Seorang Tante Aniaya Keponakan yang Tidak Mau Makan

Pedoman Rakyat, Tangerang Selatan – Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Tangerang Selatan, menjelaskan awal mula pengungkapan kasus Balita berinisial BM (4) dianiaya dengan cara dibanting oleh tantenya EW. Kejadian itu terjadi di rumah pelaku di Villa Bintaro Regency, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan.

Kasus ini terungkap bermula dari guru korban yang mengetahui kejadian tersebut. Kanit PPA Polres Tangsel, Ipda Tita Puspita menjelaskan, kalau korban dalam kesehariannya juga diasuh oleh baby sitter. Korban adalah keponakan pelaku, disekolahkan di Taman Kanak – kanak.

“Berawal dari laporan dari guru korban bahwa mendapatkan video kekerasan yang dilakukan tersangka. Guru korban dikirimi video dari baby sitter,” ucap Kanit PPA Polres Tangsel, Ipda Tita Puspita dikonfirmasi, Sabtu (21/8/2021).

Tita menjelaskan, dari informasi sementara yang diperoleh dari saksi-saksi dan korban anak, bahwa kejadian penganiayaan itu, telah lama dialami korban. Hal itu, juga dibenarkan pengakuan pelaku EW.

“Dari pengakuannya ternyata sudah berlangsung sudah cukup lama. Sudah sering, menurut pengakuan dari tersangka, korban sering dilakukan tindak kekerasan itu sejak satu tahun lalu,” ucap dia.

Sementara itu, Tita menyebutkan, kalau korban saat ini dalam perawatan Dinas Sosial Kota Tangerang Selatan.

“Anak dalam perawatan Dinas Sosial. Untuk hasil visum masih belum keluar, sementara terdapat luka lebam,” jelas dia.

Dari hasil pemeriksaan saksi – saksi dan keterangan pelaku, aksi penganiayaan yang dilakukan wanita karir itu, terjadi karena korban anak tidak mau makan. Selain juga pelaku merasa stres karena bekerja dari rumah (work from home).

“Dari pengakuan tersangka karena korban tidak mau makan, pengakuan tersangka juga sedang melakukan WFH, stres,” jelas Tita.

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap saksi yang juga perawat anak (baby sitter), bahwa rekaman video yang beredar di whatsapp itu, adalah kejadian sejak sebulan lalu. Dia memastikan, tindak kekerasan yang dilakukan tante korban itu, sudah berlangsung lama. “Itu (video beredar) kejadiannya sudah sebulan yang lalu,” ungkap dia.

Saat ini, anak keponakan korban kekerasan sang tante, juga sedang dalam pengasuhan Dinas Sosial Kota Tangsel. Tita menyebutkan, kalau anak berusia 4 tahun itu mengalami luka lebam pada beberapa bagian tubuhnya.

“Visum belum keluar hasilnya, tapi sementara terdapat luka lebam,” terang dia.

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah16 Oktober 2026 23:23
Di Tengah Efisiensi Anggaran, Syaharuddin Alrif Bawa Pertumbuhan Ekonomi Sidrap ke Peringkat Pertama
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, memaparkan strategi menjaga keberlanjutan pembangunan daerah ...
Metro16 Oktober 2026 22:22
Sidak Puskesmas Jongaya, Wali Kota Makassar Appi Temukan Lingkungan yang Jorok-Kumuh
Pedomanrakyat.com, Makassar – Di tengah kabut asap yang berpotensi memicu peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), Wali Kota Ma...
Politik16 Oktober 2026 21:25
Bimtek Fraksi Golkar, Legislator Indonesia Timur Diminta Siapkan Strategi Konkret Hadapi Pemilu 2029
Pedomanrakyat.com, Makassar – Partai Golkar mulai mematangkan strategi pemenangan menuju Pemilu 2029 dengan memperkuat kapasitas anggota fraksi ...
Metro16 Oktober 2026 20:20
Pasar Murah Sulsel Expo: Belanja Rp100 Ribu Dapat Voucher Potongan Rp50 Ribu
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menghadirkan program voucher belanja bersubsidi dalam kegiatan Pasar Murah Su...