Taliban Kuasai Afghanistan, Uni Eropa Menolak dan Tidak Ingin Ada Perundingan Politik

Nhico
Nhico

Minggu, 22 Agustus 2021 10:47

Taliban Kuasai Afghanistan, Uni Eropa Menolak dan Tidak Ingin Ada Perundingan Politik

Pedoman Rakyat, Afghanistan – Uni Eropa (UE) menolak untuk mengakui Taliban di Afghanitsn dan tidak ingin ada perundingan politik.

Seperti dilaporkan Reuters, Sabtu (21/8/2021), penegasan sikap UE dilontarkan Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen, seminggu setelah Taliban menguasai Afghanistan.

Sponsored by ADVERTNATIVE

Kepala eksekutif UE berbicara setelah mengunjungi pusat penerimaan di Madrid untuk karyawan Afghanistan dari lembaga UE yang dievakuasi dari Kabul.

Meskipun demikian, Von der Leyen mengatakan akan mengusulkan peningkatan 57 juta euro (Rp 964 miliar) dalam bantuan kemanusiaan yang telah dialokasikan Komisi Eropa pada 2021 untuk Afghanistan.

Von der Leyen mengatakan bantuan pembangunan Uni Eropa terkait dengan penghormatan terhadap hak asasi manusia, perlakuan yang baik terhadap minoritas dan penghormatan terhadap hak-hak perempuan dan anak perempuan.

“Kami mungkin mendengar kata-kata Taliban, tetapi kami akan mengukur mereka di atas segalanya dengan perbuatan dan tindakan mereka,” kata von der Leyen dalam konferensi pers.

Lebih jauh, Von der Leyen mengatakan Komisi siap menyediakan dana untuk negara-negara Uni Eropa yang membantu memukimkan kembali pengungsi. Dia juga berencana untuk mengangkat masalah pemukiman kembali pada pertemuan G7 minggu depan.

Setelah mencapai puncak pada tahun 2015 ketika lebih dari satu juta migran datang ke UE, sebagian besar dari Suriah, Afghanistan, dan Irak, UE telah memangkas jumlah kedatangan berkat kesepakatan dengan Turki yang menerima dana UE untuk menampung pencari suaka di wilayahnya.

Sementara itu, kepada AFP, Sabtu 921/8), kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell mengatakan, “secara matematis tidak mungkin” bagi Amerika Serikat (AS) dan sekutunya untuk mengevakuasi puluhan ribu personel dan keluarga Afghanistan pada 31 Agustus.

Berbicara dari Spanyol dalam wawancara telepon, Borrell menambahkan bahwa Eropa telah mengeluh kepada Amerika bahwa keamanan mereka di bandara Kabul terlalu ketat dan menghambat upaya orang Afghanistan yang bekerja untuk orang Eropa untuk masuk.

 Komentar

Berita Terbaru
Nasional21 September 2021 16:10
Bela Warga, Brigjen Junior Kirim Surat Terbuka ke Kapolri hingga Panglima TNI, Isinya Mengejutkan
Pedoman Rakyat, Makassar – Irdam XIII/Merdeka Brigadir Jenderal Junior Tumilaar secara mengejutkan mengirimkan surat terbuka kepada Panglima TNI...
Ekonomi21 September 2021 15:43
Pasca Dihantam Gelombang Kedua Covid-19, Begini Kondisi Ekonomi Terkini RI
Pedoman Rakyat, Jakarta – Diperkirakan hingga akhir tahun 2021, pertumbuhan ekonomi Indonesia 3,5-4,3%. “Ekonomi Indonesia diperkirakan te...
Nasional21 September 2021 15:43
Anies Baswedan Berulang Kali Acungkan Jempol Saat Dipanggil KPK Terkait Kasus Lahan
Pedoman Rakyat, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). pada Selasa (21/9/2021). An...
Nasional21 September 2021 15:27
MUI Bela Napoleon Aniaya Muhammad Kece Karena Sudah Hina Islam, Denny Siregar: Malu Gua Sama MUI Kayak Gini
Pedoman Rakyat, Jakarta – Pegiat media sosial Denny Siregar mengaku malu dengan sikap Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait kasus penganiayaan t...