Tangani Karhutla Riau, Kemenhut dan Para Pihak Lakukan Pemadaman Gabungan Darat dan Udara

Nhico
Nhico

Kamis, 19 Februari 2026 15:20

Tangani Karhutla Riau, Kemenhut dan Para Pihak Lakukan Pemadaman Gabungan Darat dan Udara

Pedomanrakyat.com, Jakarta – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau terus dilakukan secara intensif. Tim gabungan yang terdiri dari Manggala Agni Kementerian Kehutanan, BNPB, BMKG, TNI, POLRI, BPBD, dan para pihak terkait memprioritaskan pelokalisiran api agar tidak meluas serta mencegah potensi bencana asap yang dapat berdampak ke wilayah permukiman.

Sebanyak 160 personel Manggala Agni dikerahkan dalam operasi pemadaman, sementara 80 personel lainnya disiagakan untuk patroli dan deteksi dini titik api baru. Penguatan juga dilakukan melalui mobilisasi tambahan satu regu dari Daops Rengat ke Pulau Mendol, Pelalawan, Daops Siak ke Bengkalis serta dukungan regu dari Daops Bukit Tempurung Jambi untuk wilayah Dumai.

Titik kebakaran tersebar di beberapa kabupaten seperti Kampar, Bengkalis, Siak, dan Pelalawan dengan status lahan beragam, meliputi Hutan Produksi, Hutan Produksi Konversi, Kawasan Konservasi dan Areal Penggunaan Lain. Sebagian lokasi berada dekat kebun sawit masyarakat maupun perusahaan serta berdekatan dengan area perumahan dan kavling.

Indikasi penyebab kebakaran bervariasi. Di sejumlah lokasi diduga berasal dari aktivitas pembersihan lahan dengan pembakaran sisa vegetasi yang tidak terkendali akibat angin kencang. Kondisi tanpa hujan hampir 20 hari, keterbatasan sumber air, akses sulit, serta bahan bakar vegetasi kering terutama di lahan gambut dengan muka air tanah minus sekitar 90 cm menjadi tantangan utama pemadaman.

Ferdian Krisnanto, Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera, Ditjen Penegakan Hukum Kementerian Kehutanan, menegaskan bahwa strategi utama saat ini adalah menahan pergerakan api agar tidak memperluas area terdampak. Menurutnya, kombinasi cuaca kering, angin kencang, dan bahan bakar mudah terbakar membuat situasi di lapangan sangat menantang sehingga pengerahan personel dan dukungan lintas wilayah dilakukan secara terukur.

Ia menambahkan dukungan Operasi Modifikasi Cuaca menjadi langkah penting untuk membantu percepatan penanganan, terutama di wilayah yang kesulitan sumber air. Masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun karena kondisi saat ini sangat rawan memicu kebakaran besar.

Pemerintah Provinsi Riau telah menetapkan Status Siaga Darurat Karhutla melalui SK Nomor 102/2026 berlaku 13 Februari hingga 30 November 2026. Dalam waktu dekat akan dibentuk Satgas Karhutla serta diajukan dukungan penanganan darurat tambahan.

Sebagai bagian dari penguatan respons, BNPB melalui BPBD Provinsi Riau telah melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca dengan pesawat Cessna Grand Caravan C208 yang menyemai 1 ton garam di sekitar Siak dan Pekanbaru pada Senin, 16 Februari 2026.

Pemerintah berharap pengendalian karhutla dapat berlangsung optimal sehingga wilayah Riau tetap bebas asap menjelang bulan Ramadhan dan aktivitas masyarakat dapat berjalan aman serta sehat.(*)

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah18 September 2026 15:41
Wabup Puspawati Tegaskan Luwu Timur Siap Eksekusi Arahan Presiden Pacu Pertumbuhan Ekonomi
Pedomanrakyat.com, Lutim– ‎Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menyatakan kesiapannya untuk mengeksekusi arahan Presiden RI terkait pemetaan sektor po...
Daerah18 September 2026 14:28
BBM Kembali Normal, Pemkab Maros Kembalikan Pembelajaran Tatap Muka
Pedomanrakyat.com, Maros — Pembelajaran tatap muka (PTM) di Kabupaten Maros kembali diberlakukan setelah pasokan dan distribusi BBM dinyatakan norma...
Politik18 September 2026 14:08
DPRD Makassar Gelar Rapat Paripurna, Bahas Perubahan Ketiga Tata Tertib Dewan
Pedomanrakyat.com, Makassar — Rapat Paripurna Kedua Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026/2027 DPRD Kota Makassar digelar di Ruang Sipakatau La...
Nasional18 September 2026 13:44
Hotspot Nasional Turun, Riau Nihil, Pengendalian Sumsel Diperkuat
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Kementerian Kehutanan bersama tim gabungan terus memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pema...