Pedomanrakyat.com, Makassar – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Kota Makassar, Salman Alfariz Karsa Sukardi, menyiapkan konsolidasi dan penyegaran kepengurusan hingga tingkat ranting setelah menerima Surat Keputusan (SK) kepengurusan dari DPW PPP Sulawesi Selatan.
Salman mengatakan, pembenahan organisasi akan menjadi langkah awal DPC PPP Makassar dalam mempersiapkan diri menghadapi Pemilu 2029.
Evaluasi akan dilakukan terhadap kepengurusan Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan ranting untuk menentukan struktur yang dipertahankan maupun yang perlu disegarkan.
Baca Juga :
“Kalau ada PAC yang perlu dipertahankan, akan kita pertahankan. Kalau ada yang perlu penyegaran, kita akan lakukan penyegaran. Ini guna menatap Pemilu 2029,” kata Salman usai menerima SK kepengurusan, di Kantor DPW PPP Sulsel, Jalan Sungai Saddang Lama, Makassar, Rabu (30/9/2026).
Legislator fraksi PPP Sulsel itu menargetkan musyawarah anak cabang (musancab) dapat dilaksanakan dalam waktu dekat, sekitar Oktober atau November 2026.
Menurutnya, proses tersebut perlu dilakukan secara cermat karena PAC dan ranting menjadi bagian penting dalam kerja-kerja partai di tingkat akar rumput.
“PAC dan ranting ini cukup penting. Mereka garda terdepan PPP untuk mengumpulkan suara di Kota Makassar pada pemilu selanjutnya,” ujarnya.
Selain konsolidasi struktur, Salman juga menyoroti keterlibatan generasi muda dalam kepengurusan PPP Makassar. Ia menyebut sekitar 40 hingga 50 persen pengurus berusia di bawah 40 tahun, termasuk jajaran sekretariat.
Salman mengatakan, pemberdayaan anak muda akan terus didorong hingga tingkat PAC. Menurutnya, keterlibatan generasi muda menjadi salah satu perhatian partai dalam membangun basis dukungan menuju Pemilu 2029.
“Kita akan berdayakan banyak anak muda juga untuk ikut ber-PPP. Keterlibatan anak muda tentu akan berpengaruh dalam menarik pemilih muda pada Pemilu 2029,” katanya.
SK kepengurusan DPC PPP Makassar diserahkan langsung Sekretaris DPW PPP Sulsel, Nursyam Amin, kepada Salman. Dalam kepengurusan tersebut, Azis Namu dipercaya sebagai sekretaris DPC dan Dr. Yusuf sebagai bendahara. Jumlah pengurus DPC PPP Makassar tercatat sebanyak 25 orang.
Salman menjelaskan, penetapan Azis Namu sebagai sekretaris merupakan keputusan rapat formatur. Ia menyebut dirinya tidak terlibat dalam tim formatur sehingga tidak mengetahui secara langsung dinamika pembahasan saat itu.
Sementara itu, Nursyam Amin berharap kepengurusan DPC PPP Makassar segera melakukan konsolidasi hingga tingkat ranting setelah menerima SK resmi. Konsolidasi tersebut juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi verifikasi faktual.
“Kami berharap DPC Makassar dan Luwu segera melakukan konsolidasi sampai ke tingkat ranting, untuk menjadi persiapan dalam menghadapi verifikasi faktual,” kata Nursyam.

Komentar