Pedomanrakyat.com, Jakarta- Kementerian Kehutanan (Kemenhut) terus memperkuat komitmen dalam menyiapkan generasi muda sebagai aktor utama penggerak ekonomi karbon dan kelestarian hutan Indonesia. Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Rohmat Marzuki, saat membuka kegiatan Youth Talk Take Action 4 (YTTA 4) bertajuk “Youth for Carbon Future: Mempersiapkan Generasi Muda Menjadi Talenta Penggerak Nilai Ekonomi Karbon Indonesia” secara daring, Rabu (29/7).
Dalam keynote speech-nya, Wamenhut menyampaikan bahwa di tengah era baru pembangunan kehutanan yang menjadikan karbon sebagai komoditas strategis berkelanjutan, penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul merupakan investasi terpenting pemerintah.
Baca Juga :
- Kemenhut Tetapkan Dua Tersangka Pembukaan Jalan dengan Alat Berat di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan
- Kemenhut Perkuat Kualitas Layanan Publik Melalui Monev Bersama Tindaklanjut Atas Saran Tindakan Korektif Ombudsman RI
- Perkuat Tata Kelola TN Way Kambas, Kemenhut Optimalkan Mitigasi Penanganan Interaksi Manusia dan Gajah
“Keberhasilan kebijakan ini tidak hanya ditentukan oleh regulasi, teknologi, atau investasi, tetapi oleh kualitas sumber daya manusia yang mengelolanya. Karena itu, investasi terbesar kita bukan hanya pada karbon, melainkan pada manusia yang mampu mengelola karbon secara berkelanjutan. Di sinilah peran generasi muda menjadi kunci,” tegas Wamenhut Rohmat Marzuki.
Wamenhut menekankan, melalui tema “Youth for Carbon Future”, masa depan karbon Indonesia ditentukan oleh kualitas talenta muda yang disiapkan sejak hari ini. Tumbuh bersama teknologi digital, kreativitas, dan kepedulian lingkungan, generasi muda merupakan modal besar bangsa di tengah era bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.
“Ekonomi karbon bukan sekadar instrumen kebijakan, tetapi juga membuka berbagai peluang profesi dan usaha baru bagi generasi muda. Ke depan, kita membutuhkan lebih banyak Green Talent—generasi muda yang berintegritas, kompeten, dan inovatif untuk menjadi pengembang proyek karbon, ahli analisis, verifikator, konsultan, hingga pelaku langsung perdagangan karbon,” tambah Wamenhut.
Dalam laporannya, Plt. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM (BP2SDM) Kemenhut, Indra Exploitasia, menyampaikan bahwa Kemenhut melalui Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan (PUSGENRI) secara terstruktur telah membangun ekosistem pembinaan pemuda di seluruh Indonesia.
Indra mengungkapkan, hingga saat ini Kemenhut telah membina sedikitnya 5.652 Generasi Pelestari Hutan (Genries) melalui berbagai platform program kepemudaan unggulan diantaranya Youth Talk Take Action (YTTA), Bestari Rimba, Forest Youth Entrepreneurship, Forest Youthverse_, hingga Saka Wanabakti.
Berbagai langkah tersebut juga merupakan wujud komitmen dan arahan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni untuk terus memfasilitasi ruang kolaborasi dan aksi nyata bagi generasi muda agar dapat menjadi pelaku utama transformasi kehutanan menuju Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 dan Indonesia Emas 2045.

Komentar