Waspada, Sudah Ada 3 Kasus Subvarian BA.2.75 di Indonesia

Nhico
Nhico

Senin, 18 Juli 2022 18:33

Kasus Subvarian BA.2.75 .(F-INT)
Kasus Subvarian BA.2.75 .(F-INT)

Pedomanrakyat.com, Jakarta – Kementerian Kesehatan mengungkapkan sudah mendeteksi kasus subvarian BA.2.75 di Indonesia. Hal ini disampaikan Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril.

“Sudah ada. Nanti akan di publish,” kata Syahril kepada merdeka.com, Senin (18/7).

Dia menyebut, hingga saat ini baru ditemukan tiga kasus subvarian BA.2.75. Namun belum diketahui apakah seluruhnya imported case atau transmisi lokal.

“Baru ada 3,” ucapnya.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Zubairi Djoerban mengatakan subvarian baru ini sedang diawasi Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.

“Subvarian ini dianggap amat menular dan tersebar di 10 negara. Namun, belum ada bukti kuat akan membawa kita ke hari-hari tergelap dari pandemi, seperti sebelumnya,” kata Zubairi melalui akun Twitternya @ProfesorZubairi dikutip Senin (18/7).

 Komentar

Berita Terbaru
Metro30 September 2026 23:35
Jalan Aroepala Dibuka, Pengaspalan 800 Meter Dilanjutkan Usai Drainase Rampung
Pedomanrakyat.com, Makassar – Sebagian Jalan Aroepala di Kota Makassar akan kembali diaspal melalui program Multi Years Project (MYP) Pemerintah...
Metro30 September 2026 23:05
APBD-P Makassar Melejit ke Rp5,26 Triliun, SiLPA Jadi Andalan Tutup Defisit
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pemerintah Kota Makassar bersama DPRD Kota Makassar resmi mengesahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD...
Metro30 September 2026 22:42
Jejak 40 Tahun Pengabdian Jufri Rahman, Dari Pemprov hingga Pemerintah Pusat
Pedomanrakyat.com, Makassar – Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Jufri Rahman akan memasuki masa purnabakti sebagai aparatur sipil nega...
Metro30 September 2026 22:20
Progres Pembangunan Kawasan CPI Baru 26 Persen, Komisi D DPRD Sulsel Pesimistis Rampung Desember
Pedomanrakyat.com, Makassar – Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan menyoroti lambannya progres pembangunan kawasan Ce...