Zona Merah Turun Drastis, Kemenhut Terus Fokus Operasi Karhutla

Muh Saddam
Muh Saddam

Jumat, 04 September 2026 23:25

Ilustrasi (Dok. Kementerian Kehutanan).
Ilustrasi (Dok. Kementerian Kehutanan).

Pedomanrakyat.com, Jakarta – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengonfirmasi perbaikan kualitas udara di sejumlah wilayah terdampak Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Zona merah dengan kualitas udara sangat tidak sehat turun drastis.

Berdasarkan data pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), zona kualitas udara Sangat Tidak Sehat (kategori Merah) terpantau terus menyusut dan kini hanya tersisa di sebagian kecil wilayah Kalimantan Barat.

Sementara itu, sebagian besar wilayah Indonesia lainnya terpantau relatif aman berada pada kategori Baik (Hijau) hingga Sedang (Biru), meski zona Tidak Sehat (Kuning) masih mendominasi area Kalimantan dan sebagian kecil Sumatera bagian barat.

Kemenhut bersama Satgas Gabungan, yang melibatkan Manggala Agni Kemenhut, TNI, Polri, BNPB, BMKG, BPBD, masyarakat peduli api, dan para pemangku kepentingan, terus bersinergi mengoptimalkan penanganan di lapangan.

Langkah penanggulangan dilakukan secara terpadu melalui pemadaman darat, patroli, hingga dukungan operasi udara di wilayah-wilayah prioritas.

Dukungan armada udara dikerahkan secara terukur dengan total 53 unit. Sebanyak 19 unit armada dialokasikan untuk patroli udara dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), sedangkan 34 unit armada fokus melakukan pemadaman udara (water bombing) pada titik-titik lokasi yang sulit dijangkau tim darat.

Pelaksanaan OMC terus dioptimalkan pada wilayah dan waktu yang memenuhi kriteria meteorologis guna memicu keterbentukan awan hujan.

Berdasarkan data sistem pemantauan SiPongi Kemenhut berbasis satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20 per 3 September 2026 pukul 21.19 WIB, terdeteksi sebanyak 688 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence).

Pemantauan intensif difokuskan pada tujuh wilayah utama, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sumatera Selatan, Riau, dan Jambi.

Kemenhut menegaskan bahwa hotspot merupakan indikasi titik panas dari penginderaan satelit dan tidak selalu berarti kejadian kebakaran aktif.

Namun, keberadaan data ini menjadi pijakan utama bagi tim gabungan di lapangan untuk langsung melakukan verifikasi (ground check) dan respons cepat penanganan.

Guna menjaga tren positif dan mempercepat pemulihan kualitas udara secara menyeluruh, Kemenhut mengimbau seluruh lapisan masyarakat dan pelaku usaha untuk tidak melakukan pembakaran lahan dalam kondisi cuaca kering saat ini.

Masyarakat yang menemukan indikasi kebakaran hutan dan lahan atau kemunculan asap diimbau untuk segera melaporkannya melalui Posko Karhutla Kementerian Kehutanan: Telepon: 021-5704618
WhatsApp: +62 8131-00-35000
Email: posko.karhutla@kehutanan.go.id

 Komentar

Berita Terbaru
Berita13 Oktober 2026 05:47
Idrus Marham Sebut Penilaian terhadap Bahlil Patut Dipertanyakan, Soroti Metodologi CELIOS
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham mengkritik hasil evaluasi kinerja kabinet yang dirilis Center of Econom...
Nasional12 Oktober 2026 23:23
Kemenhut Dorong KUPS Naik Kelas, Perkuat Ekonomi Masyarakat dan Kelestarian Hutan
Pedomanrakyat.com, Lebak – Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial melaksanakan verifikasi peningkatan kel...
Metro12 Oktober 2026 22:22
Makassar Jadi Satu-satunya Daerah Indonesia di Forum Wali Kota Dunia, Appi Bahas Disiplin Lalu Lintas
Pedomanrakyat.com, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, membawa isu keselamatan berlalu lintas ke panggung internasional...
Daerah12 Oktober 2026 21:28
Bupati Irwan Hamid: Pelayanan Publik Pinrang Tak Cukup Berprestasi, Warga Harus Merasakan
Pedomanrakyat.com, Pinrang – Komitmen Pemerintah Kabupaten Pinrang dalam menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas terus diperkuat melalui ...