82 Pangkalan Saka Wanabakti Aktif, Kemenhut Dorong Jawa Tengah Perkuat Pangkalan dan Aksi Nyata Jaga Hutan

Nhico
Nhico

Kamis, 17 September 2026 13:20

82 Pangkalan Saka Wanabakti Aktif, Kemenhut Dorong Jawa Tengah Perkuat Pangkalan dan Aksi Nyata Jaga Hutan

Pedomanrakyat.com, Semarang – Kementerian Kehutanan terus mendorong generasi muda dalam pelestarian hutan yang lebih terarah melalui Pimpinan Saka Wanabakti Tingkat Nasional (Pinsakanas). Kegiatan ini bertujuan untuk pembinaan, penguatan pangkalan, kegiatan lapangan yang nyata, serta regenerasi berkelanjutan.

Hal inilah yang menjadi fokus Rapat Koordinasi Pimpinan Saka Wanabakti Tingkat Nasional (Pinsakanas) dan Pimpinan Saka Wanabakti Tingkat Daerah (Pinsakada) Jawa Tengah Tahun 2026 di Kantor Balai Pengelolaan DAS Pemali Jratun, Semarang, Selasa (15/9). Rakor memperkuat sinergi Pinsakanas, Pinsakada, Kwartir Daerah, Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, UPT Kementerian Kehutanan, Perum Perhutani, pangkalan, Pamong, Instruktur, dan mitra untuk menghasilkan tindak lanjut serta aksi yang dapat dilaksanakan dan diukur.

Melalui Sensus Nasional Saka Wanabakti 2026, total jumlah anggota aktif Saka Wanabakti sebanyak 4.885. Hal ini menjadi modal penting untuk memperkuat peran generasi muda dalam pelestarian hutan Indonesia.

Hasil Sensus Nasional Saka Wanabakti 2026 memetakan 314 responden unik, 82 pangkalan aktif terverifikasi, 4.885 anggota aktif Penegak dan Pandega, serta kondisi Saka Wanabakti di 38 provinsi.

“Data tidak boleh berhenti menjadi angka. Data harus menjadi dasar untuk menentukan pangkalan mana yang perlu diperkuat, kompetensi apa yang perlu dikembangkan, dan aksi apa yang harus segera dilakukan generasi muda di lapangan,” ujar Luckmi Purwandari, Sekretaris Pimpinan Saka Wanabakti Tingkat Nasional.

Pinsakanas mendorong perubahan pola pembinaan dari event-based menuju learning by doing, agar anggota tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga pengalaman langsung dalam praktik kehutanan dan konservasi. Penguatan dilakukan melalui empat Krida Saka Wanabakti, yaitu Tata Wana, Guna Wana, Bina Wana, dan Reksa Wana, sebagai jalur kompetensi yang aplikatif dan relevan dengan tantangan kehutanan saat ini.

Dalam Rakor, Pinsakada Jawa Tengah menyampaikan perkembangan dan tantangan pembinaan, termasuk di lingkungan Perum Perhutani. Meskipun keterbatasan dukungan pendanaan membuat aktivitas pembinaan belum merata, semangat pembina dan anggota tetap menjadi kekuatan, dengan aktivitas pangkalan yang masih ditemukan antara lain di Grobogan, Tegal, Kota Semarang/KPH Semarang, dan Blora; kondisi ini menunjukkan peluang revitalisasi masih terbuka melalui penguatan komunikasi dengan Direksi Perum Perhutani, aktivasi pangkalan, dukungan tenaga teknis sebagai Instruktur, dan pemanfaatan kawasan kerja sebagai ruang praktik empat Krida.

Perkembangan positif juga ditunjukkan dengan terbentuknya Pangkalan Saka Wanabakti Taman Nasional Karimunjawa masa bakti 2026–2030, yang didukung Balai Taman Nasional Karimunjawa, Kwartir Cabang Jepara, sekolah, serta tenaga teknis kehutanan sebagai Pamong dan Instruktur. Pangkalan ini berpotensi dikembangkan sebagai model pembinaan berbasis konservasi melalui peningkatan kapasitas Pamong dan Instruktur, implementasi SKK/TKK empat Krida, kalender latihan dan aksi konservasi, serta penguatan regenerasi anggota.
Untuk Jawa Tengah, hasil Rakor diarahkan pada validasi kondisi aktual kelembagaan dan pangkalan, identifikasi persoalan prioritas, penguatan peran UPT dan mitra, serta penyusunan quick wins 2026–2027.

Langkah awal mencakup penataan legalitas kelembagaan, penetapan pangkalan prioritas, peningkatan kapasitas Pamong dan Instruktur, penyusunan kegiatan empat Krida yang rutin dan terukur, serta penguatan jalur regenerasi Penegak dan Pandega.

Langkah tersebut sejalan dengan agenda nasional penguatan Saka Wanabakti melalui Sensus Nasional Saka Wanabakti, reformulasi SKK/TKK, pengembangan KHDTK Saka Wanabakti Sentul sebagai ruang praktik empat Krida, penguatan pangkalan, serta perluasan pengenalan Saka Wanabakti melalui Jambore Nasional XII Tahun 2026. Melalui Rakor ini, Pinsakanas dan Pinsakada Jawa Tengah mendorong dua arah penguatan, yaitu merevitalisasi pangkalan yang pernah aktif sekaligus memperkuat pangkalan yang sedang tumbuh dengan dukungan Kwartir, Dinas Kehutanan, UPT Kementerian Kehutanan, Perum Perhutani, Pamong, Instruktur, alumni, sekolah, dan mitra.

Dari data menuju aksi, dari pembinaan menuju kompetensi, dan dari generasi muda menuju gerakan nyata menjaga hutan Indonesia.

 Komentar

Berita Terbaru
Berita02 November 2026 23:08
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif Kehilangan Sosok Wartawan Senior Arif Daeng Situju
Pedomanrakyat.com, Sidrap – Kabar meninggalnya Arifuddin Daeng Situju pada Senin (2/11/2026) malam menyisakan duka mendalam bagi Bupati Sidenren...
Metro02 November 2026 23:02
Kemenhut Ajak Generasi Muda Wujudkan Semangat Sumpah Pemuda melalui Aksi Nyata Jaga Hutan
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Kementerian Kehutanan melalui Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan (Pusgenri) mengajak generasi muda memakna...
Metro02 November 2026 22:39
Peluncuran PELITA Syariah, Pemprov Sulsel Dukung Perluasan Literasi Keuangan
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mendukung penguatan literasi dan inklusi keuangan syariah sebagai bagian dari...
Metro02 November 2026 22:19
Disperkim Makassar Bedah 419 Rumah Warga, Kado Pemkot di HUT ke-419 untuk Masyarakat
Pedomanrakyat.com, Makassar – Momentum HUT ke-419 Kota Makassar dimanfaatkan Pemerintah Kota Makassar untuk memperkuat kepedulian terhadap masya...