Aneh! Hasil Muscab PPP Palopo Tunjuk Muslimin Jadi Ketua, Tapi yang Dilantik Berbeda

Nhico
Nhico

Jumat, 24 Desember 2021 22:01

PPP.(F-int)
PPP.(F-int)

Pedoman Rakyat, Palopo – Proses Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Palopo menuai polemik.

Pasalnya, beredar nama ketua yang bakal dilantik, tidak sesuai usungan dari formatur hasil Muscab.

Nama yang diusung oleh formatur yakni Muslimin, dikabarkan tidak jadi dilantik.

Padahal ia adalah calon tunggal alias satu-satunya nama yang diusung.

Ketua Formatur, Dohry Harun mengaku perubahan nama tersebut tidak diketahuinya.

“Pak Mus adalah satu-satunya nama yang diusung formatur, dan itulah yang kami kirim ke DPP. Pertanyaan tadi ada perubahan, kami belum pernah diajak musyawarah oleh DPP sekaitan perubahan tersebut,” kata Dohry dikonfirmasi via telepon, Kamis (24/12/2021) sore.

Ia pun mengaku tidak tahu menahu alasan perubahan nama tersebut.

Karena menurutnya, sejauh ini tidak ada aturan baru pada perhelatan Muscab.

Artinya, semua prosedur telah dilalui.

“Adapun kalau ada perubahan, wah barangkali ada hak veto, atau hak istimewa DPP tanpa musyawarah,” ucapnya.

“Saya sendiri tidak tahu kalau ada aturan baru atau apa. Yang jelas aturan dari kami itu adalah selesai nama kami susun secara personalia satu Kota Palopo ini,” lanjutnya.

Dohry mengaku kaget atas perubahan nama yang akan dilantik jadi ketua berlambang Ka’bah tersebut.

“Kalau saya belajar dari senior sebelum ini tentang formatur, tidak ada itu gambaran seperti itu. Saya cukup kaget. Makanya ada bahasa saya, yang mungkin ada hak veto atau hak istimewa atau apa,” jelasnya.

Sementara, calon ketua usungan formatur, Muslimin, membenarkan ia tidak menerima undangan pelantikan.

Padahal pelantikan bakal berlangsung Sabtu (25/12) besok, yang akan dipusatkan di Hotel Claro Makassar.

“Iya benar, saya tidak dapat undangan pelantikan,” kata Muslimin Mubarak saat dikonfirmasi, sore tadi.

Sekaligus membenarkan bahwa bukan dirinya yang akan dilantik.

Namun begitu, bagi Muslimin itu bukan masalah baginya.

Hanya saja, secara etika hal ini sangat tidak etis dalam sebuah dinamika partai, apalagi sekelas partai berlambang kakbah.

“Yang saya tahu, proses Muscab berjalan baik-baik saja. Bahkan, terakhir formatur meminta fakta integritas dan curiculum vitae saya untuk kepentingan penerbitan SK. Namun nyatanya berbeda,” ujarnya.

Penulis : Musa

 Komentar

Berita Terbaru
Olahraga15 Oktober 2026 11:04
Atlet dan Pelatih Punya Keluhan? KONI Makassar Buka Saluran Pengaduan, Catat Nomornya!
Pedomanrakyat.com, Makassar – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Makassar membuka layanan pengaduan bagi atlet dan pelatih menjelang Pek...
Politik15 Oktober 2026 03:59
Tok! Mendagri Resmi Berhentikan Husniah Talenrang Tidak dengan Hormat sebagai Bupati Gowa
Pedomanrakyat.com, Gowa – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dikabarkan secara resmi mengeluarkan surat keputusan pemberhentian Husniah Talen...
Nasional14 Oktober 2026 23:23
Menhut Perkuat Operasi Darat-Udara di Tanjung Puting, Fokus Lindungi Zona Inti dari Karhutla
Pedomanrakyat.com, Kotawaringin Barat – Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni memperkuat langkah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutl...
Metro14 Oktober 2026 22:20
Wagub Sulsel Fatmawati Rusdi Lepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat ke Lima Pulau
Pedomanrakyat.com, Makassar – Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi melepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 yang akan menjangkau...