Pedomanrakyat.com, Makassar – Audisi Umum Perkumpulan Bulutangkis (PB) Djarum 2026 resmi bergulir di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Ajang pencarian bibit atlet bulutangkis tersebut berlangsung pada 5–8 Agustus 2026 dan dipusatkan di Dafest Sport Makassar.
Setelah vakum selama satu dekade menggelar audisi di luar Pulau Jawa, PB Djarum kembali memilih Makassar sebagai lokasi pencarian talenta muda.
Baca Juga :
Kota Daeng menjadi kota kedua penyelenggaraan audisi tahun ini setelah Pekanbaru karena dinilai memiliki potensi besar sebagai pusat pembinaan bulutangkis di kawasan Indonesia Timur.
Ketua Tim Pencari Bakat PB Djarum, Sigit Budiarto, mengatakan kembalinya audisi ke Makassar merupakan bentuk komitmen PB Djarum dalam memperluas jangkauan pencarian atlet berbakat di seluruh Indonesia.
“Setelah 10 tahun kami absen menggelar audisi di luar Pulau Jawa, tahun ini kami kembali. Sebelumnya di Pekanbaru dan sekarang di Makassar. Kami melihat Makassar memiliki potensi yang sangat bagus dan sejarah yang baik dalam dunia bulutangkis,” ujar Sigit, Rabu (5/8/2026).
Menurutnya, Makassar menjadi titik strategis bagi peserta dari kawasan timur Indonesia. Antusiasme peserta pun cukup tinggi, tidak hanya berasal dari Sulawesi Selatan, tetapi juga dari sejumlah provinsi lain, termasuk Papua.
“Kami sangat mengapresiasi perjuangan mereka yang datang dari daerah-daerah jauh. Ini menunjukkan bulutangkis terus berkembang. Harapan kami, ada bibit-bibit potensial yang nantinya bisa bergabung dengan PB Djarum dan menjadi penerus prestasi bulutangkis Indonesia,” katanya.
Sebanyak 233 peserta mengikuti audisi, terdiri atas 157 atlet putra dan 76 atlet putri. Mayoritas peserta berasal dari Sulawesi Selatan yang dinilai menunjukkan perkembangan pembinaan bulutangkis yang semakin baik.
Sigit menjelaskan, juara di setiap kategori akan otomatis memperoleh Super Tiket untuk mengikuti karantina di markas PB Djarum di Kudus, Jawa Tengah.
Selain itu, tim pencari bakat juga dapat memberikan Super Tiket tambahan kepada peserta yang dinilai memiliki potensi meski tidak keluar sebagai juara.
“Kami tidak menetapkan kuota. Semua bergantung pada kualitas dan potensi yang ditunjukkan peserta selama audisi,” jelas mantan atlet nasional tersebut.
Ia menambahkan, peserta yang lolos akan menjalani karantina selama satu bulan di Kudus pada September mendatang.
Selama proses tersebut, tim pelatih akan menilai kemampuan teknik, fisik, disiplin, karakter, hingga kesehatan peserta sebelum menentukan atlet yang layak bergabung dengan PB Djarum.
Sigit juga mencontohkan keberhasilan atlet asal Makassar yang kini memperkuat Pelatnas sebagai bukti bahwa Sulawesi Selatan memiliki potensi besar melahirkan pebulutangkis berprestasi.
“Kita tahu sekarang ada Indah yang berasal dari Makassar, sebelumnya juara dunia junior bersama PB Djarum. Itu menjadi bukti bahwa Makassar punya potensi besar. Karena itu kami ingin terus mencari bibit-bibit terbaik hingga ke pelosok Indonesia,” terang Sigit.
Tim pencari PB Djarum, Richard Mainaky menambhakan bahwa, tim pencari bakat memiliki standar dalam menjaring atlet-atlet muda berbakat.
“Pertama memang kita lihat dia juara dulu. Yang kedua kita akan lihat dia punya langkah, dia punya pukulan, dan dia punya fighting spirit di dalam lapangan,” jelas Richard.
Mantan atlet nasional bulutangkis ini mengungkapkan bahwa, pemain-pemain asal Sulawesi memiliki karakteristik yang berbeda dengan daerah lain.
”Sebetulnya kalau dari daerah Sulawesi khususnya dan sekitarnya tuh lebih kepada tenaga dan apa tuh, percaya dirinya dan fighting spirit-nya. Itu yang paling unggul,” tutupnya.

Komentar