Bupati Ibas Dorong Standarisasi Rendemen untuk Tingkatkan Harga TBS Petani

Nhico
Nhico

Jumat, 05 Juni 2026 07:47

Bupati Ibas Dorong Standarisasi Rendemen untuk Tingkatkan Harga TBS Petani

Pedomanrakyat.com, Lutim – Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, mempimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Stabilitas Harga Tandan Buah Segar (TBS) yang berlangsung di Ruang Rapat Kerja Bupati, Malili, Kamis (04/06/2026).

Rakor ini sebagai upaya menjaga stabilitas harga TBS kelapa sawit dan memastikan adanya acuan harga yang jelas bagi petani maupun perusahaan dalam proses pembelian TBS di Kabupaten Luwu Timur.

Turut hadir dalam rakor tersebut, Wakil Ketua DPRD, Hj. Harisah Suharjo, Wakapolres Lutim, Kompol Hajriadi, Pabung, Mayor Inf. Syarifuddin,, Kepala Dinas Dagkop UKMP, Senfry Oktavianus, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Subhan, APKASINDO, perwakilan perusahaan perkebunan dan pabrik kelapa sawit, serta peserta rapat lainnya.

Dalam arahannya, Bupati Irwan menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan lebih intensif membangun komunikasi dengan sektor perkebunan sawit.

“Pertemuan rutin seperti ini minimal tiga kali dalam sebulan kita lakukan untuk mendengar langsung masukan dari pelaku usaha, asosiasi, maupun petani,” ujar Bupati.

Irwan Bachri Syam menekankan pentingnya menerapkan klasifikasi rendemen sebagai dasar penentuan harga TBS untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai hubungan antara kualitas buah dengan harga yang diterima petani.

“Kalau rendemen 14 persen, berapa harganya, rendemen 16 persen berapa harganya. Ini perlu kita buat lebih jelas agar masyarakat memahami bahwa kualitas buah sangat berpengaruh terhadap harga jual,” jelas Irwan.

Lebih lanjut, Bupati juga menegaskan pentingnya peningkatan kualitas TBS yang dihasilkan petani, termasuk mengenai perbedaan buah jenis Dura dan Tenera serta tingkat kematangan buah saat panen.

Dalam rapat tersebut, sejumlah perwakilan perusahaan, perwakilan asosiasi petani menyampaikan pandangannya terkait kondisi saat ini.

Pihak pabrik kelapa sawit mengungkapkan bahwa harga pembelian TBS sangat dipengaruhi oleh harga Crude Palm Oil (CPO), faktor jarak angkut, kualitas buah, serta tingkat rendemen.

Sementara itu, perwakilan asosiasi petani menilai persoalan rendemen perlu mendapatkan perhatian bersama sehingga petani dapat memahami faktor-faktor yang memengaruhi harga TBS yang diterima.

Menanggapi hal itu, Bupati Irwan menegaskan bahwa apabila nantinya telah ditetapkan standar harga berdasarkan klasifikasi rendemen dan masih ditemukan pembelian di bawah ketentuan yang berlaku, maka pemerintah akan menyiapkan langkah-langkah hingga pemberian sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

Melalui rapat ini diharapkan seluruh pihak terus memperkuat koordinasi dan kolaborasi guna menciptakan tata niaga sawit yang lebih baik, dan berkeadilan khususnya petani di Kabupaten Luwu Timur.

 Komentar

Berita Terbaru
Nasional27 Juli 2026 22:38
Kemenhut Perkuat Tata Kelola Kerja Sama di Hutan Konservasi dengan SIGMA KSDAE Versi Terbaru
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Pemerintah terus mendorong transformasi tata kelola pemerintahan y...
Metro27 Juli 2026 22:17
Wali Kota Appi: Digitalisasi Bansos Bukan Hanya Tugas Dinsos, Semua SKPD Harus Bergerak
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pemerintah Kota Makassar mulai mematangkan persiapan pelaksanaan piloting digitalisasi bantuan sosial (bansos). La...
Metro27 Juli 2026 21:43
Ketua Koni Ismail Apresiasi IPSI Makassar Usai Borong 7 Emas di Kejurnas Malang
Pedomanrakyat.com, Makassar – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Makassar, Ismail, memberikan apresiasi atas keberhasilan kont...
Metro27 Juli 2026 21:23
Revalidasi UNESCO Dimulai, Andi Sudirman Minta Masukan Perkuat Geopark Maros-Pangkep
Pedomanrakyat.com, Makassar – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyambut kedatangan Tim Asesor UNESCO Global Geopark, Mr. Soo ...