Pedomanrakyat.com, Pangkep – Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) menyiapkan program pengolahan sampah menjadi Refuse-Derived Fuel (RDF) sebagai bahan bakar alternatif untuk mengurangi penggunaan batu bara di PT Semen Tonasa.
Program tersebut didorong langsung Bupati Pangkep, H. Muhammad Yusran Lalogau, sebagai bagian dari upaya Pemkab Pangkep memperkuat pengelolaan sampah sekaligus menciptakan nilai guna dari limbah.
Yusran mengatakan, RDF nantinya ditargetkan dapat dimanfaatkan PT Semen Tonasa sebagai bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan. Di sisi lain, pengolahan tersebut juga diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir.
Baca Juga :
“Target kami saat ini adalah RDF itu bisa menggantikan batu bara yang digunakan PT Semen Tonasa,” kata Yusran saat ditemui di Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pangkep, Rabu (9/9/2026).
Untuk mendukung program tersebut, Pemkab Pangkep juga akan mengoptimalkan TPS 3R yang telah tersedia. Sampah akan dipilah dan diolah terlebih dahulu sehingga tidak seluruhnya langsung dibuang ke tempat pemrosesan akhir.
Yusran menegaskan, keberhasilan program pengelolaan sampah membutuhkan keterlibatan masyarakat. Menurutnya, perubahan kebiasaan dalam memilah dan mengelola sampah harus menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih bersih.
“Kita tidak mungkin selamanya membuang sampah begitu saja, apalagi membuangnya sembarangan,” tegasnya.
Pemkab Pangkep selanjutnya akan mematangkan aspek teknis pengelolaan RDF dan TPS 3R melalui Dinas Lingkungan Hidup. Dengan program tersebut, Pemkab Pangkep menargetkan sampah tidak lagi sekadar menjadi limbah, tetapi dapat diolah menjadi bahan bakar alternatif yang memiliki nilai guna sekaligus mendukung pengurangan penggunaan batu bara.

Komentar