DP3A Makassar Ajak Warga Tallo Laporkan Kekerasan Seksual ke Lontara+

Nhico
Nhico

Kamis, 06 November 2025 09:40

DP3A Makassar Ajak Warga Tallo Laporkan Kekerasan Seksual ke Lontara+

Pedomanrakyat.com, Makassar — Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Makassar menggelar sosialisasi bertema “Edukasi Pencegahan Kekerasan Seksual Pada Anak” di Kantor Kecamatan Tallo, Jl. Ade Irma Nasution Rabu, 5 November 2025.

Kegiatan ini mengundang langsung komunitas ojol perempuan, jukir Perumda Parkir Makassar Raya, hingga PATBM dan Shelter Warga sebagai garda terdepan dan awal pelaporan dan perlindungan.

Isu yang diangkat pun terkait kondisi darurat kekerasan terhadap anak di Makassar.

Kepala DP3A Makassar, dr Ita Isdiana Anwar, menegaskan fasilitas perlindungan telah tersedia.

“Kami ada UPTD PPA di Jl. Nikel I. Semua tidak ada berbayar dan gratis, call center 112, kami mempunyai rumah Puspaga di Nikel 3 tempat konseling kalau ada kasus silakan melapor. Shelter 103 jumlahnya,” ujarnya.

Tak hanya itu masyarakat juga bisa melaporkan ke aplikasi resmi pemerintah kota Makassar yakni Lontara+ dan aplikasi resmi dari DP3A yaitu Sakinah.

“Jangan pernah takut melapor karena kami melindungi perempuan dan anak. Kami juga punya tenaga psikologis konseling gratis kalau ada korban ini didampingi. Kami ada 2 rumah aman sesuai jenis kelamin,” ujarnya.

Kegiatan ini semakin menarik karena menghadirkan pemateri, Ni Nyoman Anna Marthanti dari Yayasan Rumah Mama, menegaskan tingginya angka kekerasan anak ini di Makassar.

“Mirisnya hampir semua dari kasus ini didominasi oleh kasus kekerasan seksual,” ujarnya.

Menurutnya untuk menekan angkanya dihutuhkan peran semua sektor. Sosialisasi tersebut menekankan posisi keluarga hingga orang-orang sekitar untuk turut aktif melaporkan kasus yang terjadi, apalagi kasus terjadi di lingkungan terdekat korban. Relasi kuasa dan ketakutan masih menjadi penghalang utama penegakan perlindungan.

Selain kekerasan seksual, fenomena eksploitasi anak di ruang publik hingga digital juga ikut disorot.

Mulai dari manusia silver, anak jalanan, pengamen, hingga anak yang menjajakan diri secara daring. Proyeksi ancaman perlindungan anak di kota metropolitan ini semakin kompleks.

“Sekarang semua bisa jadi target tidak hanya anak perempuan,” katanya.

Narasumber juga datang dari Rumah Disabilitas Abd Rahman yang mengatakan kekerasan terhadap anak penyandang disabilitas yang juga meningkat.

Ia juga ikut menyoroti tingginya eksploitasi pada anak utamanya di jalanan. Bahkan ada temuan anak dipaksa menjual tisu.

“Saya sudah riset khusus di bundaran bandara bukan anak-anak dari Makassar itu dari Gowa dan Jeneponto. Dan saya sudah pernah sampaikan pernah kritik Dinsos Provinsi jangan bebannya di Makassar semua, harus Maros Makassar semua duduk bersama,” jelasnya. (*)

 Komentar

Berita Terbaru
Metro27 Juni 2026 22:18
Makassar Perkuat Ekosistem Seni, Munafri Targetkan Gedung Pertunjukan Rampung 2028
Pedomanrakyat.com, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin melantik Pengurus Dewan Kesenian Makassar (DKM) Periode 2026–2031 di Mall ...
Daerah27 Juni 2026 21:27
Silatnas Anak Rantau Batulappa, Irwan Hamid Perkuat Sinergi Kampung Halaman-Perantau
Pedomanrakyat.com, Pinrang – Keberadaan masyarakat yang sukses di tanah rantau merupakan potensi besar yang dapat menjadi kekuatan dalam mendoro...
Metro27 Juni 2026 20:26
Perkuat Keselamatan Nelayan, Wali Kota Makassar Buka Sekolah Lapang Nelayan
Pedomanrakyat.com, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, membuka kegiatan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) 2026 yang diselenggara...
Politik27 Juni 2026 19:23
Tunggu Jadwal Resmi dari DPP, Panitia Musda XI Golkar Sulsel Terus Matangkan Persiapan
Pedomanrakyat.com, Makassar – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) ke‑XI Partai Golkar Sulawesi Selatan, panitia penyelenggara sema...