Pedomanrakyat.com, Makassar – Ketua Komisi D DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Kadir Halid, turun langsung menyapa warga dalam kegiatan pengawasan APBD Sulsel di Jalan Tinumbu, Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo, Makassar, Rabu (20/5/2026).
Dalam suasana penuh keakraban bersama tokoh masyarakat, perwakilan kelurahan, dan warga yang didominasi kaum ibu, berbagai persoalan mendasar warga pun mengemuka.
Mulai dari kondisi Pasar Pannampu yang dinilai butuh perhatian serius, persoalan distribusi air bersih PDAM, hingga masalah banjir akibat kanal yang dinilai perlu segera dinormalisasi, menjadi keluhan utama yang disampaikan masyarakat.
Baca Juga :
Kadir Halid mengaku prihatin terhadap kondisi Pasar Pannampu yang merupakan salah satu pasar tertua di Kota Makassar, namun dinilai belum mendapatkan sentuhan perbaikan yang signifikan.
“Pasar Pannampu ini termasuk pasar lama, bahkan mungkin salah satu yang tertua di Makassar. Tapi sampai hari ini belum ada pembenahan yang maksimal. Ini tentu harus menjadi perhatian pemerintah kota, khususnya PD Pasar,” ujar Kadir.
Politisi Golkar itu bahkan mendorong agar persoalan pasar tersebut segera dibahas melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Kota Makassar agar aspirasi pedagang dan warga bisa tersampaikan secara langsung.
Selain pasar, warga juga mengeluhkan distribusi air bersih dari PDAM yang disebut kerap tidak mengalir, meski wilayah Pannampu berada di pusat kota.
“Saya juga heran kenapa air PDAM di sini bisa tidak mengalir. Biasanya persoalan seperti ini banyak terjadi di wilayah pinggiran seperti Tamalanrea atau Biringkanaya. Ini akan kami koordinasikan dengan Wali Kota dan direksi PDAM,” katanya.
Tak hanya itu, persoalan banjir yang masih menghantui warga Pannampu saat hujan deras juga menjadi perhatian. Menurut Kadir, kondisi tersebut ironis karena wilayah itu memiliki saluran kanal yang seharusnya bisa mengurangi genangan.
“Kalau hujan, di sini masih tergenang padahal ada kanal. Artinya perlu ada perhatian serius, termasuk normalisasi kanal. Ini nanti akan kami komunikasikan dengan Balai Pompengan agar ada pengerukan,” jelasnya.
Kehadiran Kadir Halid disambut hangat warga yang memanfaatkan momentum tersebut untuk menyampaikan berbagai aspirasi secara langsung. Bagi warga, kehadiran wakil rakyat di tengah lingkungan mereka bukan sekadar agenda formal, tetapi bentuk nyata perhatian terhadap persoalan sehari-hari yang mereka hadapi.

Komentar