Pedomanrakyat.com, Makassar – Kalla Aspal memastikan pasokan aspal untuk proyek Multi Years Project (MYP) Paket 3 Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terpenuhi 100 persen.
Di tengah keterbatasan stok dan kenaikan harga aspal, perusahaan agen aspal curah PT Pertamina untuk wilayah Indonesia Timur ini terus menjaga ketersediaan material sekaligus menjamin kualitas dan ketepatan volume pasokan kepada kontraktor.
General Manager Marketing & Operational Kalla Aspal, Amril Arifin, mengatakan seluruh kebutuhan aspal untuk MYP Paket 3 dipasok melalui Kalla Aspal.
Baca Juga :
- Akses Makassar-Toraja Makin Lancar, Anggota Komisi D DPRD Sulsel Muhammad Sadar Puji Progres MYP Paket 3
- Jalan Bu’rung-Bu’rung–Bili-Bili Diresmikan, Lukman B Kady: Alhamdulillah, Sekarang Sudah Layak Dilalui Masyarakat
- Ashabul Kahfi Apresiasi Program MYP: Ini Sejarah, Pemprov Sulsel Bangun Jalan Beton setebal 40 cm
Tidak hanya Paket 3, Kalla Aspal juga menyuplai kebutuhan aspal untuk paket pembangunan jalan lainnya di Sulawesi Selatan dengan rata-rata kontribusi sekitar 80 persen.
“Alhamdulillah, untuk Paket 3, seluruh kebutuhan aspalnya menggunakan 100 persen pasokan dari Kalla Aspal. Untuk paket-paket lainnya juga kami suplai, dengan rata-rata sekitar 80 persen,” ujar Amril.
Ia menjelaskan, tantangan pasokan aspal saat ini tidak terlepas dari keterbatasan ketersediaan bahan baku dan kenaikan harga. Kondisi tersebut membuat perusahaan harus bekerja lebih keras untuk menjaga ketersediaan pasokan bagi kontraktor.
Sebagai agen Pertamina, Kalla Aspal berupaya mendapatkan harga terbaik melalui koordinasi dan dukungan Pertamina agar kebutuhan kontraktor tetap dapat dipenuhi.
“Dengan kondisi saat ini dan kenaikan harga aspal, kami dihadapkan pada pilihan apakah tidak mengadakan atau tetap menyediakan. Namun, kami masih berusaha menyediakan dengan mencari harga terbaik. Pertamina juga memfasilitasi kami mendapatkan harga terbaik,” jelasnya.
Amril mengungkapkan, keterbatasan pasokan juga dipengaruhi kondisi pasar aspal global. Kapasitas produksi kilang di Singapura yang terbatas turut menjadi tantangan dalam memenuhi kebutuhan aspal.
Meski demikian, Kalla Aspal berupaya mengoptimalkan pasokan melalui Pertamina agar kebutuhan proyek infrastruktur di Sulawesi Selatan tetap terpenuhi.
Kalla Aspal Jamin Kualitas dan Kuantitas Aspal
Di sisi pelayanan, Kalla Aspal juga menempatkan kualitas dan ketepatan kuantitas sebagai prioritas utama dalam memenuhi kebutuhan kontraktor.
Branch Manager Kalla Aspal wilayah Sulselbar, Muhammad Ardhy Rusyadi, mengatakan pihaknya memastikan aspal yang disalurkan sesuai spesifikasi teknis Dinas Pekerjaan Umum (PU), termasuk tingkat penetrasi yang dibutuhkan dalam pengerjaan jalan.
Selain kualitas, ketepatan timbangan menjadi komitmen perusahaan. Setiap pesanan kontraktor dipastikan tiba sesuai volume yang dipesan.
“Pelayanan paling utama bagi kami adalah tepat kualitas dan tepat kuantitas. Dari segi kualitas, penetrasi aspal harus sesuai kebutuhan dan spesifikasi PU. Kemudian dari segi kuantitas, timbangan kami harus tepat. Kalau kontraktor memesan 20 ton aspal curah, insyaallah yang sampai juga 20 ton,” tegas Ardhy.
Menurutnya, konsistensi menjaga kualitas dan kuantitas pasokan merupakan bagian penting dalam mendukung kelancaran pekerjaan kontraktor di lapangan.
Kalla Aspal, lanjutnya, berkomitmen menjaga kepercayaan pelanggan dengan memastikan tidak ada kekurangan volume dari jumlah pesanan yang telah disepakati.
“Kalau kami berkomitmen menjaga semuanya, baik kualitas maupun kuantitas. Jadi, apa yang dipesan kontraktor harus sampai sesuai dengan pesanannya,” tambahnya.
Aspal Impor Tetap Melalui Pertamina
Terkait pasokan aspal impor, Amril menegaskan Kalla Aspal tetap memperoleh produk melalui jalur Pertamina. Hal ini penting untuk memastikan aspal yang digunakan memenuhi spesifikasi dan kualifikasi teknis yang dibutuhkan dalam proyek pembangunan jalan di Indonesia.
Ia menjelaskan, produksi dalam negeri belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan aspal nasional. Karena itu, Pertamina juga melakukan impor, termasuk dari China.
Namun, aspal impor tersebut tetap melalui Pertamina untuk memastikan kualitasnya sesuai dengan standar yang dipersyaratkan.
“Walaupun impor, kami tetap melalui Pertamina. Sebab, Pertamina memastikan kualitas aspal yang didatangkan sesuai dengan spesifikasi kebutuhan kontraktor di Indonesia,” katanya.
Amril menambahkan, Kalla Aspal terus berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk mendukung kelancaran proyek-proyek infrastruktur di Sulawesi Selatan.
Langkah tersebut sejalan dengan arahan Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, agar seluruh pihak terkait bersinergi menyukseskan pembangunan jalan melalui skema MYP.
Dengan dukungan pasokan, jaminan kualitas, ketepatan volume, serta koordinasi bersama Pertamina dan pemerintah daerah, Kalla Aspal berkomitmen mengambil bagian dalam menyukseskan pembangunan infrastruktur jalan di Sulawesi Selatan.

Komentar