Kemenhut Perkuat Konservasi Mangrove sebagai Pilar Ketahanan Pesisir dan Keanekaragaman Hayati

Nhico
Nhico

Senin, 22 Juni 2026 12:02

Kemenhut Perkuat Konservasi Mangrove sebagai Pilar Ketahanan Pesisir dan Keanekaragaman Hayati

Pedomanrakyat.com, Balikpapan – Kementerian Kehutanan terus memperkuat komitmen dalam menjaga dan melestarikan ekosistem mangrove sebagai salah satu aset strategis lingkungan hidup Indonesia. Di tengah berbagai tantangan perubahan iklim, degradasi pesisir, dan tekanan terhadap keanekaragaman hayati, keberadaan mangrove memiliki peran yang semakin penting dalam mendukung ketahanan ekologi dan kesejahteraan masyarakat.

Kalimantan Timur merupakan salah satu wilayah yang memiliki ekosistem mangrove penting dengan fungsi ekologis yang sangat besar. Hutan mangrove tidak hanya menjadi habitat bagi berbagai jenis flora dan fauna, tetapi juga berfungsi sebagai pelindung alami kawasan pesisir dari abrasi, intrusi air laut, serta dampak cuaca ekstrem. Selain itu, mangrove memiliki kemampuan menyerap dan menyimpan karbon dalam jumlah besar sehingga berkontribusi signifikan terhadap upaya pengendalian perubahan iklim dan pencapaian target penurunan emisi nasional.

Dalam kunjungannya ke kawasan Mangrove Graha Indah, Balikpapan, Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan, Mahfudz, menegaskan bahwa konservasi mangrove merupakan bagian penting dari agenda pembangunan berkelanjutan nasional.

“Mangrove memiliki nilai ekologis, sosial, dan ekonomi yang sangat tinggi. Keberadaannya tidak hanya penting bagi perlindungan pesisir, tetapi juga menjadi solusi alami dalam menghadapi perubahan iklim dan menjaga keberlanjutan sumber daya alam bagi generasi mendatang. Karena itu, upaya perlindungan dan pengelolaan mangrove harus terus diperkuat melalui kolaborasi seluruh pihak,” ujar Mahfudz.

Lebih lanjut, Mahfudz menekankan bahwa keberhasilan konservasi mangrove tidak hanya ditentukan oleh kegiatan rehabilitasi, tetapi juga oleh komitmen jangka panjang dalam menjaga kawasan yang masih utuh, memperkuat edukasi lingkungan, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Kawasan Mangrove Graha Indah Balikpapan menjadi salah satu contoh pengelolaan ekosistem mangrove yang memberikan manfaat bagi konservasi, pendidikan lingkungan, penelitian, dan peningkatan kesadaran publik mengenai pentingnya menjaga kawasan pesisir. Keberadaan kawasan ini menunjukkan bahwa pelestarian mangrove dapat berjalan seiring dengan upaya pemberdayaan masyarakat dan pengembangan edukasi lingkungan.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Mahfudz bersama para pemangku kepentingan melakukan penanaman mangrove sebagai simbol komitmen bersama dalam mendukung pelestarian ekosistem pesisir. Namun demikian, ia menegaskan bahwa esensi utama dari upaya konservasi adalah memastikan mangrove tetap terjaga dan dikelola secara berkelanjutan.

“Menanam mangrove adalah langkah penting, tetapi yang lebih penting adalah memastikan mangrove dapat tumbuh, terjaga, dan memberikan manfaat bagi lingkungan serta masyarakat dalam jangka panjang. Konservasi mangrove merupakan investasi untuk masa depan yang hasilnya akan dinikmati oleh generasi mendatang,” tegas Mahfudz.

Kementerian Kehutanan mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, dan komunitas lingkungan untuk terus memperkuat kolaborasi dalam menjaga dan melestarikan ekosistem mangrove. Dengan kerja sama yang kuat, mangrove dapat terus menjadi benteng alami pesisir Indonesia sekaligus berkontribusi nyata dalam upaya menghadapi perubahan iklim global.

 Komentar

Berita Terbaru
Metro22 Juni 2026 16:15
Masuk Daftar Best Place to Invest, Munafri Paparkan Makassar sebagai Pusat Pertumbuhan Indonesia Timur
Pedomanrakyat.com, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin memaparkan berbagai faktor yang menjadikan Makassar sebagai salah satu daera...
Daerah22 Juni 2026 15:13
Bupati Chaidir Syam Buka Peluang Investasi Rp53 Miliar untuk Pengembangan Jagung di Maros
Pedomanrakyat.com, Maros – Keikutsertaan Pemerintah Kabupaten Maros dalam Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo membuahkan...
Nasional22 Juni 2026 15:06
Kementerian Kehutanan Siapkan Pengembangan Forest Move Club untuk Cetak Generasi Pelestari Hutan
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Kementerian Kehutanan melalui Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan (Pusgenri), Badan Penyuluhan dan Pengembangan...
Ekonomi22 Juni 2026 14:56
Bank Sulselbar Sosialisasikan QRIS, Pembayaran Retribusi Pasar Kini Lebih Praktis
Pedomanrakyat.com, Sidrap – Bank Sulselbar bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sidenreng Rappang, Dinas Perdagangan, dan UPT Pas...