Komisi A DPRD Sulsel Sayangkan Masih Banyak OPD Dijabat Plt Jelang Pembahasan Ranperda APBD 2022

Nhico
Nhico

Kamis, 18 November 2021 17:23

Selle KS Dalle.
Selle KS Dalle.

Pedoman Rakyat, Makassar – Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang APBD TA 2022 Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi selatan, akan mulai dibahas Komisi-Komisi dan Organisasi Perangkat daerah (OPD) mitra kerja November 2021.

Namun hingga pertengahan November 2021 ini, masih ada beberapa jabatan fungsional di Lingkup Pemrpov Sulsel yang dijabat oleh Pelaksana tugas.

Seperti, Inspektorat, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Dinas Perikanan dan Kelautan (DPK), Dinas Pendidikan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Sulsel

Kemudian Biro Administasi Pimpinan (Adpim), Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Biro Hukum dan HAM (Kum-HAM), Biro Umum, Biro Pengadaan Barang dan Jasa (Barjas).

Selanjutnya, posisi Dirut RSUD Haji, Kepala Dinas Kesehatan, Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan, Dinas Ketenagakerjaan dan Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi A DPRD Sulsel membidangi Pemerintahan, Selle KS Dalle mengatakan bahwa, mestinya sebelum pembahasan APBD 2022 tuntas, struktur pemerintahan normal.

“Jadi, Pak Plt Gubernur Sulsel itu menghadap pak Kemendagri,” ujar Selle, ditemui di ruang kerjanya di lantai 3 Gedung DPRD Sulsel, Kamis (18/11/2021).

Namun, dalama perjalannya ternyata Pemprov melalui kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) yang menyurat ke Mendagri, meminta untuk lelang jabatan.

“Itukan mekanisme normal itu kalau sekedar menyurat yang kami anggap lakukan langkah-langkah, karena ini masalah sangat penting. Jadi menghadap langsung ke kemedari minta kebijakan ini,” terangnya.

Legislator Fraksi Demokrat DPRD Sulsel menyayangkan masih banyak jabatan fungsional yang dijabat oleh Plt. Sementara Ranperda APBD TA 2022 ini akan segera dibahas.

“Tiba-tiba sudah membahas APBD pokok misalnya 2022, kemudian masuk pelantikan terisi definitif. Lain yang membahas, lain yang melaksanakan, inikan ndak paham rohya,” tegas Selle.

Ia juga menuturkan bahwa, kalau kondisi tersu seperti ini, maka trget Rancangan Pembanhunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sulit untuk tercapai secara maksimal.

“Dalam artian kalau semua rata-rata tidak tercapai secara maksimal dari seluruh indikator-indikator capaian yang kita tuangkan di dalam peraturan daerah tentang RPJMD,” terangnya

Penulis : Musa

 Komentar

Berita Terbaru
Politik01 Oktober 2026 23:36
Resmi Ditutup, 134 Peserta Siap Ikuti Pelatihan Relawan Penegakan Hukum Pemilu Bawaslu Sulsel
Pedomanrakyat.com, Makassar – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sulawesi Selatan mencatat tingginya antusiasme masyarakat dalam mengikuti ...
Metro01 Oktober 2026 23:13
Hari Kesaktian Pancasila, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Ajak ASN Hidupkan Nilai-Nilai Pancasila
Pedomanrakyat.com, Makassar – Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat untuk...
Nasional01 Oktober 2026 22:31
Pemerintah Siapkan Pembentukan Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Pemerintah menyiapkan pembentukan Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (BP-GMN) untuk memperkuat tata kel...
Metro01 Oktober 2026 22:08
APBD-P 2026 Makassar Rp5,26 Triliun, Appi: Layanan Dasar dan Kebutuhan Warga Jadi Prioritas
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pemerintah Kota Makassar bersama DPRD Kota Makassar resmi mengetok palu Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (AP...