Komisi D DPRD Sulsel Soroti Kinerja MK Paket 3 MYP, Minta Pemprov Lakukan Evaluasi

Muh Saddam
Muh Saddam

Senin, 29 Juni 2026 17:28

Anggota Komisi D DPRD Sulsel, Muhammad Sadar.
Anggota Komisi D DPRD Sulsel, Muhammad Sadar.

Pedomanrakyat.com, Makassar – Komisi D DPRD Provinsi Sulawesi Selatan menyoroti kinerja Manajemen Konstruksi (MK) yang bertugas mengawasi pelaksanaan Program Multi Years Project (MYP) Paket 3.

Dewan bahkan meminta Pemerintah Provinsi Sulsel segera mengevaluasi kinerja MK karena dinilai tidak menjalankan fungsi pengawasan secara optimal.

Sorotan tersebut disampaikan Anggota Komisi D DPRD Sulsel, Muhammad Sadar, saat rapat kerja dalam rangka menindaklanjuti hasil kunjungan Komisi D di pengerjaan preservasi jalan paket 3 multiyears contract project di Kabupaten Pinrang, Senin (29/6/2026).

Menurut Sadar, hasil kunjungan lapangan Komisi D di proyek MYP Paket 3 menemukan sejumlah persoalan yang mengindikasikan lemahnya fungsi pengawasan.

Program MYP Paket 3 sendiri mencakup pembangunan dan peningkatan jalan sepanjang 254,85 kilometer yang tersebar di 15 ruas jalan di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Pinrang, Enrekang, dan Soppeng.

Sadar mengungkapkan, saat inspeksi lapangan, pihaknya sempat berdialog langsung dengan pimpinan MK yang bertugas mengawasi proyek tersebut. Namun, jawaban yang diberikan dinilai tidak mencerminkan penguasaan terhadap aspek teknis pekerjaan.

“Saya bertanya soal lapisan Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC), termasuk ketebalannya. Saya juga menanyakan kadar aspal, jenis chipping, hingga material yang digunakan. Tetapi yang bersangkutan tidak bisa menjawab, padahal dia mengaku sebagai leader MK,” ujar Sadar.

Menurut legislator Fraksi NasDem itu, kondisi tersebut sangat memprihatinkan karena MK memiliki peran penting dalam memastikan kualitas pekerjaan sesuai spesifikasi kontrak.

“Kalau seorang pengawas tidak memahami hal-hal teknis di lapangan, bagaimana dia bisa menjalankan fungsi pengawasan dengan baik,” tegasnya.

Sadar juga mengingatkan bahwa anggaran untuk jasa Manajemen Konstruksi mencapai sekitar Rp12 miliar yang bersumber dari APBD Sulsel. Dengan besarnya anggaran tersebut, ia menilai pengawasan seharusnya dilakukan secara profesional dan maksimal.

“Kalau bentuk pengawasannya seperti ini, jangankan 30 orang, seribu orang pun tidak akan sanggup menghasilkan pengawasan yang baik,” kata Sadar.

Olehnya itu, Komisi D DPRD Sulsel mendesak Pemerintah Provinsi Sulsel melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja MK agar potensi kerugian negara akibat lemahnya pengawasan dapat dicegah.

Sebagai tindak lanjut, Komisi D juga berencana memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan proyek MYP dengan melakukan inspeksi langsung ke setiap Asphalt Mixing Plant (AMP) milik rekanan yang terlibat dalam proyek tersebut.

“Ke depan, kami akan mengunjungi setiap AMP milik rekanan yang mengerjakan proyek multiyears ini untuk memastikan seluruh pekerjaan benar-benar sesuai spesifikasi,” pungkas Sadar.

 Komentar

Berita Terbaru
Nasional14 Agustus 2026 16:29
Jokowi Beri Gestur Jempol ke Prabowo Usai Pidato Kenegaraan
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Momen hangat mewarnai pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) seusai pidato ke...
Daerah13 Agustus 2026 22:27
Gerak Jalan HUT RI di Pinrang: Pelajar Tunjukkan Kreativitas, Disiplin dan Kekompakan
Pedomanrakyat.com, Pinrang – Lomba gerak jalan menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang selalu dinantikan masyarakat dalam memeriahkan Hari Ul...
Metro13 Agustus 2026 21:31
Aliyah Mustika Ilham: Merdeka Digital Jadi Kunci UMKM Makassar Naik Kelas
Pedomanrakyat.com, Makassar – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, membuka secara resmi kegiatan Create Smarter with AI Batch III yan...
Daerah13 Agustus 2026 20:25
Bupati Syaharuddin Resmikan Jembatan Garuda Merah Putih, Distribusi Hasil Tani Makin Efisien
Pedomanrakyat.com, Sidrap – Kehadiran Jembatan Garuda Merah Putih di Desa Kanie, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), m...