Korsel Menyerang, Korut Siapkan Senjata Nuklir

Nhico
Nhico

Rabu, 06 April 2022 17:02

Senjata Nuklir Korut.(F-INT)
Senjata Nuklir Korut.(F-INT)

Pedomanrakyat.com, Korea – Korea Utara menentang perang tapi akan menggunakan senjata nuklir jika Korea Selatan menyerang. Ancaman ini dilontarkan Kim Yo Jong, adik pemimpin Korut Kim Jong Un.

Menurut pengamat, peringatan yang dilontarkan pada Selasa itu mungkin ditujukan untuk presiden Korsel terpilih yang konservatif.

Kim Yo Jong, pejabat senior pemerintah dan partai penguasa, mengatakan “kesalahan yang sangat besar” bagi Menteri Pertahanan Korsel mengeluarkan pernyataan terbaru yang membahas serangan ke Korut, seperti dilaporkan kantor berita pemerintah Korut, KCNA.

Pada Jumat, Menteri Pertahanan Korsel, Suh Wook mengatakan militer Korsel memiliki beragam rudal dengan jangkauan yang ditingkatkan secara signifikan, akurasi dan kekuatan, serta “kemampuan untuk mengenai target apapun dengan akurat dan cepat di Korut.”

Kim Yo Jong dan pejabat Korut lainnya mengeluarkan pernyataan pada Minggu mengecam pernyataan Suh, dan memperingatkan bahwa Pyongyang akan menghancurkan target-target utama di Seoul jika Korsel mengambil setiap “tindakan militer berbahaya” seperti serangan preemptive atau pendahuluan.

Dalam pernyataannya pada Selasa, Kim Yo Jong mengatakan Pyongyang menentang perang, yang akan menghancurkan semenanjung itu, dan tidak memandang Korsel sebagai musuh utamanya.

“Tapi jika Korea Selatan, atas alasan apapun – apakah itu dibutakan oleh salah penilaian atau tidak – memilih tindakan militer seperti ‘serangan pendahuluan’ yang digembar-gemborkan oleh (Suh Wook), situasinya akan berubah,” jelas Kim, dikutip dari Reuters, Rabu (6/4).

“Dalam hal ini, Korea Selatan sendiri akan menjadi target.”

pasukan tempur nuklir Korut akan melakukan tugasnya. Dia juga menekankan Korsel bisa menghindari hal buruk ini dengan membuang “lamunan fantastis”-nya untuk meluncurkan serangan pendahuluan terhadap negara bersenjata nuklir.

Kritik Kim Yo Jong kemungkinan besar diarahkan pada Presiden Korsel terpilih, Yoon Suk-yeol, yang menyerukan sektor pertahanan yang lebih kuat terhadap ancaman Korut, menurut Rachel Minyoung Lee, analis proyek 38 North yang memantau Korut.

“Komentar ‘serangan premptive’ Yoon menjadi headline beberapa bulan lalu, dan Pyongyang memanfaatkan pernyataan Suh merujuk pada pemerintahan Korea Selatan yang akan datang,” jelasnya.

 Komentar

Berita Terbaru
Metro01 Agustus 2026 16:26
KONI Makassar Tetapkan Pengurus Baru Periode 2025-2029, Berikut Nama-namanya
Pedomanrakyat.com, Makassar – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Makassar resmi menetapkan susunan kepengurusan terbaru masa bakti 2...
Nasional31 Juli 2026 22:29
Perkuat Tata Kelola Kehutanan Berbasis Data, Kemenhut Implementasikan IHN 2.0
Pedomanrakyat.com, Yogyakarta – Kementerian Kehutanan terus memperkuat tata kelola kehutanan berbasis data melalui implementasi Inventarisasi Hutan ...
Metro31 Juli 2026 21:27
Kebijakan Pilah Sampah Mulai Besok, Pemkot Makassar Siapkan Fasilitas dan Edukasi Warga
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pemerintah Kota Makassar, tetap memberlakukan kebijakan baru dalam sistem pengelolaan sampah mulai 1 Agustus 2026....
Metro31 Juli 2026 20:25
Berkat Bantuan Pemprov Sulsel, Jembatan Salujambu Penghubung Luwu-Luwu Utara Segera Difungsikan
Pedomanrakyat.com, Makassar – Jembatan Salujambu yang berada di Kecamatan Lamasi, Kabupaten Luwu, dan menghubungkan wilayah Kabupaten Luwu denga...