Kuasa Hukum Kepala UPTD Kanre Rong Makassar Sebut Kliennya Dikriminalisasi

Jennaroka
Jennaroka

Jumat, 26 Maret 2021 12:16

Idham Jaya, Kuasa hukum Kepala UPTD Karne Rong Karebosi Makassar, Muhammad Said.
Idham Jaya, Kuasa hukum Kepala UPTD Karne Rong Karebosi Makassar, Muhammad Said.

Pedoman Rakyat, Makassar – Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar, resmi menetapkan Kepala UPTD Kanre Rong, Muhammad Said sebagai tersangka, Kamis (25/3/2021). Said dijadikan tersangka dalam kasus dugaan pungutan liar alias pungli.

Usai ditetapkan sebagai tersangka, Said langsung digelandang menuju Lapas Kelas 1A Makassar, untuk menjalani masa penahanan. Said digelandang menuju lapas dengan menggunakan rompi merah bertuliskan tahanan.

Namun kuasa hukum Said, Idham Jaya, bereaksi keras atas status tersangka kliennya dan penahanan ini. Menurut Idham, Said dikriminalisasi. Soal tuduhan pungli, Idham juga menyangkalnya. Dalam kasus ini, Said hanya menerima uang terimakasih karena menyewakan kios miliknya pada orang lain.

“Ini tidak ada satu rupiah pun uang negara. Jadi yang ada itu kios pemilik menyewakan kios itu pada orang lain. Dan dari situ Pak Said menerima uang terimakasih dari pemilik kios, ada empat pemilik kios. Dan Dia mengaku menerima Rp300 ribu sampai Rp500 ribu. Jadi tidak ada korupsi uang negara,” ujar Idham, semalam pasca penahanan Said, Kamis (25/3/2021).

Idham menganggap kasus ini dipaksakan bahkan terkesan dikriminalisasi. Menurutnya, kasus ini bermula dari sakit hati oleh seorang pemilik kios bernama Agung. Dia memiliki dua kios di Kanre Rong, sehinggaSaid menarik salah satunya. Agung yang diduga sakit hati diduga kemudian melaporkan Said ke Kejaksaan dengan tuduhan pungli.

“Padahal itu tidak benar. Adapun uang senilai Rp10 juta itu sudah dikembalikan. Ada bukti pengembaliannya kok. Makanya melihat latar belakang kasus ini, Pak Said kami duga di seperti dikriminalisasi,” lanjut Idham.

Tidak hanya itu, Idham juga kecewa kenapa kliennya ditahan. Karena sejak awal kliennya sangat kooperatif, setiap dipanggil penyidik. Apalagi Said seorang PNS dan memiliki lima orang anak.

“Jadi tidak mungkin dia melarikan diri. Ini yang kami sesalkan, ini bukan korupsi kok. Pak Said ini hanya menerima uang terimakasih. Pemilik lods sendiri yang menyewakan dan memberikan uang terimakasih. Ada apa? Kenapa sampai beliau yang digarap begini. Sampai ditahan pula. Padahal kalau kita lihat banyak kok kasus korupsi yang terjadi, kenapa harus kasus ini yang diblow-up dan dibuat heboh seperti ini,” tukasnya.

Olehnya ia kedepan akan menempuh perlawanan hukum untuk membantu kliennya. Termasuk mengajukan penangguhan penahanan. “Kita sudah ajukan penangguhan penahanan. Kita pikir tidak ada alasan untuk menahan Pak Said. Kedepan juga kita akan lihat, kita akan tempuh jalur hukum,” demikian Idham.

Penulis : Chaidir

 Komentar

Berita Terbaru
Hujan Deras, Beberapa Daerah di Singapura Terendam Banjir
International17 April 2021 19:58
Hujan Deras, Beberapa Daerah di Singapura Terendam Banjir
Pedoman Rakyat, Singapura – Banjir bandang dilaporkan terjadi di beberapa bagian Singapura, di tengah hujan lebat yang mengguyur wilayah itu pad...
Intip Napi di Polres Pelabuhan Makassar yang Wajib Baca Al-Qur’an hingga Puasa
Hukum/Kriminal17 April 2021 19:50
Intip Napi di Polres Pelabuhan Makassar yang Wajib Baca Al-Qur’an hingga Puasa
Pedoman Rakyat, Makassar – Selama bulan suci ramadan 1442 H, para napi yang menempati sel tahanan Mapolres Pelabuhan Makassar diwajibkan untuk m...
DPRD Makassar: THR Tak Dibayarkan Penuh, Usaha Ditutup
Metro17 April 2021 19:46
DPRD Makassar: THR Tak Dibayarkan Penuh, Usaha Ditutup
Insyaallah seminggu sebelum hari H 1 syawal 1442 H, Komisi D DPRD Makassar akan membuka posko pengaduan baik itu secara lansung ke Komisi D atau pun s...
Polisi Ungkap Mayat Terbakar Dalam Mobil di Maros, Ini Identitasnya
Hukum/Kriminal17 April 2021 12:56
Polisi Ungkap Mayat Terbakar Dalam Mobil di Maros, Ini Identitasnya
polisi mengungkap identitas mayat yang ditemukan terbakar dalam mobil di maros sulawesi selatan. ...