Lawan Budaya Instan, Bupati Pangkep Yusran Lalogau Tekankan Pengembangan Pertanian Berbasis Rumah Tangga-Dorong Kemandirian Masyarakat

Nhico
Nhico

Kamis, 18 September 2025 12:11

Lawan Budaya Instan, Bupati Pangkep Yusran Lalogau Tekankan Pengembangan Pertanian Berbasis Rumah Tangga-Dorong Kemandirian Masyarakat

Pedomanrakyat.com, Pangkep – Bupati Kabupaten Pangkajene Kepulauan, Provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Yusran Lalogau, menekankan pentingnya mengembangkan budaya pertanian berbasis rumah tangga secara berkelanjutan.

Menurutnya, ketahanan pangan dimulai dari lingkup terkecil, yakni keluarga, sehingga setiap rumah tangga diharapkan mampu berperan aktif dalam menjaga ketersediaan pangan.

Ia menjelaskan bahwa pertanian rumah tangga bukan hanya soal menanam sayuran di pekarangan, tetapi juga bagian dari strategi menghadapi tantangan ekonomi dan perubahan iklim. Dengan memanfaatkan lahan sempit, masyarakat dapat menanam kebutuhan harian seperti cabai, tomat, kangkung, hingga ubi, yang sekaligus dapat mengurangi pengeluaran rumah tangga.

Lebih jauh, Bupati Yusran menekankan bahwa pengembangan pertanian rumah tangga akan mendorong kemandirian masyarakat. Jika setiap keluarga mampu memenuhi sebagian kebutuhan pangannya sendiri, maka beban terhadap pasokan pasar dapat dikurangi, terutama saat harga pangan melonjak. Hal ini juga menjadi cara halus melawan budaya instan yang kerap melupakan kearifan lokal dalam bercocok tanam.

Budaya pertanian berbasis rumah tangga, lanjutnya, perlu dikembangkan dengan pendekatan modern tanpa meninggalkan nilai tradisi. Pemanfaatan pupuk organik cair, kompos, dan inovasi sederhana lainnya bisa menjadi solusi ramah lingkungan sekaligus menjaga kesuburan tanah dalam jangka panjang.

Di sisi lain, gerakan ini juga berdampak pada kesehatan masyarakat. Dengan menanam sendiri kebutuhan pangan, masyarakat lebih terjamin kualitas dan kebersihan bahan makanan yang dikonsumsi. Hal ini penting untuk meningkatkan gizi keluarga sekaligus membiasakan pola hidup sehat.

Pemerintah daerah, menurut Bupati, telah menyiapkan berbagai program untuk mendorong gerakan ini. Mulai dari pelatihan budidaya, penyediaan bibit gratis, hingga pendampingan kelompok tani. Dengan begitu, masyarakat tidak berjalan sendiri, melainkan mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah.

Bupati Yusran juga mengajak generasi muda untuk tidak ragu berkecimpung dalam pertanian rumah tangga. Kreativitas dan inovasi anak muda dibutuhkan agar pertanian keluarga tidak dianggap kuno, melainkan sebagai gaya hidup modern yang bermanfaat bagi lingkungan dan ekonomi.

Lebih dari itu, gerakan penghijauan melalui pertanian rumah tangga juga memberikan dampak ekologis yang besar. Lahan sempit yang hijau akan membantu menyerap karbon, menjaga keseimbangan udara, serta menambah keindahan lingkungan sekitar.

Dengan mengembangkan budaya pertanian berbasis rumah tangga secara berkelanjutan, Pangkep tidak hanya menjaga ketahanan pangan, tetapi juga menciptakan masyarakat yang mandiri, sehat, dan berdaya. Bupati Yusran menegaskan, “Apa yang kita tanam hari ini, adalah bekal kehidupan untuk masa depan generasi kita.

 Komentar

Berita Terbaru
Metro29 Juni 2026 19:27
Harga Aspal Naik hingga 70 Persen, Komisi D DPRD Sulsel Siap Konsultasi ke Pemerintah Pusat
Pedomanrakyat.com, Makassar – Komisi D DPRD Sulawesi Selatan menggelar rapat kerja bersama kontraktor pemenang tender dalam Program Multi Years Proj...
Edukasi29 Juni 2026 18:30
Bangun Ekosistem Pendidikan dari Daerah, TPN XIII Wujudkan Kewargaan Desa Dunia
Pedomanrakyat.com, Makassar – Di tengah perubahan sosial, teknologi, dan tantangan global yang berlangsung semakin cepat, pendidikan dituntut un...
Metro29 Juni 2026 17:28
Komisi D DPRD Sulsel Soroti Kinerja MK Paket 3 MYP, Minta Pemprov Lakukan Evaluasi
Pedomanrakyat.com, Makassar – Komisi D DPRD Provinsi Sulawesi Selatan menyoroti kinerja Manajemen Konstruksi (MK) yang bertugas mengawasi pelaks...
Metro29 Juni 2026 16:30
IGS 2026 Buka Jalan Kerja Sama Makassar dengan Delapan Negara, Cetak 37 Peluang Bisnis
Pedomanrakyat.com, Makassar – Kesuksesan penyelenggaraan Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 di Kota Makassar tak hanya memperkenalkan k...