Mallarangan Tutu Dorong Sapi Perah Sulsel Digarap Serius, Peternak Diminta Didampingi dari Hulu ke Hilir

Muh Saddam
Muh Saddam

Selasa, 14 April 2026 10:46

Anggota Komisi B DPRD Sulsel, Mallarangan Tutu.
Anggota Komisi B DPRD Sulsel, Mallarangan Tutu.

Pedomanrakyat.com, Makassar – Anggota Komisi B DPRD Sulawesi Selatan, Mallarangan Tutu, mendorong Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Sulsel untuk lebih serius mengembangkan sektor sapi perah sebagai salah satu penopang ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat.

Menurut Mallarangan, potensi peternakan di Sulawesi Selatan masih sangat besar, namun membutuhkan dukungan menyeluruh, mulai dari penyediaan bibit hingga akses pasar hasil produksi.

“Peternak ini adalah ujung tombak keberhasilan program pemerintah, termasuk dalam mewujudkan ketahanan pangan. Jadi harus kita support secara maksimal,” ujar Mallarangan, di kantor sementara DPRD Sulsel, Selasa (14/4/2026).

Mallarangan menilai sejumlah daerah di Sulsel memiliki kondisi geografis dan iklim yang sangat mendukung pengembangan sapi perah, seperti Malino dan Enrekang. Namun, potensi tersebut dinilai belum dimaksimalkan secara optimal.

“Di Malino misalnya, cuacanya sangat mendukung, tapi belum terlihat pengembangan yang maksimal. Sementara di Enrekang, itu sudah terbukti bisa bertahan karena didukung kondisi wilayahnya,” jelasnya.

Legislator fraksi PKS itu menekankan, bantuan kepada peternak tidak boleh berhenti pada tahap distribusi semata. Pendampingan berkelanjutan menjadi kunci agar program benar-benar berhasil dan berdampak jangka panjang.

Menurutnya, tenaga pendamping harus memiliki kompetensi yang memadai, bahkan perlu dibekali pelatihan khusus hingga praktik langsung di lapangan.

“Kalau perlu, pendamping itu disekolahkan dan diterjunkan langsung. Seperti di kampus, kita belajar dari nol sampai ternak itu bisa berproduksi. Pendampingan seperti itu yang dibutuhkan peternak,” terangnya.

Selain itu, Mallarangan juga menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi dalam pengembangan sapi perah. Ia berharap teknologi yang sudah diberikan melalui program bantuan dapat dimaksimalkan agar produktivitas peternak meningkat.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa pengembangan sektor peternakan harus dilakukan secara terintegrasi dari hulu ke hilir, termasuk memastikan adanya kepastian pasar melalui kerja sama dengan industri.

“Kita tidak ingin peternak hanya panen sekali, tapi harus berkelanjutan. Karena itu, pengelolaan pasar juga harus disiapkan dengan melibatkan perusahaan atau industri,” tegasnya.

Mallarangan juga optimistis, jika dikelola dengan serius dan berkelanjutan, sektor sapi perah tidak hanya meningkatkan pendapatan peternak, tetapi juga berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sulawesi Selatan.

 Komentar

Berita Terbaru
Metro14 Juli 2026 23:25
Munafri Jamu Coach Darije, Semangat Kebangkitan PSM Makassar Kembali Menggelora
Pedomanrakyat.com, Makassar – PSM Makassar kembali mendapat suntikan semangat menjelang menghadapi kompetisi musim 2026/2027. Mantan CEO PSM Mak...
Metro14 Juli 2026 21:22
Ombudsman RI Ganjar Dua OPD Makassar Atas Kinerja Terbaik, Komitmen Tingkatkan Standar Pelayanan
Pedomanrakyat.com, Makassar – Komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam menghadirkan pelayanan publik yang semakin profesional, responsif, dan ber...
Metro14 Juli 2026 20:26
IYB: Bone jadi contoh penilaian tata kelola perkebunan berkelanjutan di Sulawesi Selatan
Pedomanrakyat.com, Makassar – Kabupaten-kabupaten di Sulawesi Selatan dapat mencontoh Bone dalam tata kelola perkebunan berkelanjutan, demikian ...
Metro14 Juli 2026 19:23
Komisi E DPRD Sulsel Bawa Data Siswa Tak Tertampung di SMAN ke Kementerian Pendidikan
Pedomanrakyat.com, Makassar – Komisi E DPRD Sulawesi Selatan bergerak mencari solusi atas masih banyaknya calon peserta didik yang belum tertamp...