NTP Bulan April Menurun, Kementan: Momentum Menjaga Harga Ditingkat Petani

Nhico
Nhico

Senin, 03 Mei 2021 20:28

NTP Bulan April Menurun, Kementan: Momentum Menjaga Harga Ditingkat Petani

Pedoman Rakyat, Jakarta – Kementerian Pertanian melalui Kepala Biro Humas dan Informasi Publik, Kuntoro Boga Andri merespon fenomena penurunan nilai NTP dan NTUP bulan April 2021. Menurutnya, hal ini menjadi hal yang kerap terjadi ditengah panen raya yang terus berlangsung di berbagai tempat.

“Kita tahu saat ini panen raya masih terjadi di berbagai sentra produksi padi dan hortikultura. Disinilah kunci pemerintah untuk hadir membantu petani agar mendapatkan harga yang layak. Pemerintah tidak membiarkan harga anjlok,” tegas Kuntoro di Jakarta, senin (3/5/2021).

Kuntoro menjelaskan gerakan serap gabah dan pengendalian harga ditingkat petani yang dilakukan sinergis oleh Bulog, BUMN kluster pangan, dan pemerintah daerah agar mampu mencegah turunnya NTP lebih dalam. Momentum ini harus menjadi sinyal masih munculnya harga jual yang belum sesuai dengan HPP di beberapa daerah.

Menurutnya, tahun ini nilai NTP dan NTUP year on year (yoy) bulan April, jauh lebih baik dibandingkan tahun 2020. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai tukar petani (NTP) nasional pada April 2021 sebesar 102,93 atau naik 2,60 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya sebesar 100,32. Kondisi ini menunjukkan adanya perbaikan tata kelola distribusi produksi dan pemasaran.

“Subsektor tanaman pangan dan hortikultura memang yang terkontraksi bulan april ini. Namun Sub sektor perkebunan dan peternakan nilainya masih positif di bulan ini. Fenomena panen raya yang seperti ini memang sudah perkirakan dan antisipasi, dan langkah yang kita lakukan sudah cukup baik. sehingga kontraksi nilai NTP tidak sekuat tahun lalu,” jelas Kuntoro.

Tidak hanya itu, secara nasional, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Januari–April 2021 lebih tinggi 0,55 persen dibandingkan NTUP Tahun 2020 pada periode yang sama. NTUP merupakan perbandingan antara Indeks Harga yang Diterima oleh Petani (It) dengan Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM).

Sebelumnya, BPS menyebutkan terjadi penurunan Nilai Tukar Petani (NTP) subsektor tanaman pangan sebesar 1,18 persen mengakibatkan turunnya NTP nasional pada April 2021 sebesar 0,35 persen menjadi 102,93, namun nilainya masih lebih baik dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai 100,32.

Sementara itu, untuk NTP tanaman perkebunan rakyat, peternakan, dan perikanan, masih terjadi peningkatan NTP pada April 2021, di mana NTP tanaman perkebunan naik 0,89 persen, dan NTP peternakan meningkat 1,31 persen.

 Komentar

Berita Terbaru
Metro23 September 2026 23:23
Bunda PAUD Makassar Dorong Komunikasi Efektif untuk Penguatan Pendidikan Anak Usia Dini
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pokja Bunda PAUD Kota Makassar menggelar kegiatan Public Speaking bertema “Speak with Confidence, Heart & Im...
Daerah23 September 2026 22:22
Bupati Syaharuddin Tinjau Peternakan 200 Ribu Ayam, Telur Sidrap Tembus Kalimantan
Pedomanrakyat.com, Sidrap – Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, mengunjungi salah satu peternakan ayam petelur di Desa Mario, ...
Metro23 September 2026 21:25
Sekda Jufri Rahman: Pengendalian Inflasi Harus Jadi Agenda Strategis Daerah
Pedomanrakyat.com, Makassar – Sekretaris Daerah (Sekda) Sulawesi Selatan Jufri Rahman menekankan pentingnya pengendalian inflasi sebagai bagian ...
Olahraga23 September 2026 20:44
KALLA 10K 2026 Gandeng PASI, Makin Kompetitif dan Jadi Daya Tarik Pelari Elite
Pedomanrakyat.com, Makassar – Kalla 10K akan berlangsung pada 10–11 Oktober 2026 di Anjungan Pantai Losari dengan menargetkan 4.500 pelari. Mengga...