Pedomanrakyat.com, Makassar – Pasukan Jihad Kebangkitan Bangsa (Panji Bangsa) menggelar diskusi publik bertajuk “Prabowonomic, Ekonomi Konstitusi, dan Ruang Tumbuh: Percepatan Ekonomi Kelompok Muda Kreatif” di Makassar, Sabtu (26/9/2026).
Diskusi tersebut membahas bagaimana prinsip ekonomi konstitusi dan gagasan Prabowonomic dapat dikaitkan dengan pengembangan usaha, inovasi, serta perluasan kesempatan bagi kelompok muda kreatif.
Sekretaris Jenderal Dewan Komando Pusat (DKP) Panji Bangsa, Bustanul Arifin, mengatakan ekonomi konstitusi merupakan pengejawantahan Pasal 33 UUD 1945 yang menempatkan perekonomian sebagai usaha bersama berasas kekeluargaan untuk mencapai kemakmuran rakyat.
Baca Juga :
Menurut Bustanul, bagi kelompok muda kreatif, prinsip tersebut dapat diwujudkan melalui pengembangan produk, inovasi, dan model bisnis yang berangkat dari potensi lokal, tetapi mampu bersaing di pasar global.
“Pertumbuhan ekonomi kreatif tidak hanya menjadi konsumen teknologi dan tren, melainkan turut menjadi produsen nilai tambah bagi perekonomian nasional, sejalan dengan visi Prabowonomic,” ujar Bustanul.
Ketua Satgas Prabowonomic DKP Panji Bangsa, Ahmad Riyadi, menambahkan bahwa kedaulatan ekonomi konstitusi berkaitan dengan hajat hidup orang banyak sehingga harus tetap berada dalam kendali negara dan rakyat.
Ia mengatakan, kemandirian ekonomi juga menuntut kemampuan menentukan arah pembangunan berdasarkan kebutuhan dan karakter bangsa sendiri, tanpa ketergantungan berlebihan terhadap kekuatan ekonomi eksternal.
Sementara itu, Anggota DPR RI Syamsu Rijal menyoroti pentingnya memastikan pelaku usaha muda memiliki kesempatan berkembang di tengah pertumbuhan ekonomi digital.
Menurutnya, negara perlu menjamin ruang usaha, pasar digital, dan akses pembiayaan tidak sepenuhnya dikuasai oleh modal besar atau platform asing, sehingga pelaku usaha muda dalam negeri tetap memiliki kesempatan tumbuh secara setara.
Ketua Dewan Komando Wilayah (DKW) Panji Bangsa Sulawesi Selatan, Zulfikar Limolang, mengatakan kelompok muda kreatif berpotensi menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru.
Namun, potensi tersebut masih menghadapi sejumlah kendala, mulai dari akses pembiayaan, perluasan pasar, legalitas usaha, hingga literasi bisnis dan keuangan.
Ketua Fraksi PKB DPRD Sulsel itu berharap diskusi mengenai Prabowonomic tidak berhenti pada kegiatan tersebut, tetapi berlanjut ke ruang-ruang diskusi mahasiswa, pemuda, pelajar, dan kelompok masyarakat lainnya.
“Terima kasih kepada Dewan Komando Pusat yang memberikan kepercayaan kepada Panji Bangsa Sulsel sebagai tempat pelaksanaan diskusi publik,” jelas Zulfikar.
“Ada harapan semoga Prabowonomic ini tidak berhenti di sini saja, tetapi hadir di ruang-ruang diskusi kelompok mahasiswa, pemuda, pelajar, serta kelompok masyarakat lainnya, untuk dilakukan dan dikembangkan lagi,” terangnya.
Diskusi tersebut turut menghadirkan beberala narasumber, diantaranya akademisi Prof. Hamzah Hasan Haeriah dan perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta dipandu wartawan senior Sulawesi Selatan, AS Kambie.

Komentar