Pedomanrakyat.com, Makassar – Panji Bangsa Sulawesi Selatan mulai membawa pembahasan Prabowonomics ke kalangan kelompok muda. Makassar dipilih sebagai titik awal untuk memperkenalkan gagasan ekonomi konstitusi yang dikaitkan dengan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Langkah tersebut dikemas melalui diskusi bertajuk “Ekonomi Konstitusi; Ruang Tumbuh dan Percepatan Ekonomi Kelompok Muda Kreatif” di Hotel Maxone Makassar, pada Sabtu (26/9/2026).
Ketua Dewan Komando Wilayah (DKW) Panji Bangsa Sulsel, Zulfikar Limonang, mengatakan forum tersebut sengaja menghadirkan kelompok-kelompok muda untuk membicarakan bagaimana gagasan ekonomi dapat diterjemahkan menjadi peluang nyata bagi generasi muda.
Baca Juga :
Menurutnya, tantangan anak muda bukan sekadar memiliki kreativitas, tetapi bagaimana kreativitas tersebut dapat berkembang menjadi aktivitas ekonomi yang produktif.
Ia mencontohkan aktivitas sederhana seperti mengumpulkan dan memilah sampah setelah sebuah konser. Menurut Zulfikar, kegiatan semacam itu dapat menjadi peluang usaha apabila mampu dikembangkan menjadi produktivitas dan pasar.
“Bagaimana kreativitas ini muncul menjadi produktivitas? Kreativitas ini berubah jadi iklim usaha, berubah jadi pasar, berubah jadi usaha untuk kemandirian ekonomi anak muda,” kata Zulfikar, yang diwawancarai seusai kegiatan.
Ia mengatakan kegiatan di Makassar merupakan pelaksanaan awal dari rangkaian pembahasan yang ingin dikembangkan Panji Bangsa.
Zulfikar berharap diskusi mengenai Prabowonomics tidak berhenti pada forum tersebut. Pembahasan serupa, kata dia, perlu diperluas kepada mahasiswa, kelompok pemuda, dan komunitas masyarakat lainnya.
“Sehingga Prabowonomics ini betul-betul dipahami, betul-betul masyarakat tahu, oh, sebenarnya ini tujuannya. Tujuannya kemandirian,” ujar Anggota DPRD Sulsel itu.
Dalam forum itu, pembahasan tidak hanya diarahkan pada definisi Prabowonomics, tetapi juga pada persoalan bagaimana kelompok muda mendapatkan ruang untuk tumbuh secara ekonomi.
Prof Hamzah Khaeryah, salah satu narasumber, menyoroti pentingnya mendorong mahasiswa yang memiliki talenta kewirausahaan agar mulai membangun usaha sejak masih berada di kampus.
“Yang kedua, kita ingin agar anak-anak muda, terutama mahasiswa yang punya talenta dan ingin menjadi pengusaha, sebelum keluar dari kampus, kita dorong sudah memiliki badan usaha. Sehingga lima tahun setelah menjadi sarjana, mungkin dia sudah punya lima badan usaha,” kata Prof Hamzah.
Ia menilai semakin cepat anak muda masuk ke dunia usaha, semakin cepat pula pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh dari perguruan tinggi dapat diterapkan.
“Semakin cepat masuk ke dunia usaha, maka konsentrasi bisa lebih terpusat, dan akomodasi pengalaman serta keilmuan bisa dilakukan secara akseleratif,” ujarnya.
Sementara itu, Anggota DPR RI sekaligus Wakil Ketua DPW PKB Sulsel, Syamsu Rizal alias Deng Ical, melihat pembahasan kemandirian ekonomi anak muda tidak dapat dilepaskan dari persoalan ekonomi yang lebih luas.
Ia menyinggung pentingnya hilirisasi sumber daya alam, peningkatan nilai tambah, akses pembiayaan hingga upaya memperluas jumlah masyarakat yang masuk ke dunia usaha.
“Sehingga mulai dari kita benahi rasio entrepreneur yang masih sangat rendah, dengan berbagai skema KUR yang kita lakukan ini untuk memastikan bahwa banyak orang bisa mulai berbisnis,” katanya.
Istilah Prabowonomics sendiri digunakan PKB untuk merangkum tema Harlah ke-28 partai tersebut, yakni “Arah Baru Amanat Ekonomi Konstitusi”. Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar memperkenalkan istilah tersebut dalam rangkaian peringatan Harlah PKB pada Juli 2026.

Komentar