Pelestarian Anggrek Diperkuat Lewat Kolaborasi Konservasi dan Budidaya

Muh Saddam
Muh Saddam

Senin, 20 Juli 2026 16:28

Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Rohmat Marzuki saat menghadiri Solo Anggrek Festival (SAF) 2026 di Loji Gandrung, Surakarta.
Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Rohmat Marzuki saat menghadiri Solo Anggrek Festival (SAF) 2026 di Loji Gandrung, Surakarta.

Pedomanrakyat.com, Surakarta – Kementerian Kehutanan terus memperkuat upaya pelestarian anggrek Indonesia melalui kolaborasi konservasi, pengembangan budidaya, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Rohmat Marzuki saat menghadiri Solo Anggrek Festival (SAF) 2026 di Loji Gandrung, Surakarta.

Pada kesempatan yang sama, Kementerian Kehutanan juga menyerahkan 1.000 bibit tanaman sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan penghijauan dan pelestarian keanekaragaman hayati.

Dalam sambutannya, Wamenhut menyampaikan apresiasi kepada Komunitas SUTARA beserta seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyelenggarakan Solo Anggrek Festival.

Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa konservasi dapat berjalan beriringan dengan edukasi, inovasi, pengembangan ekonomi masyarakat, serta pelestarian budaya.

“Festival anggrek ini merupakan kolaborasi antara konservasi di kawasan hutan, edukasi, inovasi budidaya, pariwisata, budaya, hingga peningkatan ekonomi masyarakat. Konservasi dan pemanfaatan tidak perlu dipertentangkan, tetapi harus dikolaborasikan agar keduanya berjalan beriringan,” ujar Rohmat.

Wamenhut menjelaskan, sekitar 70 persen spesies anggrek Indonesia berasal dari kawasan hutan, sehingga perlindungan habitat alami menjadi kunci dalam menjaga kelestarian flora Indonesia.

Selain menjaga populasi anggrek di habitatnya, Kementerian Kehutanan terus mendorong pengembangan budidaya di luar kawasan hutan, reintroduksi spesies ke habitat alami, serta pemanfaatan plasma nutfah secara bertanggung jawab untuk mendukung kesejahteraan masyarakat.

Lebih lanjut, Wamenhut mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat perlindungan habitat anggrek, memperluas budidaya dan persilangan yang bertanggung jawab, membangun sistem ketertelusuran dalam peredaran anggrek, meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat, serta menumbuhkan generasi baru pecinta flora Indonesia.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian lingkungan, Kementerian Kehutanan menyerahkan 1.000 bibit tanaman kepada masyarakat dan komunitas pegiat tanaman.

Penyaluran bibit tersebut diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penghijauan, konservasi tumbuhan, dan menjaga keanekaragaman hayati.

Wali Kota Surakarta Respati Ardianto menyampaikan bahwa pelestarian anggrek merupakan tanggung jawab bersama.

Menurutnya, pengembangan tanaman hias tidak hanya mendukung kelestarian lingkungan, tetapi juga mampu menciptakan peluang ekonomi dan lapangan kerja di perkotaan.

Sementara itu, mewakili Gubernur Jawa Tengah, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah menyampaikan bahwa sektor florikultura di Jawa Tengah terus berkembang dengan potensi produksi dan ekspor yang semakin meningkat.

Kondisi tersebut menunjukkan besarnya peluang pengembangan anggrek dan tanaman hias sebagai komoditas bernilai ekonomi tinggi.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menilai anggrek merupakan komoditas hortikultura bernilai tinggi yang memiliki prospek besar untuk dikembangkan melalui penguatan budidaya, peningkatan kapasitas pelaku usaha, serta perluasan akses pasar sehingga mampu meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global.

Melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, komunitas, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat, Kementerian Kehutanan berharap upaya pelestarian anggrek Indonesia semakin kuat, sehingga kekayaan flora nasional tetap terjaga sekaligus memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan bagi masyarakat.

 Komentar

Berita Terbaru
Metro20 Juli 2026 21:30
Sekda Sulsel Buka Rakor PM-AAS, Perkuat Pertanian Modern Menuju Swasembada Pangan
Pedomanrakyat.com, Makassar – Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Program Pertanian Mode...
Daerah20 Juli 2026 20:24
Bupati Syaharuddin Alrif Ingatkan Warga Sidrap: Jangan Bakar Sampah Saat Musim Kemarau
Pedomanrakyat.com, Sidrap – Kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau dimulai dari hal-hal sederhana di rumah, mulai dari menghemat air, memastikan...
Metro20 Juli 2026 19:28
Kementan dan Pemprov Sulsel Percepat Implementasi PM-AAS, Targetkan 91.340 Hektare Budidaya Padi
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama Kementerian Pertanian Republik Indonesia mempercepat implementasi Pro...
Daerah20 Juli 2026 18:30
Pertanian Modern Didorong di Pinrang, Petani Diharapkan Panen Lebih Banyak dan Biaya Lebih Hemat
Pedomanrakyat.com, Pinrang – Komitmen Pemerintah Kabupaten Pinrang dalam memperkuat sektor pertanian kembali ditunjukkan dengan dukungan terhadap pe...