Pemkab Lutim Edukasi 250 Peserta, Wujudkan Sekolah Tangguh Bencana

Muh Saddam
Muh Saddam

Selasa, 26 Agustus 2025 23:30

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar kegiatan Sosialisasi, Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Rawan Bencana.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar kegiatan Sosialisasi, Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Rawan Bencana.

Pedomanrakyat.com, Lutim – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar kegiatan Sosialisasi, Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Rawan Bencana, dengan melibatkan 250 peserta sebagai upaya membangun budaya siaga dan aman menuju terwujudnya sekolah tangguh bencana.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Luwu Timur, Senin (25/08/2025), dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Pembangunan, Rapiuddin Tahir. Peserta terdiri dari kepala sekolah, guru, dan siswa tingkat SMP serta SMA di Kecamatan Malili.

Dalam sambutannya, Rapiuddin menyampaikan bahwa tujuan dari sosialisasi ini adalah untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan peserta tentang langkah-langkah menghadapi bencana sehingga dapat meminimalisir dampak yang ditimbulkan.

“Bencana merupakan suatu kejadian yang tidak dapat diprediksi kapan akan terjadi, sehingga kita harus mempersiapkan diri untuk melakukan antisipasi,” ujar Rapiuddin.

Lebih lanjut, Rapiuddin berharap kepala sekolah, guru, serta siswa yang mengikuti sosialisasi dapat menyebarkan ilmu dan pengetahuan yang diperoleh kepada keluarga maupun lingkungan sekitar.

Selain itu, Kegiatan ini juga menekankan pentingnya penerapan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) sebagaimana diatur dalam Permendikbud Nomor 33 Tahun 2019. Program SPAB bertujuan untuk:

Pertama, Meningkatkan kemampuan sumber daya di satuan pendidikan dalam mengurangi risiko bencana; Kedua, Memberikan perlindungan dan keselamatan kepada peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan.

Ketiga, Memastikan keberlangsungan layanan pendidikan di wilayah terdampak bencana; Keempat, Menyediakan layanan pendidikan sesuai dengan karakteristik risiko bencana; Kelima Memulihkan dampak bencana di satuan pendidikan.

Ia juga menegaskan bahwa, penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab semua pihak dengan kolaborasi pentaheliks, melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, media/pers, serta masyarakat.

“Jadi setiap orang ikut bertanggung jawab dalam penanggulangan bencana demi keamanan dan keselamatan dirinya, keluarganya, maupun lingkungannya. Dimana kesiapsiagaan adalah faktor utama dalam menghadapi bencana,” tambah Rapiuddin.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh narasumber dari BPBD Provinsi Sulawesi Selatan, yakni Muh. Doddy, ST., MM. dan Lilisari Ramadhani, S.ST.

Melalui kegiatan ini, BPBD Luwu Timur berharap dapat meningkatkan pemahaman tenaga pendidik, guru, dan siswa mengenai pentingnya kesiapsiagaan bencana, sekaligus membangun budaya sadar bencana di lingkungan pendidikan agar lebih aman dan tanggap terhadap ancaman bencana.

 Komentar

Berita Terbaru
Metro20 Agustus 2026 23:22
Appi Apresiasi Panin Expo 2026, Jadi Ruang Kolaborasi Dorong Ekonomi dan Investasi Makassar
Pedomanrakyat.com, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan PANIN EXPO 2026 yang...
Nasional20 Agustus 2026 22:23
Kemenhut Cetak Forestpreneur Muda, Kembangkan Lebah Trigona untuk Ekonomi Hijau
Pedomanrakyat.com, Banyumas – Kementerian Kehutanan terus mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya peduli terhadap kelestarian hutan, tetap...
Metro20 Agustus 2026 21:27
Ayo Ikut! Diskominfo Ajak Jurnalis dan Masyarakat Ceritakan Dampak Pembangunan Infrastruktur
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo-S...
Metro20 Agustus 2026 20:24
Sampah Tak Boleh Lagi Bertumpuk, Camat-Lurah Makassar Diminta Turun Kontrol Setiap Hari
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pimpinan Pemerintah Kota Makassar, secara tegas meminta jajaran seluruh camat dan lurah memperketat pengawasan keb...