Pedomanrakyat.com, Maros – Pemerintah Kabupaten Maros memperkuat upaya percepatan penemuan kasus tuberkulosis (TBC) melalui skrining terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG), khususnya bagi kontak erat dan kontak serumah pasien TBC.
Upaya tersebut mendapat perhatian langsung Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI Benjamin Paulus Octavianus bersama Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI Akhmad Wiyagus saat meninjau skrining TBC di Aula Kantor Camat Mandai, Jumat (7/8/2026).
Wamenkes menegaskan penanganan TBC kini tidak hanya berfokus pada pengobatan pasien, tetapi juga menemukan orang yang telah tertular melalui pelacakan kontak. Skrining dilakukan dengan portable X-Ray, termasuk mendatangi masyarakat di wilayah yang sulit dijangkau.
Baca Juga :
Di Maros, keterbatasan alat masih menjadi tantangan. Saat ini hanya tersedia tiga mesin Tes Cepat Molekuler (TCM) dan satu portable X-Ray untuk melayani 14 kecamatan.
Wakil Bupati Maros Muetazim Mansyur mengatakan Pemkab Maros membutuhkan tambahan minimal 13 unit TCM dan satu portable X-Ray with AI untuk mempercepat penemuan kasus. Pemkab juga berharap dukungan pemerintah pusat melalui DAK Nonfisik maupun ADD.
Selain penguatan sarana, Pemkab Maros telah membentuk Tim Percepatan Penanggulangan TBC hingga tingkat desa/kelurahan. Sebanyak 103 desa dan kelurahan ditetapkan sebagai Desa/Kelurahan Siaga TBC dengan melibatkan tenaga kesehatan dan kader.
Hingga semester I 2026, sebanyak 546 kasus TBC telah ditemukan. Dari 16 lokasi skrining yang telah dilaksanakan, 57 orang terdiagnosis TBC dan 39 orang mendapat Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT).
Pemkab Maros menilai penguatan alat deteksi, pelacakan kontak, dan peran kader di tingkat masyarakat menjadi kunci mempercepat penemuan kasus sekaligus mendukung target eliminasi TBC 2030.

Komentar