Pedomanrakyat.com, Jakarta – Kementerian Keuangan mematok postur belanja negara dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) 2023 di kisaran Rp 2.795,9 triliun sampai Rp 2.993,4 triliun atau setara dengan 13,8 hingga 14,6% dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Postur belanja di tahun depan turun tipis 3,3% hingga 9,9% dari outlook belanja negara tahun ini sebesar Rp 3.106,4 triliun.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan bahwa belanja negara akan diarahkan untuk penguatan spending better untuk mendorong efisiensi, fokus pada belanja prioritas dan berbasis hasil serta penguatan kualitas desentralisasi fiskal.
Baca Juga :
“Reformasi belanja sangat penting selain akan terapkan zero based budgeting untuk jaga konsistensi biaya operasional pemerintahan,” ucapnya, Selasa (31/5/2022).
Ia menjelaskan belanja negara akan diteliti, khususnya untuk penggunaan belanja barang harus dapat menggambarkan tingkat efisiensi dari operasional Kementerian Lembaga.
Oleh karena itu, reformasi birokrasi diharapkan dapat menghasilkan belanja negara yang makin tepat ouput dan outcome dan efisiensi yang tinggi.
“Di dalam postur ini, shock yang besar dari sisi subsidi yang sekarang ini terus kita hitung dan kita kelola tentu akan mempengaruhi postur di 2022 dan 2023,” tuturnya.

Komentar