Perang Rusia-Ukraina, Juara Dunia Squash Ali Farag: Palestina Dijajah 74 Tahun, Mana Beritanya?

Nhico
Nhico

Senin, 14 Maret 2022 15:59

Ilustrasi Penjajahan Palestina.(F-INT)
Ilustrasi Penjajahan Palestina.(F-INT)

Pedomanrakyat.com, Rusia – Perang Rusia vs Ukraina membuat isu politik menyeruak di olahraga.

Momentum itu membuat juara dunia squash, Ali Farag, bicara lantang soal Palestina.

Perang berkecamuk di Ukraina, yang diserang Rusia sejak akhir Februari lalu. Insiden berdarah itu membuat banyak korban jiwa berjatuhan dan banyak orang menjadi pengungsi.

Situasi itu dikecam dunia, termasuk dari arena olahraga. Berbagai cabang mengutuk apa yang dilakukan Rusia kepada Ukraina, mulai dari menyuarakan protes hingga memberi sanksi kepada banyak pegiat olahraga yang terkait dengan Rusia.

Situasi itu rupanya membuat Ali Farag, juara dunia squash asal Mesir, ikut bereaksi. Bedanya, ia membawa isu Palestina, yang kondisinya juga sedang dalam opresi Israel.

Sebuah video viral di media sosial, memperlihatkan Ali Farag berpidato soal Palestina usai menjuarai turnamen OptAsia Championship 2022 beberapa waktu lalu. Pemain squash berusia 29 tahun itu mengecam media Barat yang mengecam Rusia, namun ‘amnesia’ soal opresi Israel ke Palestina.

“Kita semua melihat apa yang terjadi di dunia dengan Ukraina saat ini, dan tidak ada yang senang, tidak ada yang boleh menerima pembunuhan atau penindasan apa pun,” katanya, seperti dikutip Royanews.TV.

“Apa yang akan saya katakan akan membuat saya dalam masalah. Kami tidak pernah diizinkan berbicara tentang politik dalam olahraga, tetapi tiba-tiba sekarang diizinkan.”

“Saya berharap sekarang orang akan melihat penindasan di mana-mana. Maksudnya, orang-orang Palestina juga melalui itu selama 74 tahun terakhir. Tetapi saya kira, karena itu tidak sesuai dengan narasi media Barat, kami tidak bisa membicarakannya.”

“Tetapi sekarang kita bisa berbicara tentang Ukraina. Jadi kita bisa berbicara tentang Palestina. Jadi harap diingat. Terima kasih,” kata Ali Farag.

Konflik Israel dan Palestina berlangsung sejak 1948, atau ketika warga Yahudi dan warga Arab merdeka berbagi wilayah di wilayah perbatasan Laut Mediterania dan Sungai Jordan.

Konflik pecah saat Israel mendeklarasikan kemerdekannya dan pelan-pelan menduduki Yerusalem, yang menurut PBB sedianya harus menjadi wilayah internasional.

 Komentar

Berita Terbaru
Olahraga08 Oktober 2026 20:25
FPTI Makassar Kembali Bidik Juara Umum, 15 Atlet Siap Bertarung di Porprov 2026
Pedomanrakyat.com, Makassar – Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Makassar memasang target juara umum pada Pekan Olahraga Provinsi (Por...
Metro08 Oktober 2026 19:22
Pokja Bunda PAUD Tarakan Tertarik Konsep Sudut Keluarga dan Sentra Alam di Makassar
Pedomanrakyat.com, Makassar – Praktik baik pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kota Makassar menarik perhatian Pokja Bunda PAUD Kota Tarakan. Ko...
Nasional08 Oktober 2026 19:15
Haji 2027 Makin Ringan, Pelunasan Jemaah Turun Rp3,4 Juta Jadi Rp23 Juta
Pedomanrakyat.com, Jakarta — Kabar baik bagi calon jemaah haji Indonesia. Pemerintah bersama Panitia Kerja (Panja) Komisi VIII DPR RI menetapkan bia...
Metro08 Oktober 2026 18:42
Dorong Perda Perlindungan Pekerja Migran Sulsel, Mahmud: Jangan Jadi Beban Sosial dan Ekonomi saat Pulang
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Sulawesi Selatan yang melakukan kunjungan konsultasi ke Kement...