Pupuk Indonesia dan Pemkab Maros Kawal Penyaluran Pupuk Subsidi 2025

Nhico
Nhico

Jumat, 11 Juli 2025 12:41

Pupuk Indonesia dan Pemkab Maros Kawal Penyaluran Pupuk Subsidi 2025

Pedomanrakyat.com, Maros – Manajemen PT Pupuk Indonesia (Persero) mengajak para petani terdaftar di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk segera mengoptimalkan penyerapan alokasi pupuk bersubsidi tahun 2025.

General Manager Regional 4 Pupuk Indonesia Wisnu Ramadhani meminta para petani terdaftar untuk memanfaatkan alokasi subsidi pupuk yang ditetapkan pemerintah.

Ia menekankan, petani yang tidak menebus kuotanya sesuai e-RDKK berisiko tidak terdaftar kembali sebagai penerima pupuk bersubsidi pada tahun depan.

“Kami ingin memastikan setiap butir pupuk bersubsidi jatuh ke tangan yang tepat dan digunakan untuk meningkatkan produktivitas,” kata Wisnu Ramadhani dalam kegiatan Rembuk Tani dan Tebus Bersama, Rabu (9/7/2025).

“Masih banyak alokasi di Maros yang belum terserap,” jelas Wisnu Ramadhani di depan 350 petani, pemilik kios, penyuluh, dan jajaran pemerintah daerah.

Sampai pertengahan tahun ini, penyerapan pupuk subsidi di Kabupaten Maros baru mencapai 38 persen dari alokasinya di tahun 2025.

“Oleh karena itu, kami mengingatkan bahwa data penebusan tahun ini akan menjadi acuan utama untuk pendataan e-RDKK tahun depan,” ujar Wisnu Ramadhani,

“Kami mengimbau para petani untuk segera menebus haknya agar tidak berisiko kehilangan status sebagai penerima subsidi di masa mendatang,” imbuhnya.

Wisnu menambahkan, komitmen Pupuk Indonesia tidak berhenti pada penyaluran saja. Pihaknya akan terus memberikan pengawalan hingga tingkat petani melalui peran aktif Account Executive (AE) dan Assistant Account Executive (AAE) di lapangan.

“Kami juga akan menggencarkan sosialisasi uji tanah agar petani dapat memahami kondisi lahannya, sehingga penyerapan nutrisi lebih efektif dan produktivitas meningkat,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Chaidir Syam, selaku Bupati Maros memberikan dukungan penuh.

Bupati Maros menginstruksikan seluruh jajarannya, mulai dari dinas pertanian hingga para penyuluh di lapangan untuk terus bekerja sama mengawal penyerapan pupuk subsidi dan memfasilitasi petani.

“Ini adalah kepentingan kita bersama. Pemerintah daerah, Pupuk Indonesia, distributor, hingga kios harus bersinergi,” kata Bupati Maros.

“Mari kita kawal bersama agar petani kita tidak dirugikan dan penyerapan pupuk di Maros bisa optimal,” jelasnya.

Seruan tersebut direspons positif oleh para petani yang hadir.

Dalam kegiatan yang turut didukung oleh Asosiasi Distributor Pupuk Indonesia (ADPI) ini, Pupuk Indonesia berhasil mencatat penebusan langsung pupuk bersubsidi sebanyak 58,84 ton, yang terdiri dari 26,62 ton pupuk Urea dan 32,22 ton pupuk NPK Phonska.

Jumlah penebusan ini menjadi cerminan antusiasme para petani yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Pupuk Indonesia akan terus melakukan sosialisasi dan pendampingan serupa untuk memastikan program pupuk bersubsidi pemerintah berjalan efektif, tepat sasaran, dan berkontribusi nyata pada ketahanan pangan nasional. (*)

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah21 April 2026 19:26
Jaga Potensi Daerah, Pemkab Sidrap dan Kemenkum Sulsel Sepakat Lindungi Kekayaan Intelektual
Pedomanrakyat.com, Sidrap – Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, menerima kunjungan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Ke...
Metro21 April 2026 18:22
Benchmark ke Blok M, Munafri Siapkan Transformasi Pasar Sentral Makassar Jadi Pusat Ekonomi Modern
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pemerintah Kota Makassar, menunjukkan komitmen serius dalam menghidupkan kembali denyut ekonomi kawasan perdaganga...
Metro21 April 2026 17:27
Ketua DPRD Sulsel Rachmatika Dewi: Semangat Kartini Harus Hidup dalam Aksi Nyata Perempuan
Pedomanrakyat.com, Makassar – Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Andi Rachmatika Dewi, menegaskan bahwa semangat Kartini harus terus dihidupka...
Daerah21 April 2026 16:24
Wabup Pinrang Turun Tangan, Pasar Sentral Ditata Demi Kenyamanan Bersama
Pedomanrakyat.com, Pinrang – Upaya menciptakan kenyamanan dan ketertiban di kawasan Pasar Sentral terus menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten P...